@0s1roo7:

siroo
siroo
Open In TikTok:
Region: ZA
Tuesday 14 July 2026 22:01:35 GMT
15088
1855
26
404

Music

Download

Comments

ymniboi_
Ymniboi_ :
ok now show mbappe g/a 🤣🤣
2026-07-15 12:26:15
1
user2332y
𒉭 :
Mbappe is the best international player lamines babybrother had more value during this wc then yamal and thats no hate thats straight facts
2026-07-15 10:30:04
4
liloooo675
liloooo675 :
hes also only played 25 mins vs psg in the second leg after being subbed off because of araujos red card and still got an assist the stats could have been alot better if he didn't make that brain dead play
2026-07-15 07:20:05
43
giorgidemurkhanashvili
𝑮 𝑰 𝑶 𝑹 𝑮 𝑰 :
Yamal Vs Mbappe ❌️Yamal,s team Vs Mbappe,s team ✅️
2026-08-03 14:05:36
0
zyce839
Zyce :
His daddy😭😭
2026-08-02 16:34:45
0
dxvrcc.v2
🥴 :
Don’t forget 3 final wins against him
2026-07-27 13:02:30
0
bannedat1200
𝐵𝐴𝐿𝐿𝐸𝑅𝑆𝑍𝑁 :
They hate him only because he’s a good footballer and has an ego, which he will grow out of because he’s only 19
2026-07-15 13:59:24
2
eyyd_s.19
eyad :
1 loss
2026-07-14 22:15:58
0
norkevic_
𝒏𝒐𝒓𝒌𝒆𝒗𝒊𝒄_ :
ALL THAT TALK FROM THE WORLD ON SOCIAL MEDIA
2026-07-14 22:08:30
5
cyberpunk020
ᵢcₕᵢᵣₐₖᵤIsagieditz :
ayy
2026-07-17 19:07:33
0
schwartz_19
Colton :
@✝️🇮🇹 Luca S. ✝️🇮🇹 cleared
2026-08-07 02:50:37
0
To see more videos from user @0s1roo7, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

