@greta_rossetti: @Derma laser clinic

Greta Rossetti
Greta Rossetti
Open In TikTok:
Region: IT
Thursday 16 July 2026 08:11:52 GMT
55032
3590
8
410

Music

Download

Comments

daniel.17983
daniel.17983 :
Meravigliosa ❤️❤️❤️
2026-07-16 10:40:04
0
antove40
Antove :
Sei inimitabile ✨❤️
2026-07-16 10:34:38
0
paola.lo.bianco
Paola Lo bianco :
quella che conta nella vita è la felicità la bellezza prima o poi passa col tempo l' ho capirai 😌😌😌😌😌
2026-07-16 08:27:56
2
_dany_080
Dany :
❤️😍
2026-07-16 09:30:35
1
fagiana69
FAGIANA :
❤️❤️🌸🥰
2026-07-16 11:10:51
0
alessandrolazzaro6
alessandrolazzaro6 :
❤️❤️❤️🥰🥰🥰
2026-07-16 08:16:57
0
fortunata842
Fortunata :
❤️❤️❤️❤️❤️
2026-07-16 11:07:59
0
To see more videos from user @greta_rossetti, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Part 6: Perpustakaan Kampus Setelah kejadian di koridor ospek kemarin, Y/N sengaja mencari tempat paling sepi di kampus ini buat menyendiri kalau lagi jam istirahat kelas. Dan pojok lantai dua perpustakaan pusat adalah tempat terbaik. Di sini sunyi, cuma ada aroma buku tua dan barisan rak tinggi yang bisa menyembunyikan nya dari dunia luar, terutama dari Jungwon. Y/N menopang dagu, menatap kosong ke arah laptop yang menampilkan materi kuliah semester awal. Pikirannya masih kacau. Kehadiran Jungwon di kampus ini bener-bener merusak ketenangan yang udah susah payah ia bangun selama beberapa bulan terakhir. Set. Tiba-tiba, sebuah bayangan menghalangi cahaya lampu meja Y/N. Ia mengerutkan dahi, mengira itu petugas perpustakaan atau sesama maba yang mau meminjam buku. Tapi, begitu sebuah kotak susu cokelat ditaruh perlahan di sebelah laptop nya, jantung Y/N mendadak berhenti berdetak sesaat. Susu cokelat merek yang sama dengan yang sering ia minum waktu SMA dulu. Y/N pelan-pelan mendongak. Dan benar saja, cowok berkemeja flanel kotak-kotak itu sudah berdiri di depan meja nya. Yang Jungwon.
Part 6: Perpustakaan Kampus Setelah kejadian di koridor ospek kemarin, Y/N sengaja mencari tempat paling sepi di kampus ini buat menyendiri kalau lagi jam istirahat kelas. Dan pojok lantai dua perpustakaan pusat adalah tempat terbaik. Di sini sunyi, cuma ada aroma buku tua dan barisan rak tinggi yang bisa menyembunyikan nya dari dunia luar, terutama dari Jungwon. Y/N menopang dagu, menatap kosong ke arah laptop yang menampilkan materi kuliah semester awal. Pikirannya masih kacau. Kehadiran Jungwon di kampus ini bener-bener merusak ketenangan yang udah susah payah ia bangun selama beberapa bulan terakhir. Set. Tiba-tiba, sebuah bayangan menghalangi cahaya lampu meja Y/N. Ia mengerutkan dahi, mengira itu petugas perpustakaan atau sesama maba yang mau meminjam buku. Tapi, begitu sebuah kotak susu cokelat ditaruh perlahan di sebelah laptop nya, jantung Y/N mendadak berhenti berdetak sesaat. Susu cokelat merek yang sama dengan yang sering ia minum waktu SMA dulu. Y/N pelan-pelan mendongak. Dan benar saja, cowok berkemeja flanel kotak-kotak itu sudah berdiri di depan meja nya. Yang Jungwon. "Boleh aku duduk di sini, Y/N? Sebentar aja," bisik Jungwon pelan, suaranya terdengar sangat hati-hati, seolah takut Y/N bakal langsung lari kabur. Y/N menatap Jungwon dengan tatapan dingin, mencoba menutupi badai yang sebenarnya lagi berkecamuk di dalam dadanya. "Kursi di kampus ini banyak, Jungwon. Gak usah izin ke aku kalau cuma mau duduk." Jungwon menarik kursi di depan Y/N lalu duduk perlahan. Dia gak langsung bicara, melainkan menatap wajah Y/N dengan sepasang mata kucingnya yang... sayu. Gak ada lagi tatapan datar atau dingin kayak malam perayaan kelulusan dulu. Yang ada cuma tatapan penuh rasa bersalah yang bikin Y/N muak melihatnya. Aku... cuma mau ngasih ini. Aku ingat kamu suka susu cokelat merek ini," ucap Jungwon pelan, menggeser kotak susu itu makin dekat ke tangan Y/N. Y/N tersenyum getir, menatap kotak susu itu tanpa berniat menyentuhnya. "Makasih. Tapi aku udah gak suka susu cokelat lagi sejak lulus SMA." Kalimat Y/N bermakna ganda, dan ia tahu Jungwon paham maksudnya. Y/N udah gak suka hal-hal yang berkaitan dengan masa lalu, termasuk Jungwon. Ekspresi wajah Jungwon langsung berubah mendung. Dia menunduk, meremas jemarinya sendiri di atas meja. "Y/N... soal malam kelulusan itu... aku bener-bener minta maaf. Aku tahu aku brengsek. Aku tahu kata-kata aku malam itu keterlaluan dan egois banget." "Gak ada yang perlu dimaafkan, Jungwon," potong Y/N cepat dengan suara sedatar mungkin, meskipun dadanya rasanya perih. "Lagian kamu bener, kan? kamu cuma kasihan sama aku. Harusnya aku yang berterimakasih karena kamu udah jujur, jadi aku gak perlu buang-buang waktu lagi buat ngarepin cowok yang gak punya perasaan sama aku." "Nggak, Y/N, bukan gitu" Jungwon mendongak panik, memotong kalimat Y/N. Tatapannya berubah frustrasi. "Aku bodoh malam itu. Aku terlalu takut sama ego ku sendiri sampai aku gak sadar kalau..." Jungwon menggantung kalimatnya. Dia menatap Y/N dengan binar mata yang... aneh. Binar mata yang gak pernah ia lihat selama beberapa bulan mereka pacaran dulu. Binar mata yang penuh kerinduan dan ketakutan akan kehilangan. "Gak sadar apa, Won? Gak sadar kalau rasa kasihan kamu bisa bikin hati orang hancur sekeping-kepingnya?" Tanya Y/N dengan mata yang mulai memanas, menolak buat kelihatan nangis lagi di depan Jungwon. Y/N langsung menutup laptop nya dengan kasar, memasukkannya ke dalam tas, lalu berdiri. "Tolong jangan deketin aku, Jungwon. Jangan kasih aku apa-apa lagi karena rasa kasihan kamu. Aku udah cukup bahagia dengan hidup aku yang sekarang tanpa ada kamu di dalamnya." Y/N langsung melangkah pergi meninggalkan meja perpustakaan, mengabaikan panggilan lirih Jungwon di belakangnya. Y/N gak tahu, kalau setelah ia pergi, Jungwon cuma bisa menatap kosong kursi tempat ia duduk tadi sambil mencengkeram erat gantungan kunci basket kecil di kantong celananya. Penyesalan itu.. baru benar-benar dimulai buat Jungwon. #pov #au #jungwon #enhypen #fyp

About