@tiktovvp0m9:

GABI
GABI
Open In TikTok:
Region: BR
Tuesday 14 July 2026 21:40:30 GMT
1828
116
5
3

Music

Download

Comments

domingos.costa079
Domingos Costa :
m
2026-07-16 21:27:43
0
user6995865817535
CARECASP :
oi linda 💓
2026-07-16 09:40:00
0
izaldo.maciel
Izaldo Maciel :
gostosa tá gostosa
2026-07-14 23:20:55
0
joo.pereira.dos.s75
João Pereira Dos Santos :
oi delicia
2026-07-14 22:25:02
0
raimundorivaldoda
Raimundo Rivaldo da Silva :
❤️🌹😳
2026-07-16 00:50:25
0
To see more videos from user @tiktovvp0m9, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

penjelasan 👇                                                                📜 SEJARAH KERAJAAN YERUSALEM 1099–1291   Kerajaan Yerusalem didirikan setelah Perang Salib Pertama. Pada tahun 1095, Paus Urbanus II menyerukan perang untuk merebut Tanah Suci dari kekuasaan Muslim. Ribuan ksatria, rakyat biasa, dan bangsawan Eropa berangkat ke Timur Tengah. Setelah perjalanan panjang dan pertempuran berat, pasukan salib berhasil menaklukkan Yerusalem pada 15 Juli 1099. Kota itu jatuh setelah pengepungan singkat, dan terjadilah pembantaian besar-besaran terhadap penduduk Muslim dan Yahudi di dalamnya.   Setelah kemenangan itu, para pemimpin salib membentuk negara baru. Pada tahun 1100, mereka mengangkat Godfrey dari Bouillon sebagai penguasa pertama dengan gelar “Pelindung Makam Suci”, bukan raja. Setelah ia wafat setahun kemudian, saudaranya Baldwin I menobatkan diri sebagai Raja Yerusalem dan secara resmi mendirikan kerajaan ini.   Masa Kejayaan   Kerajaan ini menjadi pusat kekuasaan salib di Timur Tengah, dengan wilayah meliputi Yerusalem, kota-kota pesisir seperti Akko, Tirus, dan Jaffa, serta daerah pedalaman. Kehidupan di sini sangat unik: terbentuklah masyarakat campuran antara bangsa Eropa, penduduk lokal Kristen, Muslim, dan Yahudi. Muncul sistem hukum sendiri yang disebut Hukum Yerusalem, serta perkembangan perdagangan yang makmur karena posisinya di jalur perdagangan Asia-Eropa.   Dua ordo ksatria militer-religius sangat berperan: Ksatria Bait Allah dan Ksatria Rumah Sakit, yang bertugas melindungi peziarah dan mempertahankan benteng-benteng pertahanan.   Namun, kerajaan ini sejak awal memiliki kelemahan: jumlah penduduk Eropa yang sedikit, jarak jauh dengan Eropa sehingga sulit mendapat bantuan pasukan, serta sering terpecah oleh perselisihan politik dan perebutan takhta.   Masa Penurunan & Ancaman   Pada pertengahan abad ke-12, kekuatan Muslim bersatu di bawah pimpinan Nur ad-Din dan kemudian penerusnya yang paling terkenal, Salahuddin al-Ayyubi. Pada tahun 1187, Salahuddin mengumpulkan pasukan besar dan bertemu dengan tentara Yerusalem di Pertempuran Hattin. Pasukan salib dikalahkan telak, dan Raja Guy dari Lusignan ditawan. Tak lama kemudian, Yerusalem jatuh kembali ke tangan Salahuddin pada 2 Oktober 1187, tanpa pembantaian seperti saat penaklukan salib sebelumnya.   Kejatuhan Yerusalem memicu Perang Salib Ketiga. Raja-raja besar Eropa seperti Richard Si Hati Singa dari Inggris, Friedrich Barbarossa dari Jerman, dan Philippe II dari Prancis berangkat berperang. Meskipun Richard berhasil merebut kembali kota-kota pesisir seperti Akko, ia gagal merebut Yerusalem. Akhirnya disepakati perjanjian damai: Yerusalem tetap dikuasai Muslim, namun peziarah Kristen diperbolehkan berkunjung dengan aman.   Kerajaan Yerusalem secara hukum masih ada, namun pusat kekuasaannya pindah ke kota Akko dan wilayahnya menyusut drastis. Di sini terjadi periode persaingan politik yang kacau, dengan pengaruh kuat dari ordo ksatria dan negara-negara Eropa.   Akhir Sejarah   Selama abad ke-13, kerajaan ini terus melemah. Meskipun ada upaya perang salib lanjutan, termasuk Perang Salib Keenam yang sempat mengembalikan Yerusalem secara damai untuk waktu singkat, kota itu kembali jatuh pada tahun 1244.   Ancaman terbesar datang dari Dinasti Mamluk yang berkuasa di Mesir. Di bawah pimpinan Sultan Baibars dan kemudian Khalil, mereka secara sistematis merebut kota-kota milik salib satu per satu. Puncaknya terjadi pada pengepungan Akko tahun 1291. Setelah pertempuran berdarah yang berlangsung selama sebulan, kota terakhir kekuasaan salib jatuh ke tangan Mamluk.   Dengan jatuhnya Akko, Kerajaan Yerusalem secara resmi berakhir. Tidak ada lagi wilayah yang dikuasai salib di daratan Timur Tengah. Sisa-sisa bangsawan dan ksatria melarikan diri ke pulau Siprus atau Eropa. #History #edit #jarusalem #bladwin #fyp
