@zadiimano91: soot kala #plzunfrezemyaccount #unfrezzmyaccount

It's  Queen 🦋
It's Queen 🦋
Open In TikTok:
Region: PK
Monday 13 July 2026 13:07:57 GMT
586
287
42
4

Music

Download

Comments

baaribaloch
Baari Baloch ⚔️ Lashari :
jani
2026-07-13 13:33:08
1
2babarkhan2
Babar khan :
so beautiful
2026-07-13 13:14:52
1
user558668821
الیشبہ جٹی :
💙💯💯💯💯💙nice💙💯💯💯💯💙
2026-07-13 15:28:59
1
sumair.awan6
Sumair Awan :
❤️❤️❤️very ❤️❤️❤️nice ❤️❤️❤️
2026-07-13 13:10:11
1
skb7babbar
🖤 :
🖤 masllallah 🖤
2026-07-13 13:23:26
1
sumair.awan6
Sumair Awan :
❤️❤️❤️kesy❤️❤️❤️ho❤️❤️❤️
2026-07-14 15:32:31
0
rajaarshad7882
raja haseeb :
☺️☺️☺️☺️☺️☺️☺️
2026-07-13 13:10:09
1
its_mano_6552
Mano♡ :
🥰🥰🥰
2026-07-24 09:15:55
0
mirza.billal6
Mirza Billal :
😁😁😁
2026-07-14 15:26:05
0
malikhafeezharipurhazar1
Hafeez awan Haripur hazara :
😻😻😻
2026-07-20 04:33:49
0
amijd52
❤️‍🩹sad 💫queen🫰 :
🖤🖤🖤
2026-07-13 16:54:55
1
imrangujjar6655
choudryimran98 :
🥰🥰🥰
2026-07-16 15:35:51
0
sudaisafridi4036
SUDAIS AFRIDI 🥷🥷🥷 :
💓💓💓
2026-07-14 06:41:19
1
faizana786786
bharin ala :
💓💓💓
2026-07-13 14:46:39
1
safeer3021
کثیر وان ☠️👻 :
🥰🥰🥰
2026-07-15 09:00:00
0
malik.shan.gujjar
✌️🥀ملک شان گجر🥀✌️ :
💕💕💕
2026-07-13 14:45:19
1
amirja125
amir jan Burfat :
❤️❤️❤️
2026-07-14 18:53:23
0
syedhhammad7
SH💎7 :
🥰🥰🥰
2026-07-13 14:16:30
1
princessforever086
💕⃝🕊️𝗠𝗼𝗵𝘁𝗿𝗮𝗺𝗮💕⃝🕊️ :
🥰🥰🥰
2026-07-13 13:37:20
1
awaislashari1528
LASHARi :
♥️♥️♥️
2026-07-13 13:28:19
1
masif76950
masif :
🥰
2026-07-14 06:52:57
1
sudaiskhan0099u
SudaisKhan :
🥰🥰🥰
2026-07-27 04:41:47
0
mmudasir2573
M Mudasir :
🥰🥰🥰
2026-07-14 14:24:15
1
rashid.manan23
Rashid ☠️KHAKHI😎 brand :
🥰🥰🥰
2026-07-13 13:12:34
1
To see more videos from user @zadiimano91, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Matthew Gallagher punya ide sederhana: kalau AI bisa ngerjain hampir semua hal, kenapa masih butuh banyak karyawan? Dengan modal sekitar Rp300 juta, dia bikin bisnis bernama MEDVi. Strateginya agresif, pakai AI untuk jualan obat pelangsing, didukung lebih dari 800 akun Facebook palsu yang nyamar jadi dokter, lengkap dengan foto profil hasil AI. Akun-akun ini dipakai buat kasih review dan membangun kepercayaan. Hasilnya kelihatan luar biasa. Bisnis ini diklaim menghasilkan sampai Rp28 triliun. Bahkan sempat dipuji media seperti The New York Times sebagai “kisah sukses” AI-driven company. Tapi di balik itu, masalah mulai muncul. Pada Februari 2026, badan pengawas obat AS, Food and Drug Administration (FDA), mengirim surat peringatan karena metode marketing MEDVi dianggap menyesatkan, seolah-olah produknya sudah disetujui resmi. Ironisnya, ini terjadi hanya sekitar enam minggu sebelum liputan positif media terbit. Lalu muncul kebocoran data besar, sekitar 1,6 juta data pasien terekspos. Kasus ini berujung pada gugatan class action di Delaware. Saat ditelusuri lebih dalam, banyak klaim bisnisnya ternyata tidak bisa diverifikasi. Tidak ada audit independen, dan angka-angka yang diumumkan diragukan. Investigasi dari Futurism mengungkap hal yang lebih serius. Foto before-after pasien ternyata deepfake, dibuat dari hasil editan AI. Pertumbuhan bisnisnya juga didorong oleh ratusan halaman Facebook yang berpura-pura jadi dokter untuk menargetkan perempuan usia 35–55 tahun. Bahkan di bagian kecil situs mereka sendiri, MEDVi mengakui bahwa orang-orang di iklan bisa saja aktor atau hasil AI, bukan tenaga medis sungguhan. Akhirnya, narasi “bisnis miliaran dolar berbasis AI” mulai runtuh. Banyak analis menilai cerita suksesnya jauh lebih besar daripada realitas bisnisnya. #artificialintelligence #aiupdates #aitrends #contentAI #aicontent
Matthew Gallagher punya ide sederhana: kalau AI bisa ngerjain hampir semua hal, kenapa masih butuh banyak karyawan? Dengan modal sekitar Rp300 juta, dia bikin bisnis bernama MEDVi. Strateginya agresif, pakai AI untuk jualan obat pelangsing, didukung lebih dari 800 akun Facebook palsu yang nyamar jadi dokter, lengkap dengan foto profil hasil AI. Akun-akun ini dipakai buat kasih review dan membangun kepercayaan. Hasilnya kelihatan luar biasa. Bisnis ini diklaim menghasilkan sampai Rp28 triliun. Bahkan sempat dipuji media seperti The New York Times sebagai “kisah sukses” AI-driven company. Tapi di balik itu, masalah mulai muncul. Pada Februari 2026, badan pengawas obat AS, Food and Drug Administration (FDA), mengirim surat peringatan karena metode marketing MEDVi dianggap menyesatkan, seolah-olah produknya sudah disetujui resmi. Ironisnya, ini terjadi hanya sekitar enam minggu sebelum liputan positif media terbit. Lalu muncul kebocoran data besar, sekitar 1,6 juta data pasien terekspos. Kasus ini berujung pada gugatan class action di Delaware. Saat ditelusuri lebih dalam, banyak klaim bisnisnya ternyata tidak bisa diverifikasi. Tidak ada audit independen, dan angka-angka yang diumumkan diragukan. Investigasi dari Futurism mengungkap hal yang lebih serius. Foto before-after pasien ternyata deepfake, dibuat dari hasil editan AI. Pertumbuhan bisnisnya juga didorong oleh ratusan halaman Facebook yang berpura-pura jadi dokter untuk menargetkan perempuan usia 35–55 tahun. Bahkan di bagian kecil situs mereka sendiri, MEDVi mengakui bahwa orang-orang di iklan bisa saja aktor atau hasil AI, bukan tenaga medis sungguhan. Akhirnya, narasi “bisnis miliaran dolar berbasis AI” mulai runtuh. Banyak analis menilai cerita suksesnya jauh lebih besar daripada realitas bisnisnya. #artificialintelligence #aiupdates #aitrends #contentAI #aicontent

About