@peaches8413:

🌸 blossom
🌸 blossom
Open In TikTok:
Region: JM
Monday 13 July 2026 14:08:32 GMT
20594
905
25
45

Music

Download

Comments

rogerdat49
rogerdat49 :
food hot and food sweet anyway take you time
2026-07-14 15:58:18
0
overcomer.com4
Overcomer :
lol😂😂😂
2026-07-14 04:26:12
0
user9292093433949
bub :
kk
2026-07-13 19:23:44
1
choppaatto6ixx
Atto banks 6ixx📞🏦💳🏧💸🤬 :
2026-07-14 10:04:38
0
kaidean43
kady :
hello uhuh go leave mi alone 😂🤣
2026-07-14 01:06:21
1
onetomjames
Dorol malcus kingroy james :
front looks great
2026-07-14 04:15:26
0
delroy.brown03
Delroy Brown :
funny 🤣🤣
2026-07-14 02:42:39
0
sashekiababy2
sashekia baby😘 :
fucka can eat 😂😂😂
2026-07-13 23:28:46
1
slayed.by.teeks
slayed.by.teeks :
Aye a long time foodie a foodie eno😂😂😂
2026-07-14 02:31:38
0
christopher.nugen
samplesix48g :
The look a kill mi😂😂😂😂😂😂😂😂
2026-07-14 01:25:44
0
user8772402767740
Dennis :
😂😂
2026-07-14 12:17:33
0
bruce7597
bruce7597 :
😂😂😂
2026-07-14 00:51:23
0
big.g7188
big g.. :
😅😅😅😅
2026-07-14 00:49:55
0
woiiwoiiwoii1
one Gaza :
😂😂😂😂
2026-07-13 20:58:37
0
jandon079
One NPT :
😂😂😂😂😂😂
2026-07-14 00:18:32
0
user7118506413751
kendie :
🤣🤣
2026-07-14 00:44:44
0
chefjustin.buchanan21
Justin the money chef 🧑🏾‍🍳 :
🤣🤣🤣🤣
2026-07-13 20:57:20
0
miltonpowell491
Milton Powell :
😂😂😂😂😂😂😂😂
2026-07-14 01:57:39
1
To see more videos from user @peaches8413, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Bab 1 - Part 2 Tidak ada seorang pun yg berani menjadi pembawa kabar Di medan perang Semua prajurit Tempest hanya berdiri mematung Mereka berharap seseorang akan berkata,
Bab 1 - Part 2 Tidak ada seorang pun yg berani menjadi pembawa kabar Di medan perang Semua prajurit Tempest hanya berdiri mematung Mereka berharap seseorang akan berkata, "Ini hanya kesalahan" "Raja kita masih hidup" "Raphael akan menyembuhkannya" Namun Menit demi menit berlalu Tubuh Rimuru tetap tak bergerak Harapan yg semula sebesar gunung perlahan runtuh menjadi debu Diablo perlahan mengangkat tubuh tuannya Tatapannya kosong Tidak ada amarah Tidak ada kebencian Hanya penyesalan yg begitu dalam "Ayo pulang, Tuanku" "Saya akan membawa Anda kembali ke rumah" Di Tempest Matahari mulai tenggelam Biasanya, saat seperti ini jalanan dipenuhi tawa Anak" berlari sambil memainkan slime kecil Para pedagang sibuk menawarkan dagangan Monster dan manusia bercengkerama tanpa memandang ras Itulah dunia yg dibangun Rimuru Sebuah dunia yg mustahil diwujudkan, hingga ia datang Namun sore itu Langit berubah kelabu Burung" tiba" terbang meninggalkan kota Hewan" di Hutan Jura mengeluarkan suara aneh seolah sedang meratapi sesuatu Shuna berdiri di balkon istana Jantungnya berdetak semakin cepat "Kenapa" "Aku merasa sangat takut" Tak lama kemudian Sebuah gerbang sihir terbuka di depan gerbang utama Tempest Semua penjaga langsung memberi hormat "Raja telah kembali!" Sorak itu menggema Warga yg mendengar segera berlari Anak" tersenyum bahagia Mereka yakin sang Raja Iblis telah pulang membawa kemenangan Namun Yg pertama keluar bukanlah Rimuru Melainkan Diablo Ia berjalan perlahan Dengan kepala tertunduk Di kedua lengannya Ia membawa tubuh Rimuru Seluruh kota mendadak sunyi Tidak ada yg berbicara Tidak ada yg bernapas Seorang anak kecil melangkah maju "Rimuru.-sama" "Kenapa tidur?" Ibunya segera memeluknya erat Air matanya mengalir tanpa bisa dihentikan Benimaru keluar dari gerbang Tubuhnya penuh luka Ia memandang rakyat Tempest Lalu menarik napas panjang Dengan suara yg hampir hancur Ia berkata, "Raja kita" "Telah gugur" Kalimat itu terdengar sederhana Namun seakan menjadi palu yg menghancurkan seluruh harapan Jeritan memenuhi kota Ada yg jatuh pingsan Ada yg menangis histeris Ada pula yg hanya terduduk tanpa mampu mengeluarkan suara Mereka tidak percaya Mereka tidak ingin percaya Di dalam istana Shion berlari secepat mungkin "Tidak!" "Itu bohong! "Lord Rimuru tidak mungkin kalah!" Ia mendorong smua orang yg menghalangi jalannya Begitu memasuki aula Langkahnya berhenti Di depan sana Tubuh Rimuru dibaringkan dengan tenang Wajahnya tetap tersenyum Seolah sedang tertidur setelah bekerja terlalu keras Shion mendekat perlahan Tangannya gemetar "L-Lord Rimuru..." Ia menggenggam tangan Rimuru Dingin Tidak ada kehangatan sedikit pun "Bangun..." "Aku sudah membuat makanan favoritmu" "Aku berjanji rasanya kali ini lebih enak" Tidak ada jawaban Shion mulai tertawa kecil Tawa yang terdengar begitu menyakitkan "Leluconmu jelek sekali." "Ayo bangun." "Katakan kalau makananku masih gagal." Air matanya jatuh satu per satu ke tangan Rimuru Namun tangan itu tetap diam Akhirnya Shion memeluk tubuh Rimuru erat Tangisnya pecah memenuhi aula Tangisan yang membuat seluruh orang yang mendengarnya ikut menundukkan kepala Shuna datang beberapa saat kemudian Ia tidak berteriak Ia tidak menangis Ia hanya duduk di samping kakaknya Lalu merapikan rambut biru Rimuru yang sedikit berantakan Seperti yang selalu ia lakukan setiap pagi Dengan senyum yang dipaksakan Ia berkata pelan, "Rimuru-sama " "Selamat datang di rumah " " Anda pasti lelah " Kalimat itu sederhana Namun justru membuat Diablo menutup wajahnya Benimaru menggigit bibir hingga berdarah Bahkan para prajurit yang telah berusaha tegar sejak medan perang akhirnya ikut menangis Karena semua orang tahu Rimuru memang sudah pulang Tetapi Ia tidak akan pernah pergi lagi Di luar istana Ribuan warga Tempest mulai berkumpul Mereka menyalahkan lilin Tidak ada yg diperintahkan Tidak ada upacara Semua terjadi dengan sendirinya Seluruh kota berubah menjadi lautan cahaya Tidak terdengar percakapan Yg terdengar hanyalah isak tangis Malam itu Tak ada satu pun rumah yg memadamkan lampuny semua orang berharap jika mereka trus menunggu mungkin besok pagi Raja mereka akan kembali

About