@georgeshaskour: Apareció el hermano de Bellingham solo en Maracay #maracay #venezuela🇻🇪 #fypシ #xbcyza #humor

georgeshaskour
georgeshaskour
Open In TikTok:
Region: VE
Thursday 16 July 2026 06:17:55 GMT
42973
3651
68
1456

Music

Download

Comments

eduardo_perez.0
edu :
dios mío por qué somos tan pasteleros?
2026-07-16 15:14:54
231
crix.linares
Cris :
yo me imagino que el resto ahí serán hermanos de messi
2026-07-16 12:42:58
155
ananbh_
ana :
ah y yo me imagino q todos los demás son tios, primos y hermanos de messi 😂😂
2026-07-16 17:00:36
19
nadie.js2
nadie.js2 :
jajajajajajaj está en otro vídeo
2026-07-16 14:34:47
23
alexandroxl2
ELCÁNCERENPERSONA :
Por las Malvinas sector 9 Caña de Azúcar 📍
2026-07-16 20:02:26
14
jcarlos1409
JCRG :
Nadie habla de lo asustado q estaba el niño gracias a Estos gallos
2026-07-16 16:08:36
35
ipaaolita
𝑃𝑎𝑜⚡ :
Lo he visto en varios vídeos JAJAJAJAJAJAJSHSJAJA
2026-07-16 11:56:22
62
y.on100
Yon1 :
Era este
2026-07-16 20:35:51
5
.luicifer
Luis Carmona :
Me dió cosita.🫩
2026-07-17 00:25:57
0
gabriel.guillen13
Gabriel guillen :
yo vengo del otro video jajajana
2026-07-17 00:16:43
0
titopzhzz
Titoシ :
2026-07-16 15:15:17
5
andreina.0609
🦋Alondra Andreina🦋 :
yo lo viiii JAJAJAJQJAJJAA tenía yo un peo prendido por tlf y cuando lo ví me cague de las risas
2026-07-16 15:13:42
1
im_frank_
I'm frank :
y los argentinos de Maracay 😂😂
2026-07-16 22:33:39
0
ysmajr06
Ysma :
eso es llevar el fanatismo voy alto
2026-07-16 06:41:43
4
sebaskicks.ve
sebaskicks.ve :
Pero se sabe el verbo ( to be?)
2026-07-16 12:33:57
6
samu07.06
Sam_14💎 :
yo estaba ahí y los perseguimos hasta q se fue de las américas
2026-07-16 14:42:26
5
griseldachichi
griselda :
😂😂😂😂yo lo vi😂😂
2026-07-16 20:05:58
0
kevinho.vz
kevinho :
Con ver esto me doy cuenta que nunca seremos una selección grande
2026-07-16 17:47:09
0
alexanderomerooo
alexanderomerooo :
Cuando te gusta llevarle la contraria a todos jajajaja lo entiendo 🤣😂
2026-07-16 21:53:01
0
To see more videos from user @georgeshaskour, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Sungguh ironis melihat bagaimana diskursus publik kita bisa dengan mudahnya dibajak oleh satu judul berita provokatif. Belakangan ini, ramai narasi yang menggiring opini seolah-olah Presiden menggunakan APBN untuk ibadah kurban pribadinya. Mari kita naikkan level literasi politik kita dan melihat isu ini dengan kacamata yang lebih kritis namun tetap diplomatis. Kita harus mulai membiasakan diri untuk memisahkan antara entitas personal dan institusional. Bantuan 1.098 sapi tersebut bukanlah ibadah kurban atas nama pribadi Prabowo, melainkan bagian dari Bantuan Kemasyarakatan (Banmas) Presiden. Ini adalah instrumen resmi tata negara, didanai oleh APBN, dan secara spesifik dirancang agar kehadiran negara bisa dirasakan langsung oleh masyarakat di akar rumput, pesantren, ormas, dan daerah-daerah yang jauh dari gemerlap Pulau Jawa. Dalam negara demokrasi, sikap kritis bukanlah sekadar opsi, melainkan kewajiban. Kita sangat berhak mengawasi pemerintah. Namun, kemarahan yang didasari oleh framing keliru hanya akan menghasilkan kebisingan tanpa makna. Jika kita benar-benar peduli pada rakyat, pindahkan fokus kritik tersebut pada substansi eksekusinya. Tanyakan dan kawal prosesnya: Apakah penyaluran sapi Banmas ini sudah transparan? Apakah distribusinya tepat sasaran dan benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak di daerah? Itulah bentuk pengawasan yang cerdas dan substantif. Berbeda pandangan politik adalah hal yang lumrah. Namun, jangan sampai keengganan kita pada sosok tertentu membuat kita secara tidak sadar ikut menyerang dan memelintir program negara yang manfaatnya jelas-jelas ditujukan untuk mengisi perut rakyat. Mari jadi masyarakat yang kritis secara objektif, bukan kritis karena termakan clickbait. 🇮🇩⚖️ #DemokrasiCerdas #KritikSubstantif #BanmasPresiden #FaktaBicara #EdukasiPolitik #PrabowoSubianto #AkalSehat #BantuanRakyat #LiterasiPolitik #IndonesiaMaju
Sungguh ironis melihat bagaimana diskursus publik kita bisa dengan mudahnya dibajak oleh satu judul berita provokatif. Belakangan ini, ramai narasi yang menggiring opini seolah-olah Presiden menggunakan APBN untuk ibadah kurban pribadinya. Mari kita naikkan level literasi politik kita dan melihat isu ini dengan kacamata yang lebih kritis namun tetap diplomatis. Kita harus mulai membiasakan diri untuk memisahkan antara entitas personal dan institusional. Bantuan 1.098 sapi tersebut bukanlah ibadah kurban atas nama pribadi Prabowo, melainkan bagian dari Bantuan Kemasyarakatan (Banmas) Presiden. Ini adalah instrumen resmi tata negara, didanai oleh APBN, dan secara spesifik dirancang agar kehadiran negara bisa dirasakan langsung oleh masyarakat di akar rumput, pesantren, ormas, dan daerah-daerah yang jauh dari gemerlap Pulau Jawa. Dalam negara demokrasi, sikap kritis bukanlah sekadar opsi, melainkan kewajiban. Kita sangat berhak mengawasi pemerintah. Namun, kemarahan yang didasari oleh framing keliru hanya akan menghasilkan kebisingan tanpa makna. Jika kita benar-benar peduli pada rakyat, pindahkan fokus kritik tersebut pada substansi eksekusinya. Tanyakan dan kawal prosesnya: Apakah penyaluran sapi Banmas ini sudah transparan? Apakah distribusinya tepat sasaran dan benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak di daerah? Itulah bentuk pengawasan yang cerdas dan substantif. Berbeda pandangan politik adalah hal yang lumrah. Namun, jangan sampai keengganan kita pada sosok tertentu membuat kita secara tidak sadar ikut menyerang dan memelintir program negara yang manfaatnya jelas-jelas ditujukan untuk mengisi perut rakyat. Mari jadi masyarakat yang kritis secara objektif, bukan kritis karena termakan clickbait. 🇮🇩⚖️ #DemokrasiCerdas #KritikSubstantif #BanmasPresiden #FaktaBicara #EdukasiPolitik #PrabowoSubianto #AkalSehat #BantuanRakyat #LiterasiPolitik #IndonesiaMaju

About