@secdmyself: Extra Part 4 : Anugerah yang Tak Terduga Memasuki bulan kedua kehamilan, hormon di tubuh Y/N benar-benar sedang mengambil alih kewarasannya. Morning sickness parah, mudah lelah, dan yang paling parah... emosinya berubah menjadi sangat sensitif seperti bom waktu. Malam itu, Jake baru saja pulang usai menyelesaikan jadwal praktiknya di rumah sakit. Dengan wajah lelah namun berseri, cowok jangkung itu langsung masuk ke kamar, berniat memeluk istrinya untuk mengisi energi. Namun, baru saja Jake merentangkan tangan dan melangkah mendekat ke tepi kasur, Y/N mendadak menutup hidung dan mulutnya rapat-rapat. Wajah gadis itu memucat. "Jake, stop! Mundur! Jangan deket-deket aku!" pekik Y/N tiba-tiba. Jake membeku di tempat, matanya mengerjap bingung. "Loh? Kenapa, sayang? Aku baru pulang loh ini masa nggak boleh pel—" "Sana! Bau parfum kamu bikin aku mual banget! Campur bau rumah sakit, mual Jake, sumpah pengen muntah... Sana mandi dulu!" usir Y/N sambil mengibas-ngibaskan tangannya panik. Jake tertegun. Padahal ini parfum mahal yang biasanya selalu disukai Y/N. Namun, menyadari ini adalah ulah hormon kehamilan, sang Dokter pun hanya bisa menghela napas pasrah. "Iya, iya, Tuan Putri. Aku mandi sekarang. Jangan marah-marah ya, nanti tensinya naik," bujuk Jake lembut, lalu buru-buru menyingkir ke kamar mandi. Setengah jam kemudian, Jake keluar dari kamar mandi dengan rambut basah, tubuhnya murni hanya wangi sabun—sabun netral yang sengaja ia pakai agar istrinya tidak mual lagi. Namun, begitu keluar, pandangan Jake langsung disambut oleh pemandangan Y/N yang sedang memeluk lututnya di atas kasur, menangis sesenggukan dengan air mata yang membanjiri pipi. Jantung Jake rasanya langsung anjlok. Kepanikannya sebagai dokter otomatis mengambil alih. Ia melompat ke atas kasur, menarik Y/N ke dalam dekapannya. "Astaga, sayang! Kenapa nangis? Perutnya kram? Apanya yang sakit? Kita ke UGD sekarang ya?!" cecar Jake panik setengah mati, tangannya sibuk mengecek suhu dahi dan denyut nadi Y/N. Y/N menggeleng lemah, lalu menenggelamkan wajahnya di dada bidang Jake, menangis semakin keras. "A-aku ngerasa bersalah... Kamu pasti capek banget baru pulang kerja, tapi malah aku usir..." isak Y/N, emosi bumilnya benar-benar tak terkendali. "Maafin aku, Jake... Aku juga nggak tahu kenapa bau kamu tiba-tiba bikin mual... Padahal aku kangen banget pengen peluk..." Mendengar alasan istrinya menangis, helaan napas lega langsung lolos dari bibir Jake. Ketegangannya menguap. Tawa renyah nan maskulin perlahan mengalun dari dada yang sedang Y/N sandari. Jake memeluk erat tubuh bergetar istrinya, mengecup pucuk kepala Y/N berkali-kali dengan rasa gemas yang luar biasa membuncah. "Ya ampun, Sayang... Aku kira kamu kenapa-napa," bisik Jake sangat lembut, mengusap punggung Y/N menenangkan. "Gak apa-apa, sayang. Jangankan disuruh ganti sabun, disuruh mandi pakai sabun cuci piring pun aku rela asal kamu sama bayi kita sehat. Gak usah merasa bersalah, ini wajar kok efek hormon kehamilan kamu yang lagi tinggi banget." Y/N mendongak, matanya yang sembap menatap Jake. "Beneran nggak marah?" "Nggak akan pernah bisa," kekeh Jake, menghapus sisa air mata di pipi istrinya dengan ibu jari. Malam itu, Jake kembali merelakan lengannya menjadi bantal tidur sang istri. Merangkul segala mood swing dan keributan kecil di awal kehamilan ini dengan penuh cinta. Karena bagi Jake, menghadapi emosi bumil jauh lebih membahagiakan daripada harus melihat gadisnya terbaring sakit seperti dulu Memasuki bulan keenam kehamilan, jadwal check-up USG bulanan selalu menjadi momen yang paling mendebarkan sekaligus ditunggu-tunggu oleh pasangan suami istri itu. Siang ini, di ruang praktik Dokter Obgyn langganan mereka, Jake mendadak kehilangan seluruh wibawanya sebagai seorang dokter bedah. Tangan besarnya sedari tadi tak berhenti meremas tangan Y/N yang sedang berbaring di atas ranjang periksa. "Rileks sedikit, Dokter Jake. Anda yang dokter, kenapa Anda yang pucat?" lanjutan di komentar/sl #pov #au #jake #enhypen #fyp

