@laminefane666: #creatorsearchinsight #somasso #zanpèrè #viral tiktok #

LAMINE FANE
LAMINE FANE
Open In TikTok:
Region: ML
Wednesday 15 July 2026 22:19:51 GMT
4161
565
20
19

Music

Download

Comments

adamadiarra9950
Adama diarra :
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
2026-07-16 02:00:57
1
bascoulibaly3
L'homme silencieux 🤭🤭 :
vive la culture Miankala 💪🏾
2026-07-16 06:43:15
1
83755901bouramagoti
83 75 59 01 :
🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰
2026-07-16 19:42:27
1
adamadiarra9950
Adama diarra :
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
2026-07-16 02:00:43
1
yacoubacoulibaly909
yacoubacoulibaly909 :
🥰🥰🥰🥰🥰🥰
2026-07-16 05:52:11
1
user3849736348439
user3849736348439 :
🙏🙏🙏
2026-07-16 07:40:25
1
marco.alou
Marco alou :
🥰🥰🥰
2026-07-15 22:28:26
1
djir702
Djiré Djiré :
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
2026-07-16 13:10:33
0
adama18141
Adama 💯 :
🥰🥰🥰
2026-07-16 16:51:42
1
amaracoumare7
AMARA COUMARE :
🌹🌹🌹
2026-07-16 10:36:46
1
user7134610249920
user7134610249920 :
❤️❤️❤️
2026-07-16 13:30:36
1
user2479020638477
user2479020638477 :
🥰🥰🥰🥰👍
2026-07-16 16:36:30
1
moustafacoulibal9
Moustafa Coulibaly :
👍
2026-07-15 23:23:25
1
acha.lova35
Aïcha Lova :
😳😳😳
2026-07-16 20:49:10
1
user67005188618455
user67005188618455 :
🥰🥰🥰
2026-07-16 21:46:05
1
vieusogoba505
Vieu Sogoba :
🙏🙏🙏
2026-07-16 12:57:41
1
moustapha53600
Merci maman :
❤️❤️❤️
2026-07-16 08:16:20
0
yacoubacoulibaly909
yacoubacoulibaly909 :
🥰🥰🥰
2026-07-16 05:51:33
1
kaderkoulou
KADER Koulou :
💙💙💙
2026-07-15 22:24:06
1
morceau.coulibaly
Morceau Coulibaly :
🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰
2026-07-16 22:19:43
1
To see more videos from user @laminefane666, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

