Language
English
عربي
Tiếng Việt
русский
français
español
日本語
한글
Deutsch
हिन्दी
简体中文
繁體中文
API
Home
How To Use
Language
English
عربي
Tiếng Việt
русский
français
español
日本語
한글
Deutsch
हिन्दी
简体中文
繁體中文
Home
Detail
@registexofficial: #ATV #InterLink #ITLG #ITL
Reginaldo Teixeira
Open In TikTok:
Region: BR
Thursday 16 July 2026 11:56:59 GMT
0
0
0
0
Music
Download
No Watermark .mp4 (
0.06MB
)
No Watermark(HD) .mp4 (
0.06MB
)
Watermark .mp4 (
0MB
)
Music .mp3
Comments
There are no more comments for this video.
To see more videos from user @registexofficial, please go to the Tikwm homepage.
Other Videos
Ốp chống bẩn nay đã có phiên bản nâng cấp có vòng hỗ trợ magsafe nữa nè nha#oplung #oplungiphone #oplungdienthoai #opchongban #xuhuong
#praktika #LanguageLearning #spanish #spanishlearning #language
Hai mẹ con quyết định thi xem ai là Cao Thủ Thích Ra Má. 😆 Ban đầu mẹ còn tự tin lắm, ai ngờ cuối cùng lại bị con "vượt mặt". Đúng là nhìn đơn giản mà chơi cuốn thật! Nhà mình cũng mở filter Cao Thủ Thích Ra Má trên TikTok, quay video và tham gia minigame nhé. Các mẹ truy cập ngay vào hashtag #MILOongHut4Chieu trên TikTok để tham gia nha, biết đâu bạn sẽ là chủ nhân của Apple Smart Watch Series 3, tai nghe Baseus WM01 hoặc túi tote MILO đó! Nội dung được tài trợ bởi Nestlé Việt Nam #MILO #MILOVietnam #ThichRaMa #ViNgonBungNo
#nam
@Rafael Cabral O potencial dela é imenso #mjmusiccy #rafaelcabralcy
“Coba bayangin ini sebentar… Ada lebih dari 2 juta manusia berkumpul di Mina, lalu semuanya harus melempar batu ke satu titik yang sama… dalam waktu yang hampir bersamaan. Dan anehnya, tempat ini sekarang justru jadi salah satu sistem pengendalian massa paling canggih di dunia. Inilah Jamarat. Dulu, lokasi lempar jumrah ini sangat sederhana. Hanya berupa pilar kecil di tengah lembah. Tapi ketika jumlah jemaah terus meningkat, para insinyur sadar satu hal: Masalah terbesar di sini bukan cuaca panas… melainkan pergerakan manusia itu sendiri. Karena saat kerumunan terlalu padat, manusia nggak lagi bergerak sebagai individu. Massa mulai bergerak seperti aliran cairan. Makanya desain Jamarat modern dibuat berdasarkan simulasi ilmiah. Para insinyur memakai teknologi bernama agent-based modeling. Jadi jutaan manusia virtual disimulasikan di komputer untuk mencari titik macet dan pola tabrakan arus. Dari situ lahirlah desain baru berbentuk dinding elips sepanjang 26 meter. Kenapa elips? Karena bentuk ini membuat jemaah terus bergerak lurus. Datang, lempar batu, lalu langsung keluar tanpa perlu putar balik. Area keluarnya juga dibuat 3 kali lebih lebar daripada pintu masuk agar arus manusia langsung menyebar. Sekarang Jamarat punya beberapa lantai besar dengan jalur masuk dan keluar yang dipisah total. Tapi ada fakta menarik yang jarang diketahui. Walaupun bangunannya modern, para ulama memberi syarat khusus: Setiap kerikil yang dilempar tetap harus jatuh ke tanah historis asli di bawah. Karena itu dibuat corong raksasa di dalam struktur Jamarat yang mengalirkan semua batu langsung ke basement. Dan di bawah sana… ada sistem otomatis yang bekerja tanpa henti. Kerikil dikumpulkan, disaring, dibersihkan, lalu diproses ulang secara otomatis. Bahkan sekarang pengelolaan Jamarat dibantu AI dan drone yang memantau kepadatan manusia secara real-time. Dari sebuah pilar kecil di tengah gurun… Jamarat berubah menjadi perpaduan unik antara ritual kuno, sains modern, dan teknologi masa depan.”
About
Robot
API
Legal
Privacy Policy