𝑃𝑎𝑝𝑒𝑟 𝐻𝑒𝑎𝑟𝑡𝑠 ⋆˚✿˖°
𝑃𝑎𝑝𝑒𝑟 𝐻𝑒𝑎𝑟𝑡𝑠 ⋆˚✿˖°
Open In TikTok:
Region: ID
Sunday 12 July 2026 14:59:52 GMT
19424
3656
38
131

Music

Download

Comments

nandiarchive
jake's gf :
lucu banget ada duaaa
2026-07-12 16:06:30
21
istri_shimjaeyun
nin🗿 :
pertama
2026-07-12 15:00:43
2
serana.sagara
Hi this is 엔하이픈 🪻 :
makasih kak ☺️... jadi ikut terharu deh 😭,, nangis jam segini gk enak,, tapi Krn terharu loh yaa 🥺
2026-07-12 15:15:40
1
lyyngjungwon
𐙚⋆˚wiffp3_in :
lanjuttt kakk
2026-07-12 15:25:16
1
nunaevergene03
⟦✰⟧ 🅨🅔🅝🅐🅡🅐 🅛🅔🅔 ⟦✰⟧ :
kok aku malah terharu ya 🥹
2026-07-12 16:13:38
1
__jjongsaeng
Endless With Jay :
2 extra part lagi ya kak? keduanya di upload esok lngsng ya kak? brrti abis itu ending ya?😔💔
2026-07-12 17:25:05
1
nunukim_24
Mintchoconuu_ :
aaaaaaaaa kak kamu baik banget siii keinginan aku di kabulin minta mereka anak kembar
2026-07-12 15:15:58
1
bugsg7
bugsg :
Mh),£?&,?£
2026-07-13 12:32:06
0
secdmyself
𝑃𝑎𝑝𝑒𝑟 𝐻𝑒𝑎𝑟𝑡𝑠 ⋆˚✿˖° :
lanjutan 👇 goda sang Dokter wanita paruh baya sambil tersenyum geli. Beliau mulai mengoleskan gel dingin ke perut Y/N yang sudah mulai terlihat sedikit membuncit, lalu menempelkan transducer USG di sana. Jake hanya bisa meringis kaku, matanya terkunci pada layar monitor di sebelah ranjang. Di layar itu, perlahan muncul sebuah siluet hitam putih. Detik berikutnya, suara ritme yang teramat cepat dan bergemuruh memenuhi ruangan remang tersebut. Dug-dug-dug-dug. "Nah, ini dia detak jantungnya. Sangat kuat dan normal," ucap sang Dokter Tangis Y/N seketika pecah. Tangan kirinya menutup mulut, sementara tangan kanannya meremas jemari Jake dengan sangat erat. Mendengar detak kehidupan di dalam perutnya benar-benar terasa seperti keajaiban yang tak ternilai harganya. "Hi, Anak Ayah... Sehat-sehat di dalem ya," bisik Jake dengan suara yang bergetar hebat. Air mata haru ikut menggenang di pelupuk matanya. Namun, sang Dokter tiba-tiba mengerutkan kening, menggeser alat USG itu sedikit ke sisi lain perut Y/N. Ada siluet lain yang tertangkap di layar. Dan perlahan... suara ritme detak jantung kedua terdengar menyusul, tumpang tindih dengan detak jantung yang pertama. Dug-dug-dug-dug. Suasana ruangan mendadak hening. Y/N melebarkan matanya yang sembap, menatap layar dan dokter secara bergantian. "Loh? Dok,, itu... kok suaranya ada dua?" tanya Y/N kebingungan. Sang Dokter tersenyum luar biasa lebar, menoleh menatap pasangan di hadapannya. "Selamat, Dokter Jake, Ibu Y/N. Pantas saja hormon kehilangan Ibu Y/N sangat tinggi di awal kehamilan. Ternyata ada dua kantung kehamilan di sini. Kalian akan segera memiliki bayi kembar." DEG. Waktu seolah berhenti berputar. Otak jenius Jake seketika nge-blank, cowok itu membeku kaku di tempatnya, menatap layar monitor dengan raut wajah syok berat. "K-kembar? Dua, Dok? Beneran dua?!" suara Jake melengking tertahan, wibawanya benar-benar hancur lebur. Saat Dokter itu mengangguk mantap, pertahanan sang Ares runtuh seutuhnya. Jake langsung menunduk, menenggelamkan wajahnya di sisi leher Y/N dan menangis terisak layaknya anak kecil. Kepalanya menggeleng tak percaya saking bahagianya.
2026-07-12 15:03:20
22
user8886146780487
user8886146780487 :
kka ljut,sruu
2026-07-12 15:45:07
2
To see more videos from user @secdmyself, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos


About