@dogenight: Pupue and shark #luckystar #konata #konataizumi

Dogenight
Dogenight
Open In TikTok:
Region: US
Thursday 16 July 2026 06:45:28 GMT
77642
15615
249
5651

Music

Download

Comments

sugarcloudconducter
꒰ঌ kyuu ໒꒱ ⋆˙ ♡ ྀིྀིྀིྀིྀི :
lucky star slop
2026-07-16 06:49:41
88
timobogdal
timobogdal :
Pupue
2026-07-16 13:42:38
4
warhog28l04
Hog_1337 [🇸🇰] :
как автор делает этиь видио
2026-07-16 10:06:27
359
el.jotito.de_tiktok
el3sp :
me in the beach:
2026-07-28 04:30:51
0
voidedluna
⋆。°✩ ~ Sophie ~ ✩ °。⋆ :
Is this real I’m happy
2026-07-16 15:45:15
26
elpanzon_21
Valentino :
Noooo dont do it konata
2026-07-16 06:49:30
69
plumpyforlifeagain
PlumpyForLife😼🔥 :
Goodjob!
2026-07-16 06:48:31
33
loziri_z_ochei
Happy birthday Daniel :
2026-07-16 07:34:19
102
nevedomayahuinya
Osaka mashup :
Ура я деградирую
2026-07-17 14:27:26
14
gloyuiop
gloyuiop :
гуд джаб
2026-07-16 12:35:41
36
nanoguse
nanoguse :
а прикиньте это не правда
2026-07-16 06:50:41
824
dranik394
Dranik :
геймплей рафта?
2026-07-17 19:31:10
6
nosikkokosik
大鲨鱼 :
2026-07-16 07:11:28
6
kopatel.online.top
Kopatel Online :
капес
2026-07-16 11:38:32
8
mika_3913
Mika_39 :
чeZa аниме?
2026-07-16 12:25:36
4
mika_3913
Mika_39 :
чeZa аниме?
2026-07-18 05:30:25
3
sunnyside5669
☆!!ꌃ꒒ꀎꀎꀸꀎꀸ'ꌗ ꍌ꒒ꄲꃳꏂ!!☆ 🍝🌍 :
Whatever keeps the fandom alive ❤️
2026-07-26 23:47:57
4
urbexvtk
Из жалости :
а ещё чо скажешь
2026-07-16 07:20:48
2
43pywnya
ТГК:: chepywnyaa :
как я смотрю это видео:
2026-07-27 14:08:06
6
To see more videos from user @dogenight, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Terbakar oleh Kebiasaan, Jauh dari Keajaiban‼️😌 Ada saat-saat dalam hidup ketika kita berdoa dengan sungguh-sungguh, memohon perubahan, keberkahan, ketenangan, dan jalan keluar dari segala kesulitan. Namun diam-diam, kita masih memelihara kebiasaan yang sama: menunda taubat, mengulang kesalahan, menuruti hawa nafsu, dan membiarkan hati dipenuhi hal-hal yang menjauhkan kita dari Allah. Ibnu Atha’illah As-Sakandari mengingatkan dengan kalimat yang sederhana namun menghunjam: “Bagaimana mungkin engkau mendapatkan sesuatu yang luar biasa, sementara engkau belum meninggalkan kebiasaan-kebiasaan burukmu?” Bayangkan seorang musafir yang ingin sampai ke taman yang indah, tetapi ia terus berjalan ke arah yang berlawanan. Setiap hari ia mengeluh mengapa belum sampai, padahal langkahnya sendiri menjauhkan dirinya dari tujuan. Begitulah manusia. Kita menginginkan cahaya, tetapi masih mencintai kegelapan yang sama. Kita mengharapkan kedekatan dengan Allah, tetapi enggan melepaskan kebiasaan yang menjadi hijab antara diri dan-Nya. Dalam pandangan para sufi, perubahan besar bukan dimulai dari hasil yang besar, melainkan dari keberanian memerangi kebiasaan kecil yang merusak hati. Sebab dosa yang terus diulang bukan sekadar kesalahan, tetapi bisa menjadi rantai yang mengikat perjalanan ruhani seseorang. Allah ﷻ berfirman: “Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.” (QS. Ar-Ra’d: 11) Ayat ini bukan hanya berbicara tentang perubahan nasib, tetapi juga perubahan jiwa. Pertolongan Allah datang kepada mereka yang mau memulai langkah perbaikan dari dalam dirinya. Imam Al-Ghazali menjelaskan bahwa hati ibarat cermin. Setiap maksiat yang dilakukan dan diulang akan meninggalkan noda. Bila noda itu terus bertambah tanpa taubat, cahaya kebenaran menjadi sulit dipantulkan. Karena itu, jalan menuju Allah bukan hanya memperbanyak amal, tetapi juga membersihkan hati dari kebiasaan yang mengotorinya. Mungkin yang menghalangi datangnya ketenangan bukan kurangnya rezeki. Mungkin yang menghalangi terkabulnya doa bukan kurangnya permintaan. Bisa jadi yang menjadi penghalang adalah