@netflixbrasil: Nunca mais vou ouvir um sussurro do mesmo jeito. 😰 O Homem que Sussurra, novo filme estrelado por Robert De Niro, Adam Scott e Michelle Monaghan, estreia dia 28 de agosto. #ohomemquesussura #suspense #netflix #tiktokmefezassistir

Netflix Brasil
Netflix Brasil
Open In TikTok:
Region: BR
Tuesday 14 July 2026 12:59:13 GMT
81037
3692
57
844

Music

Download

Comments

arianasevla
Ariana Alves 444 🦋 :
Relendo,pra entrar no clima!!😏
2026-07-26 22:31:41
9
fernandasouza2640
Fernanda Souza :
ja ta disponível?
2026-08-13 12:24:32
1
isad.lemoss
•°.* 이사 ⚤ :
cadê a segunda temporada de vincenzo
2026-07-22 04:43:23
1
fabianasoares17
Fabiana :
Acabei de assistir, muito bom
2026-08-31 17:41:06
2
luh.cris.xx
🎀 𝐋𝐔𝐇 🎀 :
NETFLIX VOLTA COM SHADOWHUNTERS
2026-07-15 02:39:55
1
luani.silv4
lua⚢ :
me seguiii NETFLIX
2026-07-15 06:33:54
1
eliel.santos3443
Léo🔥🔥 :
dia 11 pedindo pra Netflix colocar attack on titan na plataforma
2026-07-21 02:29:32
1
fxhdog
Dog :
Só queria minha 3 temporada de Devil may cry 🥹
2026-07-14 13:02:26
0
eua_m_d
A.M.D :
Absolut
2026-09-01 22:12:22
0
oliveiracharles27
Charles Oliveira :
Top 🔥
2026-08-29 14:10:51
0
kerolayne.pacheco
Kerolayne Pacheco :
Dia 28
2026-08-13 15:55:40
0
carol.malvao
Carol Malvao :
Tava pra ser uma série né.!?
2026-07-14 15:43:56
1
majuqx
maju :
Muito bom
2026-08-30 18:04:10
0
hallysson063
Hallysson nostálgico :
mais uma produção Netflix com basicamente a mesma premissa de stranger trings
2026-07-14 13:35:32
1
deisyvibes
deisyvibes :
Adoro filmes assim 😭😭😭ou séries de mistérios
2026-08-13 00:01:01
0
cleitongsouza
Cleiton G Souza :
Nem está passando ainda! 🤔😡😡😡😡😡
2026-07-15 01:06:11
0
keropedro
Kero :
para eu tô sozinho
2026-07-21 20:42:55
0
psicologoarnaldo
Arnaldo Psicólogo :
O livro é bom! tomara que o filme consiga manter a mesma vibe
2026-07-19 18:46:15
0
abottega
bottega :
e THE O.A heinnnn??? não desistimos sra Netflix
2026-07-15 02:07:12
0
luiz.w7z
luizz :
Tokyo Ghoul no catálogo quando
2026-07-22 17:31:39
0
To see more videos from user @netflixbrasil, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Siang itu, Madinah tidak seramai biasanya. Namun di hadapan Rasulullah ﷺ… dua orang berdiri. Wajah mereka tegang. Suasana terasa berat. Ini bukan sekadar perbedaan pendapat. Ini tentang hak… tentang tanah… tentang sesuatu yang bisa mengubah hidup seseorang. Seorang lelaki dari Hadramaut melangkah maju. Suaranya penuh tekanan: “Wahai Rasulullah… orang ini telah merampas tanah milikku…” Lalu lelaki dari Kindah membalas dengan tegas: “Itu tanahku! Ada dalam penguasaanku… dia tidak punya hak sedikit pun!” Kedua mata mereka saling bertemu. Tidak ada yang mau mengalah. Rasulullah ﷺ memandang dengan tenang. Beliau tidak terburu-buru. Tidak memihak. Tidak menilai dari emosi. Dengan suara penuh keadilan, beliau bertanya kepada lelaki Hadramaut: “Apakah engkau punya bukti?” Lelaki itu terdiam. Wajahnya berubah. Perlahan ia menjawab: “Tidak…” Sunyi. Dalam hukum… bukti adalah segalanya. Rasulullah ﷺ pun berkata: “Jika begitu… maka ia (lawanmu) harus bersumpah.” Kalimat itu seperti menutup harapan. Lelaki