@snatched.evie: Part 3! LoveIsland Q&A With Sincere’s Mom!! @Chanel @Love Island USA #LoveIsland #sincere #chanel #season8

Evalysse Moore
Evalysse Moore
Open In TikTok:
Region: US
Monday 13 July 2026 21:56:49 GMT
14381
260
7
12

Music

Download

Comments

snatched.evie
Evalysse Moore :
I am sorry Everybody but I was Not At The Live or In The Live This is separate from the Live!
2026-07-13 22:03:40
14
101tangerine
Tangerine101 :
You could’ve cut some parts out, girl we need to work on this journalism😭
2026-07-15 16:32:59
6
azaan2iconic
azaan2iconic ⭐ . :
this is interesting to watch . we need more bc I LOVEEE .
2026-07-14 17:02:09
0
pepe66889
pepe :
he is going through a lot at the moment so stop hating. stop hating on him you guys are getting annoying at this point stop being Petty he made mistakes but he is learning from it he totally love Melanie so stop hating on them and let them do their thing and give them privacy and support them
2026-07-14 15:23:40
8
beautyandtheghostyy
BeautyandtheGhosty :
This family wants to be famous so bad …
2026-07-14 11:12:19
9
nannaonboard
Nannaonboard :
I would fly 100 hours to be with mine...bet she is one of those ...I wouldn't die for kid IGMO's
2026-07-13 23:28:13
0
To see more videos from user @snatched.evie, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

