@onourland:

onourland
onourland
Open In TikTok:
Region: ID
Tuesday 14 July 2026 06:02:27 GMT
3926
172
2
9

Music

Download

Comments

emfahril
ppp :
yg kiri paling bawa,kirim salam yaa😂
2026-07-19 00:14:28
0
andiryan617
icematcalatte :
1
2026-07-14 06:45:38
0
To see more videos from user @onourland, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

POV : Sifat friendly Seonghyeon itu bukan cuma rumor. Itu adalah fakta menyebalkan yang harus kamu saksikan dengan mata kepala sendiri hampir setiap jam di sekolah. Setelah ketegangan di podium upacara pagi tadi, kamu menghabiskan tiga jam pelajaran pertama di kelas dengan pikiran yang sama sekali tidak fokus. Catatan kimiamu kosong melompong. Setiap kali guru menjelaskan, yang berputar di otakmu justru bisikan serak Seonghyeon yang menantang harga dirimu untuk datang ke parkiran pas bel pulang sekolah nanti. Begitu bel istirahat pertama berbunyi, kamu langsung buru-buru keluar kelas. Alih-alih pergi ke kantin yang penuh sesak, kamu sengaja mengambil jalan memutar melewati koridor belakang gedung olahraga lantai dua yang biasanya sepi. Kamu hanya ingin mencari angin segar untuk mendinginkan kepalamu yang mendadak pening. Namun, langkah kakimu lambat laun melambat saat telingamu menangkap gema suara riuh dari arah bawah.  Kamu menghentikan langkah tepat di balkon dalam gedung, menunduk untuk mengintip ke arah lapangan basket indoor di lantai dasar. Di bawah sana, kelas sepuluh ternyata baru saja menyelesaikan jam pelajaran olahraga mereka sejak pagi tadi. Gurunya sudah tidak ada, dan sekarang—di waktu bebas menjelang istirahat—sosok si nomor punggung sembilan langsung tertangkap oleh matamu. Seonghyeon, yang masih memakai baju olahraga, sedang asyik bermain basket santai dengan teman-temannya. Kamu mencengkeram pembatas besi balkon dengan erat. Matamu menyipit, menatap pemandangan di bawah dengan rahang yang perlahan mengeras. Seonghyeon, dengan baju olahraga sekolah yang lengannya digulung hingga memperlihatkan urat tangan yang kentara, sama sekali tidak terlihat risih meski sedang dikerubuti oleh segerombolan siswi.  Bukannya memasang jarak tegas seperti saat insiden pelukan Naomi di stadion kemarin, cowok itu justru terkekeh lepas. Dia mengumbar senyumnya yang teramat manis—jenis senyum ramah tanpa filter yang dia bagikan ke semua orang tanpa tebang pilih.
POV : Sifat friendly Seonghyeon itu bukan cuma rumor. Itu adalah fakta menyebalkan yang harus kamu saksikan dengan mata kepala sendiri hampir setiap jam di sekolah. Setelah ketegangan di podium upacara pagi tadi, kamu menghabiskan tiga jam pelajaran pertama di kelas dengan pikiran yang sama sekali tidak fokus. Catatan kimiamu kosong melompong. Setiap kali guru menjelaskan, yang berputar di otakmu justru bisikan serak Seonghyeon yang menantang harga dirimu untuk datang ke parkiran pas bel pulang sekolah nanti. Begitu bel istirahat pertama berbunyi, kamu langsung buru-buru keluar kelas. Alih-alih pergi ke kantin yang penuh sesak, kamu sengaja mengambil jalan memutar melewati koridor belakang gedung olahraga lantai dua yang biasanya sepi. Kamu hanya ingin mencari angin segar untuk mendinginkan kepalamu yang mendadak pening. Namun, langkah kakimu lambat laun melambat saat telingamu menangkap gema suara riuh dari arah bawah. Kamu menghentikan langkah tepat di balkon dalam gedung, menunduk untuk mengintip ke arah lapangan basket indoor di lantai dasar. Di bawah sana, kelas sepuluh ternyata baru saja menyelesaikan jam pelajaran olahraga mereka sejak pagi tadi. Gurunya sudah tidak ada, dan sekarang—di waktu bebas menjelang istirahat—sosok si nomor punggung sembilan langsung tertangkap oleh matamu. Seonghyeon, yang masih memakai baju olahraga, sedang asyik bermain basket santai dengan teman-temannya. Kamu mencengkeram pembatas besi balkon dengan erat. Matamu menyipit, menatap pemandangan di bawah dengan rahang yang perlahan mengeras. Seonghyeon, dengan baju olahraga sekolah yang lengannya digulung hingga memperlihatkan urat tangan yang kentara, sama sekali tidak terlihat risih meski sedang dikerubuti oleh segerombolan siswi. Bukannya memasang jarak tegas seperti saat insiden pelukan Naomi di stadion kemarin, cowok itu justru terkekeh lepas. Dia mengumbar senyumnya yang teramat manis—jenis senyum ramah tanpa filter yang dia bagikan ke semua orang tanpa tebang pilih. "Nih, buat Kak Seonghyeon. Diminum ya, Kak! Tadi pas upacara keren banget, selamat ya!" ujar salah satu siswi kelas sepuluh dengan pipi merona, menyodorkan sebotol minuman ion yang sengaja dia belikan dari kantin. "Wah, thankyou? Pas banget aku lagi haus. Makasih banyak ya," sahut Seonghyeon. Suaranya yang serak dan kasual itu menggema, sanggup membuat segerombolan gadis di depannya menahan napas serentak. Tidak sampai di situ. Saat seorang siswi lain di sebelahnya mengeluh kesusahan membuka tutup botol minumnya sendiri sambil merengek manja, Seonghyeon dengan santai mengambil botol tersebut. Hanya dengan satu tangan, dia memutar tutup botol itu hingga terbuka dengan sekali sentak, lalu mengembalikannya. "Gitu aja nggak bisa. Makanya, kalau makan yang banyak, biar bertenaga," canda Seonghyeon santai, lengkap dengan gerakan tangan yang refleks mengacak rambut gadis kelas sepuluh itu dengan gemas. Krek. Besi pembatas di tanganmu rasanya ingin kamu patahkan saat itu juga. Pemandangan di bawah sana seperti menyiram bensin murni ke dalam dadamu yang memang sudah panas sejak insiden rangkulan di atas podium upacara tadi pagi. Friendly? Itu bukan sekedar ramah. Di matamu, itu adalah aksi tebar pesona yang tidak tahu tempat! Sifat alamiahnya yang terlalu baik, mudah bergaul, dan tidak tegaan jika harus menolak perempuan benar-benar membuat hatimu berdenyut nyeri. Kamu merasa luar biasa bodoh karena sempat membiarkan jantungmu berdegup liar di atas podium tadi. Nyatanya, perlakuan manis itu bukan cuma milikmu. Dia adalah milik satu sekolah. Dia adalah playboy ramah yang bisa digapai oleh siapa saja. "Dasar cowok kegatelan. Modal tampang doang," desismu pelan, suaramu bergetar menahan luapan emosi yang mendadak terasa menyesakkan dada. Kamu berbalik badan dengan sentakan kasar. Kamu bersumpah dalam hati, jangankan jam istirahat, pas bel pulang sekolah nanti pun kamu tidak akan sudi menginjakkan kaki di parkiran sekolah untuk menemui cowok itu. 💬comsec+ #SEONGHYEON #cortis #seonghyeonedit #povs #fyp

About