#pov  Hujan turun sejak sore. Membasahi jalanan kota yang penuh lampu malam, membuat semuanya tampak buram di balik kaca mobilmu. Tapi tidak seburam perasaanmu saat melihat sendiri Park Sunghoon, calon suamimu berjalan berdampingan dengan seorang wanita. Wanita itu cantik. Terlalu cantik. Dan Sunghoon terlihat nyaman di sampingnya. Padahal dua bulan lagi kalian menikah. Jemari tanganmu menggenggam setir erat sampai buku-buku jarimu memutih. Dadamu sesak. Kepalamu penuh pertanyaan yang sejak tadi menolak pergi. “Kenapa dia bohong…?” Karena tadi pagi Sunghoon bilang dia sibuk meeting. Tapi nyatanya? Dia tertawa bersama wanita lain. Malam itu juga kamu datang ke apartemennya. Tanpa memberi kabar. Tanpa berpikir panjang. Lift berjalan lambat, membuat emosimu semakin penuh. Dan saat pintu apartemen terbuka setelah kamu memasukkan kode akses, aroma parfum Sunghoon langsung menyambutmu. Lampu ruang tamu masih menyala redup. Sunghoon muncul dari arah dapur sambil menenggak air dari botol. Saat melihatmu, ekspresinya langsung berubah kaget. “Yn?” Kamu berdiri diam di dekat pintu. Tatapanmu dingin. “Aku mau batalin pertunangan kita.” Kalimat itu keluar begitu saja. Dan untuk pertama kalinya, Sunghoon terlihat benar-benar kehilangan kata-kata. “Apa?” “Aku lihat kamu tadi.” Sunyi. Hanya suara hujan dari balkon yang terdengar samar. “Kamu jalan sama perempuan lain,” lanjutmu lirih, suaramu mulai bergetar. “Dan aku capek pura-pura percaya semuanya baik-baik aja.” Sunghoon menghembuskan napas panjang sambil menatap lantai sesaat. Rahangnya mengeras. “Itu bukan seperti yang kamu pikir.” “Klasik.” Kamu tertawa kecil, pahit. “Semua cowok selalu bilang begitu.” Kamu melepas cincin tunanganmu perlahan. Tapi sebelum cincin itu benar-benar lepas, Sunghoon berjalan cepat mendekat lalu menahan tanganmu. “Jangan.” Nada suaranya rendah. Serius. Tatapan matanya tidak setenang biasanya lagi. “Aku nggak mau kehilangan kamu cuma karena salah paham.” “Kamu pikir aku bakal percaya?” “Aku nggak peduli kamu percaya atau nggak sekarang,” katanya pelan. “Tapi jangan pergi malam ini.” Kamu berusaha menarik tanganmu, tapi Sunghoon malah menggenggamnya lebih erat. Bukan kasar. Tapi cukup kuat untuk menghentikanmu pergi. Dan entah kenapa, itu membuat pertahananmu runtuh sedikit demi sedikit. “Aku marah sama kamu…” bisikmu. “Aku tau.” “Aku kecewa.” “Aku tau.” “Terus kenapa kamu masih nahan aku?” Sunghoon menatapmu lama. Sangat lama. Sampai akhirnya dia berkata pelan— “Karena aku cinta kamu.” Kalimat sederhana itu justru menghancurkan bendungan emosimu. Air matamu jatuh begitu saja. Dan malam itu berubah jadi malam paling panjang dalam hubungan kalian. Bukan tentang kemarahan lagi. Bukan tentang ego. Tapi tentang dua orang yang sama-sama takut kehilangan. Sunghoon memelukmu erat di tengah tangismu, membiarkanmu meluapkan semua kecewa yang selama ini kamu tahan. Kalian berbicara sampai larut malam, saling menyakiti lewat kejujuran, lalu perlahan saling menenangkan kembali. Dan ketika akhirnya suasana menjadi lebih tenang, Sunghoon mencium keningmu lama sekali sambil memelukmu dekat di dadanya, seolah takut kamu benar-benar pergi saat dia melepaskanmu. Malam itu kalian tetap bersama. Dengan hati yang masih berantakan. Dengan cinta yang masih terlalu besar untuk dilepaskan begitu saja. Tapi jauh di dalam dirimu… Pertanyaan itu masih ada. Apa Sunghoon benar-benar tidak menyembunyikan apa pun darimu? — Cahaya matahari pagi masuk lewat celah tirai apartemen. Hangatnya samar mengenai wajahmu yang masih setengah tenggelam di dada Sunghoon. Kamu membuka mata perlahan. Dan detik itu juga, ingatan semalam menghantam kepalamu tanpa ampun. Tentang tangisanmu. Tentang pertengkaran kalian. Tentang bagaimana akhirnya Sunghoon memelukmu erat sepanjang malam seolah kamu adalah satu-satunya hal yang dia takut kehilangan. Pipimu langsung memanas. Karena sekarang lengan Sunghoon masih melingkar di pinggangmu. Wajahnya tertidur tenang tepat di dekat rambutmu, napasnya teratur menyapu pelan tengkukmu. +💬/ SL (LINK DM) #sunghoon #enhypen #fyp #4u
