Versi lengkapnya di sirah nabawiyah tanpa potongan "Meskipun kondisi kesehatan beliau semakin menurun, Rasulullah SAW tetap berupaya menjalankan tanggung jawabnya. Namun, saat tubuh beliau semakin tidak berdaya, beliau meminta izin kepada istri-istrinya untuk dirawat di satu tempat yang beliau kehendaki. Suatu hari beliau bertanya kepada istri-istrinya, ’’Di mana giliranku besok? Di mana giliranku besok? Beliau akhirnya menetap di rumah Aisyah, tempat beliau menghabiskan hari-hari terakhirnya. Dalam kondisi yang sangat memprihatinkan, beliau berjalan menuju bilik Aisyah dengan dipapah oleh dua orang kerabatnya, yaitu Fadhl bin Al-Abbas dan Ali bin Abi Thalib, dengan kedua kaki yang melangkah lemah."
2026-07-16 22:02:06
1
Farida :
hallah giliran di bles sma bang zuma skakmat bang zuma cerdas badas the best
2026-07-16 05:07:16
1
Cleopatra kiko :
Matilah KITA dengar ayat2 ini😂😅😁😳
2026-07-16 10:09:19
4
Rany Wek :
Itu la bentuk keadilan yg cm d miliki oleh baginda Nabi bsar Muhammad SAW kpd istri2 ny
2026-07-16 03:10:25
0
user2822810908541 :
maksutnya giliran apa itu...?
2026-07-16 00:23:57
9
ombink :
layak dikasih gelar pria perkasa sepanjang zaman, lagi sakitpun masih menunjukkan keperkasaannya...😊😄😅😂🤣
2026-07-16 02:55:42
12
💘HERI💘 :
maka nya di kaji jangan hanya membaca..
2026-07-16 12:18:51
1
354NVR :
Seminggu sebelum wafat (12 Rabiul Awal 11 H), kondisi fisik Rasulullah ﷺ mulai melemah karena demam. Meski sakit, beliau tetap berupaya mengimami shalat dan memberikan wasiat penting agar umat menjaga shalat serta hak-hak hamba sahaya. Beliau juga berpesan untuk tidak menjadikan makam para nabi sebagai tempat ibadah.
Berikut adalah beberapa peristiwa penting pada hari-hari terakhir menjelang wafatnya beliau:
Ziarah ke Baqi': Pada hari-hari menjelang sakitnya, Rasulullah ﷺ menyempatkan diri berziarah ke pemakaman Baqi' untuk mendoakan kaum Muslimin yang telah wafat.
Persiapan Pasukan: Sebelum sakit parah, beliau sempat menyiapkan pasukan di bawah pimpinan Usamah bin Zaid untuk menghadapi Romawi.
Rabu (5 Hari Sebelum Wafat): Suhu badan beliau meninggi. Dalam keadaan kepala diikat kain, beliau naik ke mimbar, memohon maaf, dan mempersilakan siapa saja yang pernah disakiti untuk membalasnya.