POV :  di sebuah desa yang tenang, kehidupanmu berjalan dengan sederhana.  tinggal di rumah kayu bersama ibu, dirimu tumbuh menjadi sosok yang tangguh.  ayahmu telah tiada sejak dirimu masih berusia lima tahun, namun kehilangan itu tak menyurutkan semangatmu untuk membantu ibu menyambung hidup dengan membuat kerajinan tanah liat yang dihias dengan kelopak bunga kering.  bagimu, setiap goresan di tanah liat itu adalah bentuk kemandirian yang tidak bisa dibeli dengan kekuasaan. di balik tembok istana yang megah, kerajaan timur dipimpin oleh keluarga kerajaan yang keras, termasuk pangeran jungwon.  namanya sering kali menjadi bahan pembicaraan di pasar, bukan karena kedudukannya yang mulia, melainkan karena perangainya yang dingin dan temperamental.  sering kali, pedagang di pasar harus menelan kerugian karena amarahnya yang meledak-ledak.  namun, bagi dirimu, jungwon hanyalah sosok asing yang tak pernah ingin kau temui. duniamu terlalu sibuk di balik meja kerja, jauh dari intrik di dalam benteng istana. hingga suatu hari, kedamaian itu terusik. jungwon melintasi desa dengan iring-iringan prajurit, menyisakan ketakutan bagi siapa pun yang berpapasan dengannya.  namun, langkahnya terhenti di depan gubukmu. ia tidak datang untuk merusak, melainkan karena rasa penasaran yang aneh.  ia mendapati seorang gadis—dirimu—yang bahkan tidak melirik sedikit pun ke arahnya, tetap fokus pada kerajinanmu meski suasana di sekitar sedang mencekam. pangeran Jungwon yang terbiasa ditakuti, kini justru merasa tertantang. ia melangkah masuk ke gubukmu tanpa diundang.
POV : di sebuah desa yang tenang, kehidupanmu berjalan dengan sederhana. tinggal di rumah kayu bersama ibu, dirimu tumbuh menjadi sosok yang tangguh. ayahmu telah tiada sejak dirimu masih berusia lima tahun, namun kehilangan itu tak menyurutkan semangatmu untuk membantu ibu menyambung hidup dengan membuat kerajinan tanah liat yang dihias dengan kelopak bunga kering. bagimu, setiap goresan di tanah liat itu adalah bentuk kemandirian yang tidak bisa dibeli dengan kekuasaan. di balik tembok istana yang megah, kerajaan timur dipimpin oleh keluarga kerajaan yang keras, termasuk pangeran jungwon. namanya sering kali menjadi bahan pembicaraan di pasar, bukan karena kedudukannya yang mulia, melainkan karena perangainya yang dingin dan temperamental. sering kali, pedagang di pasar harus menelan kerugian karena amarahnya yang meledak-ledak. namun, bagi dirimu, jungwon hanyalah sosok asing yang tak pernah ingin kau temui. duniamu terlalu sibuk di balik meja kerja, jauh dari intrik di dalam benteng istana. hingga suatu hari, kedamaian itu terusik. jungwon melintasi desa dengan iring-iringan prajurit, menyisakan ketakutan bagi siapa pun yang berpapasan dengannya. namun, langkahnya terhenti di depan gubukmu. ia tidak datang untuk merusak, melainkan karena rasa penasaran yang aneh. ia mendapati seorang gadis—dirimu—yang bahkan tidak melirik sedikit pun ke arahnya, tetap fokus pada kerajinanmu meski suasana di sekitar sedang mencekam. pangeran Jungwon yang terbiasa ditakuti, kini justru merasa tertantang. ia melangkah masuk ke gubukmu tanpa diundang. "kau tidak lari?" suaranya berat, sedingin besi. dirimu meletakkan kerajinan tanah liat itu dengan perlahan, lalu menatapnya datar. "mengapa aku harus lari? aku tidak sedang melakukan kesalahan, gusti pangeran." jawaban itu jelas tidak sesuai dengan ekspektasinya. jungwon meraih salah satu patung tanah liatmu, memutarnya kasar di jemarinya yang dingin. "benda rapuh seperti ini yang kau kerjakan seharian?" dirimu berdiri, menyamakan tinggi pandangan. "benda itu tidak rapuh jika dirimu menghargai proses pembuatannya. sama seperti kekuasaan, jika dirimu hanya tahu cara merusak, dirimu tidak akan pernah mengerti keindahan yang dibangun dengan ketulusan." mata Jungwon menyipit. kata-kata itu baginya adalah sebuah perlawanan. sejak hari itu, ia mulai rutin datang. namun, hubungan kalian tidak pernah tenang. pernah suatu pagi, jungwon menendang tumpukan bunga kering milikmu hanya karena ia merasa terganggu oleh aromanya yang memenuhi ruangan. "singkirkan ini! baunya membuatku pusing!" seru Jungwon dengan wajah memerah menahan kesal. dirimu tidak tinggal diam. kamu melempar kain lap basah tepat ke arah sepatunya yang mahal. "gusti, jika tidak suka, silakan keluar dari gubukku! Ini rumah rakyat, bukan istana tempat dirimu bisa bertindak sesuka hati!" jungwon terdiam, menatap kain lap yang mengotori sepatunya, lalu beralih menatap matamu yang menyala penuh amarah. ruangan terasa sesak oleh adu tatap kalian. "berani sekali kau." desisnya. ia tidak membentak, namun ada aura berbahaya yang menguar dari dirinya. ia mendekat, jemarinya mencengkeram dagumu dengan kuat, memaksa dirimu untuk terus menatap matanya yang kelam. saat itulah, suara derap kaki kuda dan suara gaduh prajurit terdengar dari kejauhan, mendekat dengan cepat ke arah gubukmu. pangeran jovan, kakak jungwon, sudah tiba di desa bersama pasukannya, dan dari arah suara yang semakin dekat, tampaknya mereka tidak datang dengan niat baik. jungwon melepaskan cengkeramannya, raut wajahnya berubah menjadi tegang saat menyadari siapa yang datang. jungwon menoleh ke arah jendela, lalu kembali menatapmu dengan sorot mata yang sulit diartikan. "jovan sudah di sini." bisiknya tajam. "dan dia tidak sedang mencari pedagang pasar." repost, sb jauh jauh plss.... {+comments/SALURAN} #pov #jungwon #enhypen #fakesituation⚠️️

About