Hadramaut terlihat gelisah. Ia berkata dengan nada putus asa: “Wahai Rasulullah… dia ini orang yang berani berbuat dosa… dia tidak peduli dengan sumpah… dia bisa bersumpah atas apa saja…” Seolah berkata: “Ia akan berbohong… dan menang.” Namun Rasulullah ﷺ menjawab dengan tegas: “Tidak ada yang bisa engkau dapatkan darinya selain itu.” Hukum harus berjalan. Meski hati terasa berat. Lelaki dari Kindah pun melangkah maju. Ia siap bersumpah. Satu kalimat saja… dan tanah itu akan menjadi miliknya secara hukum. Langkahnya mantap. Namun… belum sempat ia mengucapkan sumpah… Rasulullah ﷺ mengucapkan sesuatu. Satu kalimat. Namun cukup untuk mengguncang jiwa siapa pun. Beliau bersabda: “Jika ia bersumpah untuk mengambil hartamu dengan zalim… maka ia akan bertemu Allah dalam keadaan Allah murka kepadanya.” Langit seakan terdiam. Waktu terasa berhenti. Kalimat itu… bukan ancaman biasa. Itu bukan tentang kehilangan tanah. Bukan tentang menang atau kalah. Itu tentang… bagaimana ia akan berdiri di hadapan Allah nanti. Bayangkan… bertemu Allah… dalam keadaan dimurkai. Langkah lelaki itu… yang tadi begitu mantap… seakan menjadi berat. Karena tiba-tiba… yang dipertaruhkan bukan lagi tanah. Tapi akhirat. Dan di situlah… semua menjadi jelas. Bahwa keadilan di dunia… mungkin bisa dimanipulasi. Namun keadilan Allah… tidak pernah bisa ditipu. Hari ini… mungkin seseorang bisa menang dengan sumpah. Dengan kata-kata. Dengan kebohongan. Namun besok… di hadapan Allah… tidak ada yang tersembunyi. Dan mungkin… itulah yang ingin Rasulullah ﷺ tanamkan: lebih baik kalah di dunia… daripada menang… tapi membawa murka Allah. Kalau kisah ini menyentuh hatimu… jangan lewatkan begitu saja. Mari kirim shalawat terbaik kita untuk Rasulullah ﷺ. tulis dikolom komen ya🤍 Allahumma Shali 'ala Muhammad✨🌙 Semoga dengan shalawat kita… Allah lembutkan hati kita untuk selalu jujur 🤍 📚 Sumber Hadis HR. Jami` at-Tirmidhi no. 1340 Status: Hasan Sahih
Siang itu, Madinah tidak seramai biasanya. Namun di hadapan Rasulullah ﷺ… dua orang berdiri. Wajah mereka tegang. Suasana terasa berat. Ini bukan sekadar perbedaan pendapat. Ini tentang hak… tentang tanah… tentang sesuatu yang bisa mengubah hidup seseorang. Seorang lelaki dari Hadramaut melangkah maju. Suaranya penuh tekanan: “Wahai Rasulullah… orang ini telah merampas tanah milikku…” Lalu lelaki dari Kindah membalas dengan tegas: “Itu tanahku! Ada dalam penguasaanku… dia tidak punya hak sedikit pun!” Kedua mata mereka saling bertemu. Tidak ada yang mau mengalah. Rasulullah ﷺ memandang dengan tenang. Beliau tidak terburu-buru. Tidak memihak. Tidak menilai dari emosi. Dengan suara penuh keadilan, beliau bertanya kepada lelaki Hadramaut: “Apakah engkau punya bukti?” Lelaki itu terdiam. Wajahnya berubah. Perlahan ia menjawab: “Tidak…” Sunyi. Dalam hukum… bukti adalah segalanya. Rasulullah ﷺ pun berkata: “Jika begitu… maka ia (lawanmu) harus bersumpah.” Kalimat itu seperti menutup harapan. Lelaki Hadramaut terlihat gelisah. Ia berkata dengan nada putus asa: “Wahai Rasulullah… dia ini orang yang berani berbuat dosa… dia tidak peduli dengan