#pov Hujan turun sejak sore. Membasahi jalanan kota yang penuh lampu malam, membuat semuanya tampak buram di balik kaca mobilmu. Tapi tidak seburam perasaanmu saat melihat sendiri Park Sunghoon, calon suamimu berjalan berdampingan dengan seorang wanita. Wanita itu cantik. Terlalu cantik. Dan Sunghoon terlihat nyaman di sampingnya. Padahal dua bulan lagi kalian menikah. Jemari tanganmu menggenggam setir erat sampai buku-buku jarimu memutih. Dadamu sesak. Kepalamu penuh pertanyaan yang sejak tadi menolak pergi. “Kenapa dia bohong…?” Karena tadi pagi Sunghoon bilang dia sibuk meeting. Tapi nyatanya? Dia tertawa bersama wanita lain. Malam itu juga kamu datang ke apartemennya. Tanpa memberi kabar. Tanpa berpikir panjang. Lift berjalan lambat, membuat emosimu semakin penuh. Dan saat pintu apartemen terbuka setelah kamu memasukkan kode akses, aroma parfum Sunghoon langsung menyambutmu. Lampu ruang tamu masih menyala redup. Sunghoon muncul dari arah dapur sambil menenggak air dari botol. Saat melihatmu, ekspresinya langsung berubah kaget. “Yn?” Kamu berdiri diam di dekat pintu. Tatapanmu dingin. “Aku mau batalin pertunangan kita.” Kalimat itu keluar begitu saja. Dan untuk pertama kalinya, Sunghoon terlihat benar-benar kehilangan kata-kata. “Apa?” “Aku lihat kamu tadi.” Sunyi. Hanya suara hujan dari balkon yang terdengar samar. “Kamu jalan sama perempuan lain,” lanjutmu lirih, suaramu mulai bergetar. “Dan aku capek pura-pura percaya semuanya baik-baik aja.” Sunghoon menghembuskan napas panjang sambil menatap lantai sesaat. Rahangnya mengeras. “Itu bukan seperti yang kamu pikir.” “Klasik.” Kamu tertawa kecil, pahit. “Semua cowok selalu bilang begitu.” Kamu melepas cincin tunanganmu perlahan. Tapi sebelum cincin itu benar-benar lepas, Sunghoon berjalan cepat mendekat lalu menahan tanganmu. “Jangan.” Nada suaranya rendah. Serius. Tatapan matanya tidak setenang biasanya lagi. “Aku nggak mau kehilangan kamu cuma karena salah paham.” “Kamu pikir aku bakal percaya?” “Aku nggak peduli kamu percaya atau nggak sekarang,” katanya pelan. “Tapi jangan pergi malam ini.” Kamu berusaha menarik tanganmu, tapi Sunghoon malah menggenggamnya lebih erat. Bukan kasar. Tapi cukup kuat untuk menghentikanmu pergi. Dan entah kenapa, itu membuat pertahananmu runtuh sedikit demi sedikit. “Aku marah sama kamu…” bisikmu. “Aku tau.” “Aku kecewa.” “Aku tau.” “Terus kenapa kamu masih nahan aku?” Sunghoon menatapmu lama. Sangat lama. Sampai akhirnya dia berkata pelan— “Karena aku cinta kamu.” Kalimat sederhana itu justru menghancurkan bendungan emosimu. Air matamu jatuh begitu saja. Dan malam itu berubah jadi malam paling panjang dalam hubungan kalian. Bukan tentang kemarahan lagi. Bukan tentang ego. Tapi tentang dua orang yang sama-sama takut kehilangan. Sunghoon memelukmu erat di tengah tangismu, membiarkanmu meluapkan semua kecewa yang selama ini kamu tahan. Kalian berbicara sampai larut malam, saling menyakiti lewat kejujuran, lalu perlahan saling menenangkan kembali. Dan ketika akhirnya suasana menjadi lebih tenang, Sunghoon mencium keningmu lama sekali sambil memelukmu dekat di dadanya, seolah takut kamu benar-benar pergi saat dia melepaskanmu. Malam itu kalian tetap bersama. Dengan hati yang masih berantakan. Dengan cinta yang masih terlalu besar untuk dilepaskan begitu saja. Tapi jauh di dalam dirimu… Pertanyaan itu masih ada. Apa Sunghoon benar-benar tidak menyembunyikan apa pun darimu? — Cahaya matahari pagi masuk lewat celah tirai apartemen. Hangatnya samar mengenai wajahmu yang masih setengah tenggelam di dada Sunghoon. Kamu membuka mata perlahan. Dan detik itu juga, ingatan semalam menghantam kepalamu tanpa ampun. Tentang tangisanmu. Tentang pertengkaran kalian. Tentang bagaimana akhirnya Sunghoon memelukmu erat sepanjang malam seolah kamu adalah satu-satunya hal yang dia takut kehilangan. Pipimu langsung memanas. Karena sekarang lengan Sunghoon masih melingkar di pinggangmu. Wajahnya tertidur tenang tepat di dekat rambutmu, napasnya teratur menyapu pelan tengkukmu. +💬/ SL (LINK DM) #sunghoon #enhypen #fyp #4u

About