penjelasan 👇 📜 SEJARAH KERAJAAN YERUSALEM 1099–1291 Kerajaan Yerusalem didirikan setelah Perang Salib Pertama. Pada tahun 1095, Paus Urbanus II menyerukan perang untuk merebut Tanah Suci dari kekuasaan Muslim. Ribuan ksatria, rakyat biasa, dan bangsawan Eropa berangkat ke Timur Tengah. Setelah perjalanan panjang dan pertempuran berat, pasukan salib berhasil menaklukkan Yerusalem pada 15 Juli 1099. Kota itu jatuh setelah pengepungan singkat, dan terjadilah pembantaian besar-besaran terhadap penduduk Muslim dan Yahudi di dalamnya. Setelah kemenangan itu, para pemimpin salib membentuk negara baru. Pada tahun 1100, mereka mengangkat Godfrey dari Bouillon sebagai penguasa pertama dengan gelar “Pelindung Makam Suci”, bukan raja. Setelah ia wafat setahun kemudian, saudaranya Baldwin I menobatkan diri sebagai Raja Yerusalem dan secara resmi mendirikan kerajaan ini. Masa Kejayaan Kerajaan ini menjadi pusat kekuasaan salib di Timur Tengah, dengan wilayah meliputi Yerusalem, kota-kota pesisir seperti Akko, Tirus, dan Jaffa, serta daerah pedalaman. Kehidupan di sini sangat unik: terbentuklah masyarakat campuran antara bangsa Eropa, penduduk lokal Kristen, Muslim, dan Yahudi. Muncul sistem hukum sendiri yang disebut Hukum Yerusalem, serta perkembangan perdagangan yang makmur karena posisinya di jalur perdagangan Asia-Eropa. Dua ordo ksatria militer-religius sangat berperan: Ksatria Bait Allah dan Ksatria Rumah Sakit, yang bertugas melindungi peziarah dan mempertahankan benteng-benteng pertahanan. Namun, kerajaan ini sejak awal memiliki kelemahan: jumlah penduduk Eropa yang sedikit, jarak jauh dengan Eropa sehingga sulit mendapat bantuan pasukan, serta sering terpecah oleh perselisihan politik dan perebutan takhta. Masa Penurunan & Ancaman Pada pertengahan abad ke-12, kekuatan Muslim bersatu di bawah pimpinan Nur ad-Din dan kemudian penerusnya yang paling terkenal, Salahuddin al-Ayyubi. Pada tahun 1187, Salahuddin mengumpulkan pasukan besar dan bertemu dengan tentara Yerusalem di Pertempuran Hattin. Pasukan salib dikalahkan telak, dan Raja Guy dari Lusignan ditawan. Tak lama kemudian, Yerusalem jatuh kembali ke tangan Salahuddin pada 2 Oktober 1187, tanpa pembantaian seperti saat penaklukan salib sebelumnya. Kejatuhan Yerusalem memicu Perang Salib Ketiga. Raja-raja besar Eropa seperti Richard Si Hati Singa dari Inggris, Friedrich Barbarossa dari Jerman, dan Philippe II dari Prancis berangkat berperang. Meskipun Richard berhasil merebut kembali kota-kota pesisir seperti Akko, ia gagal merebut Yerusalem. Akhirnya disepakati perjanjian damai: Yerusalem tetap dikuasai Muslim, namun peziarah Kristen diperbolehkan berkunjung dengan aman. Kerajaan Yerusalem secara hukum masih ada, namun pusat kekuasaannya pindah ke kota Akko dan wilayahnya menyusut drastis. Di sini terjadi periode persaingan politik yang kacau, dengan pengaruh kuat dari ordo ksatria dan negara-negara Eropa. Akhir Sejarah Selama abad ke-13, kerajaan ini terus melemah. Meskipun ada upaya perang salib lanjutan, termasuk Perang Salib Keenam yang sempat mengembalikan Yerusalem secara damai untuk waktu singkat, kota itu kembali jatuh pada tahun 1244. Ancaman terbesar datang dari Dinasti Mamluk yang berkuasa di Mesir. Di bawah pimpinan Sultan Baibars dan kemudian Khalil, mereka secara sistematis merebut kota-kota milik salib satu per satu. Puncaknya terjadi pada pengepungan Akko tahun 1291. Setelah pertempuran berdarah yang berlangsung selama sebulan, kota terakhir kekuasaan salib jatuh ke tangan Mamluk. Dengan jatuhnya Akko, Kerajaan Yerusalem secara resmi berakhir. Tidak ada lagi wilayah yang dikuasai salib di daratan Timur Tengah. Sisa-sisa bangsawan dan ksatria melarikan diri ke pulau Siprus atau Eropa. #History #edit #jarusalem #bladwin #fyp

About