sumpah… dia bisa bersumpah atas apa saja…” Seolah berkata: “Ia akan berbohong… dan menang.” Namun Rasulullah ﷺ menjawab dengan tegas: “Tidak ada yang bisa engkau dapatkan darinya selain itu.” Hukum harus berjalan. Meski hati terasa berat. Lelaki dari Kindah pun melangkah maju. Ia siap bersumpah. Satu kalimat saja… dan tanah itu akan menjadi miliknya secara hukum. Langkahnya mantap. Namun… belum sempat ia mengucapkan sumpah… Rasulullah ﷺ mengucapkan sesuatu. Satu kalimat. Namun cukup untuk mengguncang jiwa siapa pun. Beliau bersabda: “Jika ia bersumpah untuk mengambil hartamu dengan zalim… maka ia akan bertemu Allah dalam keadaan Allah murka kepadanya.” Langit seakan terdiam. Waktu terasa berhenti. Kalimat itu… bukan ancaman biasa. Itu bukan tentang kehilangan tanah. Bukan tentang menang atau kalah. Itu tentang… bagaimana ia akan berdiri di hadapan Allah nanti. Bayangkan… bertemu Allah… dalam keadaan dimurkai. Langkah lelaki itu… yang tadi begitu mantap… seakan menjadi berat. Karena tiba-tiba… yang dipertaruhkan bukan lagi tanah. Tapi akhirat. Dan di situlah… semua menjadi jelas. Bahwa keadilan di dunia… mungkin bisa dimanipulasi. Namun keadilan Allah… tidak pernah bisa ditipu. Hari ini… mungkin seseorang bisa menang dengan sumpah. Dengan kata-kata. Dengan kebohongan. Namun besok… di hadapan Allah… tidak ada yang tersembunyi. Dan mungkin… itulah yang ingin Rasulullah ﷺ tanamkan: lebih baik kalah di dunia… daripada menang… tapi membawa murka Allah. Kalau kisah ini menyentuh hatimu… jangan lewatkan begitu saja. Mari kirim shalawat terbaik kita untuk Rasulullah ﷺ. tulis dikolom komen ya🤍 Allahumma Shali 'ala Muhammad✨🌙 Semoga dengan shalawat kita… Allah lembutkan hati kita untuk selalu jujur 🤍 📚 Sumber Hadis HR. Jami` at-Tirmidhi no. 1340 Status: Hasan Sahih
من الداخل. بدلاً من التركيز على ما ينقصك، ابدأ بتقدير ما تملكه الآن. • تمرين بسيط: دوّن كل يوم ثلاثة أشياء بسيطة جعلتك تبتسم (كوب قهوة، رسالة من صديق، أو حتى لحظة هدوء). هذا يدرب عقلك على رصد الإيجابيات وسط الضجيج. • توقف عن المقارنة: تذكر أن وسائل التواصل الاجتماعي تعرض
من الداخل. بدلاً من التركيز على ما ينقصك، ابدأ بتقدير ما تملكه الآن. • تمرين بسيط: دوّن كل يوم ثلاثة أشياء بسيطة جعلتك تبتسم (كوب قهوة، رسالة من صديق، أو حتى لحظة هدوء). هذا يدرب عقلك على رصد الإيجابيات وسط الضجيج. • توقف عن المقارنة: تذكر أن وسائل التواصل الاجتماعي تعرض "أفضل اللقطات" فقط، فلا تقارن كواليس حياتك المتعبة بعروض الآخرين المثالية. 2. إدارة العقل والمشاعر أفكارك هي التي تلون عالمك؛ إذا كانت سوداوية، سيصبح العالم باهتًا. • عش اللحظة: القلق هو عيش في المستقبل الذي لم يأتِ بعد، والندم هو عيش في الماضي الذي انتهى. ركز على "الآن". • تقبل المشاعر: الحياة ليست سعادة دائمة. من الطبيعي أن تحزن أو تغضب، تقبل هذه المشاعر وأعطِ نفسك حقها في التعبير ثم امضِ قدمًا. 3. الاستثمار في العلاقات الإنسان كائن اجتماعي بطبعه، وجود دائرة داعمة هو سر الصمود النفسي. • النوعية لا الكمية: صديق واحد حقيقي يفهم صمتك خير من مئة صديق للمجاملات. • العطاء: مساعدة الآخرين تعزز هرمونات السعادة (الإندورفين). اصنع يومًا جميلًا لشخص آخر، وستجد أن يومك أصبح أجمل تلقائيًا. #outfitideast #مشاهير_تيك_توك_مشاهير_العرب 💜🌺 #اخوتي #الشعب_الصيني_مال

About