POV 2 | Pernikahanmu dan Sunghoon berjalan sebagaimana yang diharapkan semua orang. Dua nama besar resmi dipersatukan. Dua pewaris tunggal akhirnya berdiri di bawah satu atap yang sama. Di mata publik, kalian adalah pasangan yang nyaris sempurna. Serasi, berkelas, dan selalu berhasil menjadi pusat perhatian di setiap kemunculan. Tak ada yang patut dicurigai. Senyuman yang kalian tampilkan di depan kamera selalu tampak meyakinkan. Tatapan singkat, sentuhan kecil, hingga perhatian sederhana yang sengaja diperlihatkan di hadapan keluarga berhasil membuat semua orang percaya bahwa perjodohan itu berjalan jauh lebih baik dari dugaan. Padahal kenyataannya… begitu pintu rumah tertutup, semua kembali seperti semula. Sunghoon tetap menjadi Park Sunghoon—CEO muda yang lebih akrab dengan ruang rapat dibanding ruang keluarga. Sementara kamu tetap menjalani duniamu sendiri, tenggelam dalam jadwal yang tak kalah padat. ••• Suara tepuk tangan dan kilatan kamera terus memenuhi salah satu sudut ballroom hotel mewah itu. Di atas panggung, Park Sunghoon berdiri dengan balutan jas hitam yang jatuh sempurna di tubuh tegapnya. Wajahnya yang nyaris tanpa cela, pembawaan yang tenang, serta cara bicaranya yang lugas membuat setiap pasang mata sulit berpaling. Setiap kalimat yang keluar dari bibirnya terdengar mantap, seolah memang terlahir untuk memimpin. Di bawah panggung, para petinggi perusahaan, keluarga konglomerat, hingga pejabat penting memenuhi deretan meja bundar dengan balutan setelan terbaik mereka. Sementara itu, kamu hanya duduk santai di kursimu sambil memutar pelan gelas champagne di tangan. Di sampingmu, Chelsea menyenggol pelan lenganmu. “Suami lo keren banget. Pantes aja semua cewek rela ngantri.” Kamu hanya terkekeh samar sebelum menyesap champagne dengan santai. “Gimana rasanya punya suami kayak Park Sunghoon?” Chelsea bertanya pelan dengan nada cukup antusias. Kamu mengangkat bahu ringan. “Just ordinary. Nothing special.” Chelsea langsung membelalakkan mata. “What?! Biasa aja kata lo?” Ia menggeleng tak habis pikir. “Coba jujur deh.” “Dia berhasil bikin lo interest gak?” tanya Chelsea penasaran. Baru kali itu kamu mengalihkan pandangan ke arah panggung. Sunghoon masih berbicara dengan tenang, sesekali mengundang tepuk tangan para tamu yang hadir. Sudut bibirmu terangkat tipis. “Belum.
POV 2 | Pernikahanmu dan Sunghoon berjalan sebagaimana yang diharapkan semua orang. Dua nama besar resmi dipersatukan. Dua pewaris tunggal akhirnya berdiri di bawah satu atap yang sama. Di mata publik, kalian adalah pasangan yang nyaris sempurna. Serasi, berkelas, dan selalu berhasil menjadi pusat perhatian di setiap kemunculan. Tak ada yang patut dicurigai. Senyuman yang kalian tampilkan di depan kamera selalu tampak meyakinkan. Tatapan singkat, sentuhan kecil, hingga perhatian sederhana yang sengaja diperlihatkan di hadapan keluarga berhasil membuat semua orang percaya bahwa perjodohan itu berjalan jauh lebih baik dari dugaan. Padahal kenyataannya… begitu pintu rumah tertutup, semua kembali seperti semula. Sunghoon tetap menjadi Park Sunghoon—CEO muda yang lebih akrab dengan ruang rapat dibanding ruang keluarga. Sementara kamu tetap menjalani duniamu sendiri, tenggelam dalam jadwal yang tak kalah padat. ••• Suara tepuk tangan dan kilatan kamera terus memenuhi salah satu sudut ballroom hotel mewah itu. Di atas panggung, Park Sunghoon berdiri dengan balutan jas hitam yang jatuh sempurna di tubuh tegapnya. Wajahnya yang nyaris tanpa cela, pembawaan yang tenang, serta cara bicaranya yang lugas membuat setiap pasang mata sulit berpaling. Setiap kalimat yang keluar dari bibirnya terdengar mantap, seolah memang terlahir untuk memimpin. Di bawah panggung, para petinggi perusahaan, keluarga konglomerat, hingga pejabat penting memenuhi deretan meja bundar dengan balutan setelan terbaik mereka. Sementara itu, kamu hanya duduk santai di kursimu sambil memutar pelan gelas champagne di tangan. Di sampingmu, Chelsea menyenggol pelan lenganmu. “Suami lo keren banget. Pantes aja semua cewek rela ngantri.” Kamu hanya terkekeh samar sebelum menyesap champagne dengan santai. “Gimana rasanya punya suami kayak Park Sunghoon?” Chelsea bertanya pelan dengan nada cukup antusias. Kamu mengangkat bahu ringan. “Just ordinary. Nothing special.” Chelsea langsung membelalakkan mata. “What?! Biasa aja kata lo?” Ia menggeleng tak habis pikir. “Coba jujur deh.” “Dia berhasil bikin lo interest gak?” tanya Chelsea penasaran. Baru kali itu kamu mengalihkan pandangan ke arah panggung. Sunghoon masih berbicara dengan tenang, sesekali mengundang tepuk tangan para tamu yang hadir. Sudut bibirmu terangkat tipis. “Belum." Kamu kembali menyesap champagne sebelum melanjutkan. “Belum cukup buat bikin gue kehilangan akal.” Entah mengapa, pandanganmu tak juga lepas dari sosok pria itu. Hingga di tengah kalimatnya, Sunghoon yang semula menatap ke arah deretan tamu perlahan menggeser pandangan, tepat berhenti padamu. Napasmu tertahan sepersekian detik, tatapan itu hanya berlangsung sesaat. Namun cukup membuatmu buru-buru mengalihkan mata ke gelas champagne di tangan. “Ekhem.” Chelsea menyenggol pelan lenganmu, sudut bibirnya sudah terangkat jahil. Kamu berdeham pelan, berusaha tetap santai sambil menggoyangkan gelas champagne mu. “Apaan sih.” ••• Acara hampir berakhir. Beberapa tamu mulai meninggalkan ballroom, sementara sebagian lainnya masih berbincang santai sebelum pulang. Kamu masih berdiri bersama Chelsea dan suaminya, ditemani beberapa kenalan lama yang sesekali melempar candaan ringan. Di tengah obrolan itu, kehadiran seseorang membuat semua orang serempak menoleh. Park Sunghoon. Senyum tipis yang hanya muncul di depan publik menghiasi wajahnya. Tanpa aba-aba, tangan besarnya bertumpu ringan di pinggangmu. Tubuhmu refleks menegang sepersekian detik. Bahkan senyum di bibirmu perlahan memudar, berganti kebingungan. “My wife.” Suara baritonnya yang rendah, menyusup pelan ditelingamu. Panggilan itu. Panggilan yang nyaris tak pernah keluar dari mulutnya. Malam itu, seorang Park Sunghoon melontarkan panggilan itu untukmu—dihadapan semua orang. Tatapannya beralih singkat pada Chelsea dan yang lainnya. “Maaf mengganggu. Kami harus pulang.” Barulah ia menoleh padamu. “Ayo, sayang.” ( +🗨️ ) #pov #sunghoon #sunghoonenhypen #sunghoonedit #fyp

About