@zcd8k: احلامي | باسم الكربلائي Bassem Al-Karbalai is one of the most famous Hussaini reciters in Iraq and the Shia world. He is considered one of the most prominent voices associated with Hussaini gatherings and the commemoration of Imam Hussein (peace be upon him). About Him: His full name is Bassem Ismail Karbalai. He was born in the holy city of Karbala in 1966. He began his journey in reciting Hussaini poems at an early age, and his voice gained wide recognition during the 1990s. His Career: He became well known for his sorrowful and deeply moving style in performing elegies, as well as his powerful voice that carries deep emotional expression, especially during the nights of Ashura and the Arbaeen of Imam Hussein. He has held numerous gatherings inside Iraq and abroad, in Gulf countries, Europe, and America, and he has a wide audience from different age groups. What Distinguishes Him: Strong emotional expression and interaction with the text. Careful selection of impactful poems that address the tragedy of Karb #باسم_الكربلائي #fyp #explore #اكسبلور

علي || 𝐴𝑙𝑖
علي || 𝐴𝑙𝑖
Open In TikTok:
Region: TR
Monday 13 July 2026 18:22:49 GMT
6811
1367
10
105

Music

Download

Comments

user39181561784685
خادمة الحُسَين، :
عضيمه القصيده
2026-07-14 13:07:38
2
kajj173
أصبحت النهاية أقرب من البداية :
الله ✨🥹
2026-07-14 18:17:50
1
1lg_59
🤲🏻💌 :
يارب
2026-07-14 01:47:08
1
1w3_2
حسين عقيل :
السلام عليكم، شلون اسوي الخطوط هاي الي بالفديو
2026-07-15 22:40:10
0
user5izzny6rcx
بسمة امل😊 :
يارب وانت تعلم ما في قلبي 💔
2026-07-14 13:31:08
1
duz795
زينب الــــــــــتركمانية🤘🏻 :
🥺
2026-07-14 14:03:02
1
To see more videos from user @zcd8k, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

uang publik kita sedang riuh. Rupiah melemah menyentuh angka Rp17.800, dan kepanikan massal langsung mendominasi linimasa. Banyak yang mengeluh harga barang impor naik, lalu pesimisme pun menular. Mari kita tarik napas sebentar. Alih-alih ikut panik, mari kita gunakan Judo Strategy: kita pakai energi kepanikan dan guncangan ini, lalu kita balikkan menjadi momentum peluang yang paling menguntungkan. Tadi pagi di DPR, Presiden Prabowo sudah memberikan jangkar validasi yang sangat jelas:
uang publik kita sedang riuh. Rupiah melemah menyentuh angka Rp17.800, dan kepanikan massal langsung mendominasi linimasa. Banyak yang mengeluh harga barang impor naik, lalu pesimisme pun menular. Mari kita tarik napas sebentar. Alih-alih ikut panik, mari kita gunakan Judo Strategy: kita pakai energi kepanikan dan guncangan ini, lalu kita balikkan menjadi momentum peluang yang paling menguntungkan. Tadi pagi di DPR, Presiden Prabowo sudah memberikan jangkar validasi yang sangat jelas: "Indonesia harus lepas dari cap negara konsumen." Beliau sedang memosisikan diri sebagai visioner yang membongkar jalan makroekonomi kita. Jika kita mau berpikir kritis dan analitis, kurs Rp17.800 ini sejatinya adalah "karpet merah" bagi kita untuk meraup Dollar. Mari kita bedah pakai data perbandingan cuan nyata (Kurs Rp15.000 vs Rp17.800): 📦 1. Briket Arang Batok Kelapa (Pasar Timur Tengah & Eropa) Harga jual di mata bule tetap $1.30/kg. Saat Kurs Rp15.000: Untung bersih Rp6.500/kg. Saat Kurs Rp17.800: Untung bersih meroket jadi Rp10.140/kg! Poin Mind-Blowing: Sekali kirim 1 kontainer mini (18 ton), kalian dapat bonus cuan gratis Rp65,5 Juta murni karena selisih kurs! 📦 2. Minyak Nilam (Bahan Baku Parfum Eropa) Harga jual tetap $60/kg. Saat Kurs Rp15.000: Untung bersih Rp200.000/kg. Saat Kurs Rp17.800: Untung bersih melonjak ke Rp368.000/kg! Poin Mind-Blowing: Jual barang yang sama ke orang yang sama. Kirim 100 kg saja, otomatis kantongin tambahan bonus Rp16,8 Juta tanpa perlu capek nego harga. 📦 3. Vanili Kering Premium (Pasar Global) Harga jual tetap $160/kg. Saat Kurs Rp15.000: Untung bersih Rp600.000/kg. Saat Kurs Rp17.800: Untung bersih tembus Rp1.048.000/kg! Poin Mind-Blowing: Margin keuntungan bersih tembus di atas Rp1 Juta per kilogram! Ada bonus gratis Rp448 ribu per kilo yang langsung masuk ke rekening kalian. Secara diplomatis, ini adalah realita yang harus kita hadapi. Negara sudah memberikan visi, membukakan jalan makroekonomi, dan meretas peluang agar kita bisa mandiri. Sangat disayangkan jika karpet merah sudah digelar lebar-lebar, namun energi anak mudanya malah habis untuk mengeluhkan keranjang checkout barang impor. Tinggalkan posisi sebagai kon

About