@dil_e_ashufta: #zindgi_ہک_tamasha_ہے💯 #urduquotes #haqeqat

⛓️دل آشُفتہ⛓️
⛓️دل آشُفتہ⛓️
Open In TikTok:
Region: BE
Wednesday 15 July 2026 03:05:29 GMT
5094
110
14
10

Music

Download

Comments

m.mudassar489
M.Mudassar :
humanity 🌟🌟
2026-07-15 03:18:28
2
syedammad926
Syedammad :
سب ہے یہ پر شوہر کا پیار نصیب لگتا ہے دیکھتا بھی نہیں دعا کریں وہ مجھے اپنا لیں امین ورنہ وہ اسی مہینے کے آخر میں باہر چلے جائیں گے 3 سال کے لیے اور ہماری شادی کو 1 مہینہ کچھ دن ہوے ہیں میرے حق میں دعا کریں
2026-07-15 05:38:04
1
not_yours0104
𝙉𝙊𝙏 𝙔𝙊𝙐𝙍𝙎🕊️ :
👍❤️❤️
2026-07-15 04:26:31
1
lifelinez4991
☆Mystic heart☆ :
🥰🥰🥰
2026-07-15 07:35:15
1
ahsindildar1
احسن دلدار رجوکہ (فیصل آبادی) :
💞💞💞
2026-07-16 03:32:38
0
syedammad926
Syedammad :
🥰
2026-07-15 05:35:20
1
aligu414
🦂خطروں کا کھلاڑی🦂 :
❤️❤️❤️
2026-07-20 13:18:15
0
To see more videos from user @dil_e_ashufta, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Mungkin tanpa sadar aku sering menyakitimu karena luka yang sebenarnya bukan kamu yang buat. Trauma dari masa laluku masih sering datang dan memengaruhi caraku bersikap. Kadang aku jadi terlalu takut kehilangan, terlalu banyak berpikir, terlalu mudah curiga, atau terlalu sensitif terhadap hal-hal kecil. Padahal aku tahu, kamu bukan orang yang pernah menyakitiku dulu. Aku sadar itu nggak adil buat kamu. Kamu yang sedang berusaha menyayangiku malah harus menerima ketakutan yang ditinggalkan oleh orang lain. Seolah-olah kamu harus menanggung luka yang bahkan bukan berasal dari kamu. Dan untuk itu, aku benar-benar minta maaf. Percayalah, aku nggak pernah berniat membuatmu merasa tidak dipercaya atau merasa semua usahamu sia-sia. Aku hanya masih belajar berdamai dengan masa lalu yang kadang masih menghantuiku. Bukan karena aku tidak percaya padamu, tapi karena rasa takut itu terkadang datang tanpa bisa aku kendalikan. Terima kasih karena sejauh ini masih bertahan dan tetap mencoba mengerti aku. Aku tahu itu tidak mudah. Aku juga sedang berusaha pelan-pelan menyembuhkan diriku, supaya suatu hari nanti aku bisa mencintaimu tanpa membiarkan luka lama terus ikut hadir di hubungan kita. Kalau nanti aku masih melakukan kesalahan yang sama, tolong ingatkan aku dengan lembut. Aku ingin berubah, bukan hanya demi diriku sendiri, tapi juga demi kita. Karena kamu pantas mendapatkan versi terbaik dariku, bukan bayang-bayang orang yang pernah menyakitiku. Maaf ya, sayang. Terima kasih sudah hadir dengan cara yang berbeda. Aku harap suatu hari nanti aku benar-benar bisa percaya sepenuhnya, bukan karena rasa takutku hilang begitu saja, tetapi karena kamu sudah membuktikan bahwa kamu memang bukan mereka yang ada di masa laluku. #foryou #fir #girls
Mungkin tanpa sadar aku sering menyakitimu karena luka yang sebenarnya bukan kamu yang buat. Trauma dari masa laluku masih sering datang dan memengaruhi caraku bersikap. Kadang aku jadi terlalu takut kehilangan, terlalu banyak berpikir, terlalu mudah curiga, atau terlalu sensitif terhadap hal-hal kecil. Padahal aku tahu, kamu bukan orang yang pernah menyakitiku dulu. Aku sadar itu nggak adil buat kamu. Kamu yang sedang berusaha menyayangiku malah harus menerima ketakutan yang ditinggalkan oleh orang lain. Seolah-olah kamu harus menanggung luka yang bahkan bukan berasal dari kamu. Dan untuk itu, aku benar-benar minta maaf. Percayalah, aku nggak pernah berniat membuatmu merasa tidak dipercaya atau merasa semua usahamu sia-sia. Aku hanya masih belajar berdamai dengan masa lalu yang kadang masih menghantuiku. Bukan karena aku tidak percaya padamu, tapi karena rasa takut itu terkadang datang tanpa bisa aku kendalikan. Terima kasih karena sejauh ini masih bertahan dan tetap mencoba mengerti aku. Aku tahu itu tidak mudah. Aku juga sedang berusaha pelan-pelan menyembuhkan diriku, supaya suatu hari nanti aku bisa mencintaimu tanpa membiarkan luka lama terus ikut hadir di hubungan kita. Kalau nanti aku masih melakukan kesalahan yang sama, tolong ingatkan aku dengan lembut. Aku ingin berubah, bukan hanya demi diriku sendiri, tapi juga demi kita. Karena kamu pantas mendapatkan versi terbaik dariku, bukan bayang-bayang orang yang pernah menyakitiku. Maaf ya, sayang. Terima kasih sudah hadir dengan cara yang berbeda. Aku harap suatu hari nanti aku benar-benar bisa percaya sepenuhnya, bukan karena rasa takutku hilang begitu saja, tetapi karena kamu sudah membuktikan bahwa kamu memang bukan mereka yang ada di masa laluku. #foryou #fir #girls
