@legteau976:

Legteau 🔥
Legteau 🔥
Open In TikTok:
Region: YT
Sunday 12 July 2026 18:30:28 GMT
61092
3437
59
58

Music

Download

Comments

joseph.semanda1
Joseph Semanda :
which country please
2026-07-22 08:34:26
3
arnaudkedi
KEDI ARNAUD :
la reine mère
2026-07-19 07:02:14
10
ziyechsuleimanfakai
Z Suleiman Fakai. :
last last i seen slim girl amoung you na☺️☺️
2026-07-21 10:26:01
4
badraqueur
iyann :
elle mins mais deriere il ya beaucoup
2026-08-03 18:32:40
2
sakods10
👑SAKO-DS🛡HÉROS DU SAHEL :
Nous sommes champions du monde à la dansent 🥰 😁traditionnel
2026-07-24 18:19:13
1
soyonsunis0
ZAK :
DISSA MOUBOI WANZOU OUWOOO😭
2026-07-19 07:17:44
2
abedeselestin
nasrinaxo :
super jolie félicitations
2026-07-14 08:18:30
2
gournha_fahmawi
Gournha Fahmawi :
anybody take me to Mayote😂
2026-07-19 11:10:22
2
barry.pullo.macina
Barry pullo macina :
why did i like the slim girl🥰🥰
2026-07-19 01:40:19
2
soupianouabdou
soupianouabdou :
Vous mangez et laissez ma fine sœur.
2026-07-17 17:03:09
3
12vinicius33
vinicius :
😂😂jail cameraman
2026-07-23 09:42:57
1
benova01
BENOVALENT HEARTS UGANDA :
come take me
2026-07-20 19:48:20
2
user1340334216195
user1340334216195 :
la mince m,interresse trop en dansant est rigolé! félicitations.
2026-07-19 18:06:26
4
gnassamoi.gnassa2
Gnassamoi Gnassa :
Trop belle
2026-07-12 19:13:03
3
hassan_mwamba
HASSAN MWAMBA :
kabila gani hawa
2026-07-23 20:04:39
0
muhammadsanihudu
ale mamma :
I love all 🥰
2026-08-18 22:08:43
0
nari.heinchi
🦅🇾🇹kakiya_mbove🥷🏾🦅 :
skinny wayer🥰🥰🥰🥰
2026-07-13 04:49:09
4
To see more videos from user @legteau976, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Di dunia ini mungkin ada satu makanan yang paling berharga. Bukan karena mahal. Bukan karena rasanya paling enak. Tapi karena ada orang yang memasaknya untukmu tanpa pernah meminta bayaran dan tanpa berharap kamu membalasnya. Makanan yang dimasak oleh ibu dan ayah. Anehnya, kita sering merasa waktu masih panjang. Kita selalu berpikir, “Nanti saja.” Nanti pulang. Nanti menelepon. Nanti ngobrol. Nanti bilang sayang. Kita mengira lampu dapur akan selalu menyala ketika kita pulang. Kita mengira suara yang memanggil nama kita akan selalu terdengar, hangat dan sabar. Padahal semakin jauh kita pergi dari rumah, semakin kita memahami satu hal. Nggak banyak orang di dunia ini yang akan langsung menyiapkan makanan hanya karena kita bilang lapar. Nggak banyak orang yang rela menunggu ketika kita pulang larut malam. Dan nggak banyak orang yang tetap mengkhawatirkan kita setelah sebelumnya kita membentak mereka dengan emosi. Ibu bukan manusia yang selalu kuat. Dia juga bisa lelah. Dia juga pernah menangis sendirian. Dia juga bisa merasa sakit, hanya saja sering memilih menyimpannya agar anaknya tetap merasa baik-baik saja. Ayah juga bukan manusia yang terbuat dari besi. Di balik diamnya, mungkin ada banyak kekhawatiran yang nggak pernah dia ceritakan. Bukan karena dia nggak peduli. Mungkin memang karena dia nggak terbiasa mengungkapkannya. Mereka adalah orang-orang yang sejak awal kehidupan kita sudah memberikan begitu banyak hal tanpa banyak menghitung apa yang akan mereka dapatkan kembali. Tapi kita sering lupa. Kita lupa tangan yang dulu berkali-kali mencuci pakaian kita, sekarang mulai dipenuhi kerutan. Kita lupa wajah yang selalu mengatakan bahwa kita hebat, perlahan mulai menunjukkan tanda-tanda usia. Dan kita sering baru sadar ketika waktu sudah terlalu jauh berjalan. Bayangkan suatu hari kamu pulang ke rumah. Kamu membuka pintu. Makanan masih ada di atas meja. Tapi kali ini makanannya sudah dingin. Dan orang yang biasanya keluar menyambutmu sambil berkata, “Sudah pulang?” Nggak lagi muncul. Saat itulah mungkin semua kenangan akan datang sekaligus. Kata-kata kasar yang pernah kita ucapkan. Sikap kita yang pernah membuat mereka kecewa. Dan semua kesempatan untuk memeluk mereka yang dulu kita lewatkan karena merasa masih punya banyak waktu. Padahal hidup nggak pernah menjanjikan kata “nanti”. Banyak hal dalam hidup