@lymebekimchi: Kem ủ tóc Hyamin trả lại cho mấy chị mái tóc bồng bềnh suông mượt #lymebekimchi #kemutoc #hyamin

Ly- Mẹ Bé KimChi
Ly- Mẹ Bé KimChi
Open In TikTok:
Region: VN
Tuesday 14 July 2026 08:52:00 GMT
75
2
0
1

Music

Download

Comments

There are no more comments for this video.
To see more videos from user @lymebekimchi, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Dalam Majalis Sab'ah, Rumi mengisahkan air bah yang turun deras, membawa ribuan tetes air bergerak bersama menuju satu tujuan yang sama, lautan. Mereka berbondong-bondong, saling mendorong, seolah kekuatan besar itu cukup untuk sampai.  Tapi di tengah perjalanan, ada satu tetes yang tertinggal sendirian, terpisah dari rombongan yang riuh itu. . Tetes yang tertinggal itu tidak punya kawan, tidak ada pendamping, tidak ada penolong yang bisa digenggam. Ia hanya punya satu pilihan, berserah sepenuhnya kepada Tuhan.  Bukan menyerah dan berhenti bergerak, tapi berhenti memaksakan arah, dan membiarkan dirinya mengalir mengikuti jalan yang sudah disediakan untuknya. . Sendirian, tetes itu melintasi daratan dan lembah yang dulu pernah dilewati ribuan tetes lain saat masih menjadi satu rombongan besar. Tidak ada lagi keramaian, tidak ada lagi dorongan dari sesama.  Hanya ketulusan dan kesungguhan yang menuntunnya melangkah, pelan tapi tanpa pernah berhenti bergerak menuju arah yang ia rindukan. . Rumi menjelaskan bahwa pekerjaan yang dilakukan dengan sungguh-sungguh, kekuatan satu orang bisa menjelma menjadi seribu.  Tetes yang berjalan sendiri itu menjalankan tugas ribuan tetes sekaligus, bukan karena ia kuat, tapi karena ia berhenti mengukur perjalanan dari keramaian, dan mulai mempercayakan diri pada arah yang sudah pasti. . Begitu pula dengan apa yang kamu kejar hari ini. Semakin kamu memaksa dan menggenggam erat, jalan justru terasa semakin jauh dan berat.  Tapi ketika kamu berhenti mengejar dengan cemas, dan mulai bergerak dengan tulus tanpa perlu diburu-buru, kamu sering kali sampai lebih cepat dari yang pernah kamu bayangkan. . Pada akhirnya, tetes air itu sampai juga di lautan yang ia rindukan sejak awal. Bukan karena ia berlari lebih kencang dari yang lain, tapi karena ia berhenti melawan arus dan mempercayakan perjalanannya.  Barangkali begitu juga caranya kamu akan bertemu dengan apa yang selama ini kamu tuju.
Dalam Majalis Sab'ah, Rumi mengisahkan air bah yang turun deras, membawa ribuan tetes air bergerak bersama menuju satu tujuan yang sama, lautan. Mereka berbondong-bondong, saling mendorong, seolah kekuatan besar itu cukup untuk sampai. Tapi di tengah perjalanan, ada satu tetes yang tertinggal sendirian, terpisah dari rombongan yang riuh itu. . Tetes yang tertinggal itu tidak punya kawan, tidak ada pendamping, tidak ada penolong yang bisa digenggam. Ia hanya punya satu pilihan, berserah sepenuhnya kepada Tuhan. Bukan menyerah dan berhenti bergerak, tapi berhenti memaksakan arah, dan membiarkan dirinya mengalir mengikuti jalan yang sudah disediakan untuknya. . Sendirian, tetes itu melintasi daratan dan lembah yang dulu pernah dilewati ribuan tetes lain saat masih menjadi satu rombongan besar. Tidak ada lagi keramaian, tidak ada lagi dorongan dari sesama. Hanya ketulusan dan kesungguhan yang menuntunnya melangkah, pelan tapi tanpa pernah berhenti bergerak menuju arah yang ia rindukan. . Rumi menjelaskan bahwa pekerjaan yang dilakukan dengan sungguh-sungguh, kekuatan satu orang bisa menjelma menjadi seribu. Tetes yang berjalan sendiri itu menjalankan tugas ribuan tetes sekaligus, bukan karena ia kuat, tapi karena ia berhenti mengukur perjalanan dari keramaian, dan mulai mempercayakan diri pada arah yang sudah pasti. . Begitu pula dengan apa yang kamu kejar hari ini. Semakin kamu memaksa dan menggenggam erat, jalan justru terasa semakin jauh dan berat. Tapi ketika kamu berhenti mengejar dengan cemas, dan mulai bergerak dengan tulus tanpa perlu diburu-buru, kamu sering kali sampai lebih cepat dari yang pernah kamu bayangkan. . Pada akhirnya, tetes air itu sampai juga di lautan yang ia rindukan sejak awal. Bukan karena ia berlari lebih kencang dari yang lain, tapi karena ia berhenti melawan arus dan mempercayakan perjalanannya. Barangkali begitu juga caranya kamu akan bertemu dengan apa yang selama ini kamu tuju.

About