@yau_lawal_imam:

Ya'u lawal imam
Ya'u lawal imam
Open In TikTok:
Region: NG
Wednesday 15 July 2026 08:47:52 GMT
7576
553
43
134

Music

Download

Comments

contentbusiness1
David cee :
Thank you bro 🥰🥰
2026-07-15 17:34:49
0
yakubudachung283
Yakubu Dachung :
more grace sir
2026-07-15 23:10:21
1
gear337
user1691699808431 :
God bless you sir
2026-07-15 16:18:13
1
thomasmaiva
T M MAIVA :
God bless you sir 🙏
2026-07-15 15:27:47
1
ibrahimabdulla00
STIGIDEE FX 🖥️📑📊📉📈 :
Let's talk about the facts, bro. Stop beating around the bush...
2026-07-15 15:43:33
1
queenlazy5
Queen Lizzy 👑👑🇳🇬🇳🇬 :
more Grace sr
2026-07-15 11:33:14
1
user557680218614
Falmata Hycent :
kaine maganin ashaka my brother
2026-07-15 18:39:02
1
prince.emeco
Prince emeco :
You get the same answer thank you brother
2026-07-15 13:54:44
1
wf_emma1
EMMANULE :
🙏🙏
2026-07-15 17:37:07
0
jarafugadzama34
Jarafu :
Allah yayi muku daukaka pastorchin mu sojojin yesu💪💪💪💪💪💪💪
2026-07-15 09:44:39
2
jeremiaheng
Jeremiahengineboy :
God bless you pastor
2026-07-15 19:45:14
0
mumcy.g8
mumcy G :
More grace
2026-07-15 09:33:41
1
jonathaninnocent58
Jonathan Innocent :
Gaskiya
2026-07-15 16:36:37
0
bashirlado7
El Bash Lado Na Almasihu ❤️ :
Gaskiya ne
2026-07-15 14:54:46
0
daniel.ibrahim947
Daniel Ibrahim Yazza :
💐💐💐💐
2026-07-15 08:59:15
0
amosrubijohn
amosrubijohn :
God will bless you malam Ya'u imam
2026-07-15 09:05:42
1
zinbil3
zinbil3 :
gsky ne yafito yakarya ta mna
2026-07-15 22:31:25
0
buharigsm
buhari shuaibu muazu :
mazinata
2026-07-15 15:24:22
0
yagajohn4
🌴 John 😎💰🌴 :
God bless you bro
2026-07-15 09:22:40
0
markusishaya459
markus ishaya :
adam fa dan hassada ne kawai
2026-07-15 10:43:51
0
user6265381346088
zakariya :
God bless you sir
2026-07-15 11:41:56
0
hyelda123
Hy :
more grace
2026-07-15 12:57:52
0
isaac.sale.tula
Isaac sale tula :
bless you brother
2026-07-15 10:46:27
0
0103063020fwagmun
0103063020Fwagmun Yusuf :
my love
2026-07-15 15:25:38
0
yakubu.james67
Karl D sakava :
Your correct my brother
2026-07-15 09:18:29
0
To see more videos from user @yau_lawal_imam, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Krematorium Sunia Sthana Blahbatuh: Solusi Ngaben Modern Tanpa Meninggalkan Tradisi GIANYAR | Newsyess.com – Di tengah perubahan zaman dan meningkatnya kebutuhan efisiensi dalam pelaksanaan upacara adat, Desa Adat Blahbatuh menghadirkan terobosan melalui pembangunan Krematorium Sunia Sthana. Fasilitas ini menjadi solusi pelaksanaan upacara ngaben yang lebih praktis, terjangkau, namun tetap berlandaskan nilai-nilai agama dan tradisi Bali. Mangku Wayan Suastika selaku Jro Bendesa Adat Blahbatuh mengungkapkan, ide pembangunan krematorium ini berangkat dari aspirasi masyarakat yang ia serap sejak awal menjabat. Dalam awig-awig Desa Adat Blahbatuh, tepatnya Pasal 18 ayat 6, disebutkan bahwa desa adat diperbolehkan menyelenggarakan ngaben dalam bentuk kremasi. “Setelah saya terpilih, banyak krama yang datang menyampaikan keinginan untuk kremasi. Bahkan dalam satu hari bisa ada empat sampai lima permintaan. Dari situ saya melihat kebutuhan nyata masyarakat,” ujarnya saat ditemui, Jumat (27/3/2026). Menurutnya, selain faktor praktis, krematorium ini juga hadir untuk meringankan beban ekonomi masyarakat. Pelaksanaan ngaben secara konvensional di rumah kerap membutuhkan biaya besar, bahkan bisa mencapai