hanya datang sekali. Jadi selama masih bisa pulang, pulanglah. Selama masih bisa menelepon, teleponlah. Selama masih bisa bersikap lembut, bersikaplah lembut. Dan kalau masih punya kesempatan mengatakan, “Aku sayang Ayah. Aku sayang Ibu.” Jangan terlalu lama menyimpannya di dalam hati. Jangan menunggu sampai semuanya berubah menjadi penyesalan. Karena suatu hari nanti kamu mungkin akan mengerti: Yang paling berharga bukanlah makanan yang ada di atas meja. Tapi orang yang dengan penuh kasih pernah memasak makanan itu untukmu. Mereka mencintaimu jauh lebih dalam daripada yang mungkin pernah kamu sadari. Dan waktu yang kamu miliki bersama mereka mungkin jauh lebih singkat daripada yang selama ini kamu bayangkan. #fyp #membalaskebaikanorangtua  #kenanganindah #kenanganhanyauntukmu  #kenanganmasakecilku
Di dunia ini mungkin ada satu makanan yang paling berharga. Bukan karena mahal. Bukan karena rasanya paling enak. Tapi karena ada orang yang memasaknya untukmu tanpa pernah meminta bayaran dan tanpa berharap kamu membalasnya. Makanan yang dimasak oleh ibu dan ayah. Anehnya, kita sering merasa waktu masih panjang. Kita selalu berpikir, “Nanti saja.” Nanti pulang. Nanti menelepon. Nanti ngobrol. Nanti bilang sayang. Kita mengira lampu dapur akan selalu menyala ketika kita pulang. Kita mengira suara yang memanggil nama kita akan selalu terdengar, hangat dan sabar. Padahal semakin jauh kita pergi dari rumah, semakin kita memahami satu hal. Nggak banyak orang di dunia ini yang akan langsung menyiapkan makanan hanya karena kita bilang lapar. Nggak banyak orang yang rela menunggu ketika kita pulang larut malam. Dan nggak banyak orang yang tetap mengkhawatirkan kita setelah sebelumnya kita membentak mereka dengan emosi. Ibu bukan manusia yang selalu kuat. Dia juga bisa lelah. Dia juga pernah menangis sendirian. Dia juga bisa merasa sakit, hanya saja sering memilih menyimpannya agar anaknya tetap merasa baik-baik saja. Ayah juga bukan manusia yang terbuat dari besi. Di balik diamnya, mungkin ada banyak kekhawatiran yang nggak pernah dia ceritakan. Bukan karena dia nggak peduli. Mungkin memang karena dia nggak terbiasa mengungkapkannya. Mereka adalah orang-orang yang sejak awal kehidupan kita sudah memberikan begitu banyak hal tanpa banyak menghitung apa yang akan mereka dapatkan kembali. Tapi kita sering lupa. Kita lupa tangan yang dulu berkali-kali mencuci pakaian kita, sekarang mulai dipenuhi kerutan. Kita lupa wajah yang selalu mengatakan bahwa kita hebat, perlahan mulai menunjukkan tanda-tanda usia. Dan kita sering baru sadar ketika waktu sudah terlalu jauh berjalan. Bayangkan suatu hari kamu pulang ke rumah. Kamu membuka pintu. Makanan masih ada di atas meja. Tapi kali ini makanannya sudah dingin. Dan orang yang biasanya keluar menyambutmu sambil berkata, “Sudah pulang?” Nggak lagi muncul. Saat itulah mungkin semua kenangan akan datang sekaligus. Kata-kata kasar yang pernah kita ucapkan. Sikap kita yang pernah membuat mereka kecewa. Dan semua kesempatan untuk memeluk mereka yang dulu kita lewatkan karena merasa masih punya banyak waktu. Padahal hidup nggak pernah menjanjikan kata “nanti”. Banyak hal dalam hidup hanya datang sekali. Jadi selama masih bisa pulang, pulanglah. Selama masih bisa menelepon, teleponlah. Selama masih bisa bersikap lembut, bersikaplah lembut. Dan kalau masih punya kesempatan mengatakan, “Aku sayang Ayah. Aku sayang Ibu.” Jangan terlalu lama menyimpannya di dalam hati. Jangan menunggu sampai semuanya berubah menjadi penyesalan. Karena suatu hari nanti kamu mungkin akan mengerti: Yang paling berharga bukanlah makanan yang ada di atas meja. Tapi orang yang dengan penuh kasih pernah memasak makanan itu untukmu. Mereka mencintaimu jauh lebih dalam daripada yang mungkin pernah kamu sadari. Dan waktu yang kamu miliki bersama mereka mungkin jauh lebih singkat daripada yang selama ini kamu bayangkan. #fyp #membalaskebaikanorangtua #kenanganindah #kenanganhanyauntukmu #kenanganmasakecilku

About