Kaavish is a Pakistani alternative folk-rock band formed in Karachi in the late 1990s, primarily driven by its founder and creative core, Jaffer Zaidi. The band officially began taking shape around 1998, with Jaffer Zaidi and Maaz Salim as the original members. From the very beginning, Kaavish chose a path that was distinct from mainstream commercial music, focusing instead on poetic Urdu lyrics, minimalistic compositions, and deeply emotional themes. Their music blends elements of folk, soft rock, and acoustic arrangements, often exploring feelings of longing, heartbreak, nostalgia, and quiet introspection. Unlike many bands of their era, Kaavish maintained a low public profile and performed very selectively, allowing their music to speak for itself rather than relying on heavy promotion or frequent media appearances. This approach resulted in slow but organic growth, gradually earning them a devoted and emotionally connected fan base. Their debut album, Tabeer (2009), introduced listeners to their signature melancholic sound and lyrical depth. The band gained widespread critical acclaim with their second album, Goya (2016), which is often regarded as a landmark record for its refined production and emotionally resonant songwriting. In 2021, Kaavish released Nirmaan, an album that reflected maturity, healing, and personal growth, marking an evolution in both sound and theme. Over the years, Jaffer Zaidi has remained the backbone of Kaavish, shaping its musical direction and preserving its artistic integrity. Today, Kaavish is regarded as one of the most respected and emotionally impactful bands in South Asian music, known not for chasing trends, but for creating timeless songs that resonate deeply with listeners. #foryou #vairal #kaavish #cokestudio #pakistanimusic
Kaavish is a Pakistani alternative folk-rock band formed in Karachi in the late 1990s, primarily driven by its founder and creative core, Jaffer Zaidi. The band officially began taking shape around 1998, with Jaffer Zaidi and Maaz Salim as the original members. From the very beginning, Kaavish chose a path that was distinct from mainstream commercial music, focusing instead on poetic Urdu lyrics, minimalistic compositions, and deeply emotional themes. Their music blends elements of folk, soft rock, and acoustic arrangements, often exploring feelings of longing, heartbreak, nostalgia, and quiet introspection. Unlike many bands of their era, Kaavish maintained a low public profile and performed very selectively, allowing their music to speak for itself rather than relying on heavy promotion or frequent media appearances. This approach resulted in slow but organic growth, gradually earning them a devoted and emotionally connected fan base. Their debut album, Tabeer (2009), introduced listeners to their signature melancholic sound and lyrical depth. The band gained widespread critical acclaim with their second album, Goya (2016), which is often regarded as a landmark record for its refined production and emotionally resonant songwriting. In 2021, Kaavish released Nirmaan, an album that reflected maturity, healing, and personal growth, marking an evolution in both sound and theme. Over the years, Jaffer Zaidi has remained the backbone of Kaavish, shaping its musical direction and preserving its artistic integrity. Today, Kaavish is regarded as one of the most respected and emotionally impactful bands in South Asian music, known not for chasing trends, but for creating timeless songs that resonate deeply with listeners. #foryou #vairal #kaavish #cokestudio #pakistanimusic

About