puluhan hingga ratusan juta rupiah. “Ini bentuk kepedulian kami. Tidak semua krama mampu melaksanakan ngaben besar di rumah. Dengan krematorium, kami ingin menghadirkan solusi yang lebih ringan namun tetap sakral,” jelasnya. Nama Sunia Sthana sendiri memiliki makna filosofis mendalam. “Sunia berarti alam keabadian, dan sthana berarti tempat. Jadi ini dimaknai sebagai tempat menuju keabadian, tempat atma kembali ke asalnya,” terang Suastika. Pembangunan krematorium ini tidaklah mudah. Awalnya, desa hanya memiliki dana sekitar Rp500 juta dari kas desa. Namun, kondisi lahan yang berkontur miring membuat dana tersebut hanya cukup untuk pekerjaan dasar. Berbagai upaya pun dilakukan, termasuk optimalisasi aset desa melalui sistem kontrak lahan, hingga akhirnya pembangunan bisa berlanjut dengan total anggaran yang kini telah mencapai sekitar Rp1,1 miliar dan diperkirakan menembus Rp2 miliar untuk penyelesaian penuh. Krematorium ini resmi beroperasi sejak 5 Maret 2026, setelah sebelumnya melalui proses pelaspasan pada 2 Februari 2026. Dalam waktu sekitar satu bulan, tercatat sudah 17 krama yang memanfaatkan layanan tersebut. Antusiasme tidak hanya datang dari warga Blahbatuh, tetapi juga dari luar desa. Lokasinya yang strategis dan biaya yang relatif terjangkau menjadi daya tarik tersendiri. Untuk biaya, krematorium ini menyediakan beberapa tingkatan layanan. Paket ngaben tingkat sederhana (nista) berkisar Rp14,5 juta, tingkat madya Rp18,5 juta, dan tingkat utama sekitar Rp24,5 juta. Biaya tersebut sudah mencakup berbagai kebutuhan upacara, termasuk banten dan sarana upakara. “Banyak yang memilih tingkat utama karena ingin tetap menjalankan yadnya dengan lengkap, namun dengan biaya yang lebih terkendali dibandingkan ngaben di rumah,” ungkapnya. Selain itu, sistem pengelolaan krematorium melibatkan perwakilan dari delapan banjar yang tergabung dalam struktur organisasi, mulai dari ketua hingga seksi-seksi teknis. Menariknya, pelayanan di krematorium ini juga dilandasi semangat ngayah atau gotong royong tanpa orientasi keuntungan. “Kami tidak mencari keuntungan. Ini murni pelayanan kepada krama, terutama bagi yang kurang mampu. Bahkan LPD desa juga siap membantu pembiayaan dengan bunga ringan,” tambahnya. Meski saat ini layanan baru mencakup upacara ngaben, ke depan pihak desa berencana mengembangkan layanan hingga tahap nyekah. Rencana tersebut telah mendapat persetujuan dalam paruman desa dan akan direalisasikan secara bertahap. Di sisi lain, keberadaan krematorium ini juga dipandang penting dari sisi spiritual. Menurut Suastika, semakin cepat jenazah diupacarai, maka semakin cepat pula atma dapat menuju alam sunia loka. “selengkapnya klik newsyess. com
Krematorium Sunia Sthana Blahbatuh: Solusi Ngaben Modern Tanpa Meninggalkan Tradisi GIANYAR | Newsyess.com – Di tengah perubahan zaman dan meningkatnya kebutuhan efisiensi dalam pelaksanaan upacara adat, Desa Adat Blahbatuh menghadirkan terobosan melalui pembangunan Krematorium Sunia Sthana. Fasilitas ini menjadi solusi pelaksanaan upacara ngaben yang lebih praktis, terjangkau, namun tetap berlandaskan nilai-nilai agama dan tradisi Bali. Mangku Wayan Suastika selaku Jro Bendesa Adat Blahbatuh mengungkapkan, ide pembangunan krematorium ini berangkat dari aspirasi masyarakat yang ia serap sejak awal