@cimed: 🚨 Último dia para se inscrever no Programa de Estágio CIMED 2026! Buscamos estudantes que estejam cursando a partir do segundo ano de Farmácia, Engenharia, Administração ou Economia, com disponibilidade para atuar presencialmente em Pouso Alegre (MG). São oportunidades em áreas como Pesquisa e Desenvolvimento, Operações, Logística e Suprimentos, além de muito aprendizado, desafios e desenvolvimento ao lado de profissionais experientes. 💛 Dê o primeiro passo para construir a sua carreira com a gente. ⏰ As inscrições terminam hoje! 👉 Inscreva-se agora no link do nosso programa de estágio 💛

CIMED
CIMED
Open In TikTok:
Region: BR
Monday 13 July 2026 15:01:48 GMT
15674
466
13
35

Music

Download

Comments

isaa_ribwiro
Isabelle Ribeiro :
Cimed não estou cursando mas me contrataaaa🙏🏼🙏🏼🙏🏼🙏🏼 sou de Pouso Alegre
2026-07-14 21:56:36
4
isa.bella1765
Bella :
q bom
2026-07-13 15:11:01
0
xtutuzin_
sou_tutuzinnnn :
"eu conheço bem esse jogo"
2026-07-15 18:28:12
1
keziabarbosa723
kb723 :
que top😔
2026-07-18 18:52:44
0
rosinha_vidal
Maria Vidal8736 :
Amaria trabalhar nessa empresa
2026-07-15 03:42:50
0
thv.neire
Neire.thv :
Eu queriaaa 🥺
2026-07-16 01:27:39
0
adilsonalmeida0817
negão :
2026-07-16 19:49:10
0
jaq.brandao
Jacqueline Brandão :
estou no segundo semestre de farmácia e sou de Pouso Alegre me contrata 😭😭
2026-07-14 23:04:26
0
foreverthebest4
the best :
TOGURO apresentou para min
2026-07-14 12:13:10
0
leandrokudlawiec
🦜Leandro Kudlawiec :
Primeiro
2026-07-13 15:06:16
0
leeeeeeeeeeeeeee32
Le 32 :
Deus é mais
2026-07-15 12:03:00
0
turzin_63
. :
oiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii menita cimed
2026-07-14 10:39:24
0
To see more videos from user @cimed, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Sungguh ironis melihat bagaimana diskursus publik kita bisa dengan mudahnya dibajak oleh satu judul berita provokatif. Belakangan ini, ramai narasi yang menggiring opini seolah-olah Presiden menggunakan APBN untuk ibadah kurban pribadinya. Mari kita naikkan level literasi politik kita dan melihat isu ini dengan kacamata yang lebih kritis namun tetap diplomatis. Kita harus mulai membiasakan diri untuk memisahkan antara entitas personal dan institusional. Bantuan 1.098 sapi tersebut bukanlah ibadah kurban atas nama pribadi Prabowo, melainkan bagian dari Bantuan Kemasyarakatan (Banmas) Presiden. Ini adalah instrumen resmi tata negara, didanai oleh APBN, dan secara spesifik dirancang agar kehadiran negara bisa dirasakan langsung oleh masyarakat di akar rumput, pesantren, ormas, dan daerah-daerah yang jauh dari gemerlap Pulau Jawa. Dalam negara demokrasi, sikap kritis bukanlah sekadar opsi, melainkan kewajiban. Kita sangat berhak mengawasi pemerintah. Namun, kemarahan yang didasari oleh framing keliru hanya akan menghasilkan kebisingan tanpa makna. Jika kita benar-benar peduli pada rakyat, pindahkan fokus kritik tersebut pada substansi eksekusinya. Tanyakan dan kawal prosesnya: Apakah penyaluran sapi Banmas ini sudah transparan? Apakah distribusinya tepat sasaran dan benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak di daerah? Itulah bentuk pengawasan yang cerdas dan substantif. Berbeda pandangan politik adalah hal yang lumrah. Namun, jangan sampai keengganan kita pada sosok tertentu membuat kita secara tidak sadar ikut menyerang dan memelintir program negara yang manfaatnya jelas-jelas ditujukan untuk mengisi perut rakyat. Mari jadi masyarakat yang kritis secara objektif, bukan kritis karena termakan clickbait. 🇮🇩⚖️ #DemokrasiCerdas #KritikSubstantif #BanmasPresiden #FaktaBicara #EdukasiPolitik #PrabowoSubianto #AkalSehat #BantuanRakyat #LiterasiPolitik #IndonesiaMaju
Sungguh ironis melihat bagaimana diskursus publik kita bisa dengan mudahnya dibajak oleh satu judul berita provokatif. Belakangan ini, ramai narasi yang menggiring opini seolah-olah Presiden menggunakan APBN untuk ibadah kurban pribadinya. Mari kita naikkan level literasi politik kita dan melihat isu ini dengan kacamata yang lebih kritis namun tetap diplomatis. Kita harus mulai membiasakan diri untuk memisahkan antara entitas personal dan institusional. Bantuan 1.098 sapi tersebut bukanlah ibadah kurban atas nama pribadi Prabowo, melainkan bagian dari Bantuan Kemasyarakatan (Banmas) Presiden. Ini adalah instrumen resmi tata negara, didanai oleh APBN, dan secara spesifik dirancang agar kehadiran negara bisa dirasakan langsung oleh masyarakat di akar rumput, pesantren, ormas, dan daerah-daerah yang jauh dari gemerlap Pulau Jawa. Dalam negara demokrasi, sikap kritis bukanlah sekadar opsi, melainkan kewajiban. Kita sangat berhak mengawasi pemerintah. Namun, kemarahan yang didasari oleh framing keliru hanya akan menghasilkan kebisingan tanpa makna. Jika kita benar-benar peduli pada rakyat, pindahkan fokus kritik tersebut pada substansi eksekusinya. Tanyakan dan kawal prosesnya: Apakah penyaluran sapi Banmas ini sudah transparan? Apakah distribusinya tepat sasaran dan benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak di daerah? Itulah bentuk pengawasan yang cerdas dan substantif. Berbeda pandangan politik adalah hal yang lumrah. Namun, jangan sampai keengganan kita pada sosok tertentu membuat kita secara tidak sadar ikut menyerang dan memelintir program negara yang manfaatnya jelas-jelas ditujukan untuk mengisi perut rakyat. Mari jadi masyarakat yang kritis secara objektif, bukan kritis karena termakan clickbait. 🇮🇩⚖️ #DemokrasiCerdas #KritikSubstantif #BanmasPresiden #FaktaBicara #EdukasiPolitik #PrabowoSubianto #AkalSehat #BantuanRakyat #LiterasiPolitik #IndonesiaMaju

About