kebiasaan yang belum kita tinggalkan, padahal kita sudah mengetahui bahwa itu tidak disukai oleh Allah. Hari ini, jangan fokus menjadi luar biasa. Fokuslah meninggalkan satu kebiasaan buruk yang selama ini menghambat langkahmu menuju-Nya. Sebab sering kali, keajaiban hidup dimulai ketika seorang hamba berani berkata pada dirinya sendiri: “Cukup. Aku ingin berubah karena Allah.” Karena Allah tidak menuntut kesempurnaan dalam satu malam, tetapi Dia mencintai hamba yang terus kembali dan memperbaiki dirinya. Semoga Allah membersihkan hati kita dari kebiasaan yang menjauhkan dari-Nya, menggantinya dengan amal yang dicintai-Nya, serta menjadikan kita termasuk hamba yang diberi taufik untuk terus berubah menuju kebaikan. Aamiin. #MuhasabahDiri #IbnuAthaillah #Tasawuf #fyp
Terbakar oleh Kebiasaan, Jauh dari Keajaiban‼️😌 Ada saat-saat dalam hidup ketika kita berdoa dengan sungguh-sungguh, memohon perubahan, keberkahan, ketenangan, dan jalan keluar dari segala kesulitan. Namun diam-diam, kita masih memelihara kebiasaan yang sama: menunda taubat, mengulang kesalahan, menuruti hawa nafsu, dan membiarkan hati dipenuhi hal-hal yang menjauhkan kita dari Allah. Ibnu Atha’illah As-Sakandari mengingatkan dengan kalimat yang sederhana namun menghunjam: “Bagaimana mungkin engkau mendapatkan sesuatu yang luar biasa, sementara engkau belum meninggalkan kebiasaan-kebiasaan burukmu?” Bayangkan seorang musafir yang ingin sampai ke taman yang indah, tetapi ia terus berjalan ke arah yang berlawanan. Setiap hari ia mengeluh mengapa belum sampai, padahal langkahnya sendiri menjauhkan dirinya dari tujuan. Begitulah manusia. Kita menginginkan cahaya, tetapi masih mencintai kegelapan yang sama. Kita mengharapkan kedekatan dengan Allah, tetapi enggan melepaskan kebiasaan yang menjadi hijab antara diri dan-Nya. Dalam pandangan para sufi, perubahan besar bukan dimulai dari hasil yang besar, melainkan dari keberanian memerangi kebiasaan kecil yang merusak hati. Sebab dosa yang terus diulang bukan sekadar kesalahan, tetapi bisa menjadi rantai yang mengikat perjalanan ruhani seseorang. Allah ﷻ berfirman: “Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.” (QS. Ar-Ra’d: 11) Ayat ini bukan hanya berbicara tentang perubahan nasib, tetapi juga perubahan jiwa. Pertolongan Allah datang kepada mereka yang mau memulai langkah perbaikan dari dalam dirinya. Imam Al-Ghazali menjelaskan bahwa hati ibarat cermin. Setiap maksiat yang dilakukan dan diulang akan meninggalkan noda. Bila noda itu terus bertambah tanpa taubat, cahaya kebenaran menjadi sulit dipantulkan. Karena itu, jalan menuju Allah bukan hanya memperbanyak amal, tetapi juga membersihkan hati dari kebiasaan yang mengotorinya. Mungkin yang menghalangi datangnya ketenangan bukan kurangnya rezeki. Mungkin yang menghalangi terkabulnya doa bukan kurangnya permintaan. Bisa jadi yang menjadi penghalang adalah kebiasaan yang belum kita tinggalkan, padahal kita sudah mengetahui bahwa itu tidak disukai oleh Allah. Hari ini, jangan fokus menjadi luar biasa. Fokuslah meninggalkan satu kebiasaan buruk yang selama ini menghambat langkahmu menuju-Nya. Sebab sering kali, keajaiban hidup dimulai ketika seorang hamba berani berkata pada dirinya sendiri: “Cukup. Aku ingin berubah karena Allah.” Karena Allah tidak menuntut kesempurnaan dalam satu malam, tetapi Dia mencintai hamba yang terus kembali dan memperbaiki dirinya. Semoga Allah membersihkan hati kita dari kebiasaan yang menjauhkan dari-Nya, menggantinya dengan amal yang dicintai-Nya, serta menjadikan kita termasuk hamba yang diberi taufik untuk terus berubah menuju kebaikan. Aamiin. #MuhasabahDiri #IbnuAthaillah #Tasawuf #fyp

About