menjabat. Dalam awig-awig Desa Adat Blahbatuh, tepatnya Pasal 18 ayat 6, disebutkan bahwa desa adat diperbolehkan menyelenggarakan ngaben dalam bentuk kremasi. “Setelah saya terpilih, banyak krama yang datang menyampaikan keinginan untuk kremasi. Bahkan dalam satu hari bisa ada empat sampai lima permintaan. Dari situ saya melihat kebutuhan nyata masyarakat,” ujarnya saat ditemui, Jumat (27/3/2026). Menurutnya, selain faktor praktis, krematorium ini juga hadir untuk meringankan beban ekonomi masyarakat. Pelaksanaan ngaben secara konvensional di rumah kerap membutuhkan biaya besar, bahkan bisa mencapai puluhan hingga ratusan juta rupiah. “Ini bentuk kepedulian kami. Tidak semua krama mampu melaksanakan ngaben besar di rumah. Dengan krematorium, kami ingin menghadirkan solusi yang lebih ringan namun tetap sakral,” jelasnya. Nama Sunia Sthana sendiri memiliki makna filosofis mendalam. “Sunia berarti alam keabadian, dan sthana berarti tempat. Jadi ini dimaknai sebagai tempat menuju keabadian, tempat atma kembali ke asalnya,” terang Suastika. Pembangunan krematorium ini tidaklah mudah. Awalnya, desa hanya memiliki dana sekitar Rp500 juta dari kas desa. Namun, kondisi lahan yang berkontur miring membuat dana tersebut hanya cukup untuk pekerjaan dasar. Berbagai upaya pun dilakukan, termasuk optimalisasi aset desa melalui sistem kontrak lahan, hingga akhirnya pembangunan bisa berlanjut dengan total anggaran yang kini telah mencapai sekitar Rp1,1 miliar dan diperkirakan menembus Rp2 miliar untuk penyelesaian penuh. Krematorium ini resmi beroperasi sejak 5 Maret 2026, setelah sebelumnya melalui proses pelaspasan pada 2 Februari 2026. Dalam waktu sekitar satu bulan, tercatat sudah 17 krama yang memanfaatkan layanan tersebut. Antusiasme tidak hanya datang dari warga Blahbatuh, tetapi juga dari luar desa. Lokasinya yang strategis dan biaya yang relatif terjangkau menjadi daya tarik tersendiri. Untuk biaya, krematorium ini menyediakan beberapa tingkatan layanan. Paket ngaben tingkat sederhana (nista) berkisar Rp14,5 juta, tingkat madya Rp18,5 juta, dan tingkat utama sekitar Rp24,5 juta. Biaya tersebut sudah mencakup berbagai kebutuhan upacara, termasuk banten dan sarana upakara. “Banyak yang memilih tingkat utama karena ingin tetap menjalankan yadnya dengan lengkap, namun dengan biaya yang lebih terkendali dibandingkan ngaben di rumah,” ungkapnya. Selain itu, sistem pengelolaan krematorium melibatkan perwakilan dari delapan banjar yang tergabung dalam struktur organisasi, mulai dari ketua hingga seksi-seksi teknis. Menariknya, pelayanan di krematorium ini juga dilandasi semangat ngayah atau gotong royong tanpa orientasi keuntungan. “Kami tidak mencari keuntungan. Ini murni pelayanan kepada krama, terutama bagi yang kurang mampu. Bahkan LPD desa juga siap membantu pembiayaan dengan bunga ringan,” tambahnya. Meski saat ini layanan baru mencakup upacara ngaben, ke depan pihak desa berencana mengembangkan layanan hingga tahap nyekah. Rencana tersebut telah mendapat persetujuan dalam paruman desa dan akan direalisasikan secara bertahap. Di sisi lain, keberadaan krematorium ini juga dipandang penting dari sisi spiritual. Menurut Suastika, semakin cepat jenazah diupacarai, maka semakin cepat pula atma dapat menuju alam sunia loka. “selengkapnya klik newsyess. com

About