@penguin_bt: Shift duty rota app. A duty rota assistant app aimed for nurse leaders, police officers, and other shift duty employees. #dutyrota #nurse #shiftduty #nightduty #dutyshift

Penguin
Penguin
Open In TikTok:
Region: MV
Thursday 16 July 2026 20:39:10 GMT
67542
1295
21
1752

Music

Download

Comments

hafizahmed78
Hafiz Ahmed :
Need app pls inbox me
2026-07-18 22:28:33
0
moad3029
Moad :
Please make a app for making school teachers and staff Attendance and Attendance reports
2026-07-18 17:36:22
1
hassantayz
Hassantayz :
so this is mostly for tracking how shifts are set up? if this does have the function to automatically MAKE a roster for 20+ people? for 5-6 per shift, then that's something that I could actually find useful, heck I might even pay for it.
2026-07-18 10:09:33
1
vaarishvenom
DrillMaster006 Vaarish :
how to get the app
2026-07-17 03:59:45
1
user31084362
user310843 :
app down load
2026-07-17 04:51:59
1
user97240063
sandbrow :
How can we get this app
2026-07-17 09:34:57
1
floweryfalaa
floweryfalaa :
How to add different departments. This app is v useful.
2026-07-17 06:13:07
1
yazard1991
yazard1991 :
how to get app
2026-07-17 04:06:04
1
user57772689
user577726 :
Thanks. This is very useful for doctors and other hospital staff who are doing shift duties
2026-07-17 02:55:35
1
user31084362
user310843 :
link
2026-07-17 04:53:46
1
user69471087
Mohamed :
😁😁😁
2026-07-17 09:02:00
1
bdifferentt
beLegend :
😂😂😂
2026-07-17 10:21:59
0
axu0987654321
Axu🤍 :
😳😳😳
2026-07-17 14:33:29
0
To see more videos from user @penguin_bt, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

JUNGWONARA pt.14 || Gedung Olahraga (GOR) — 15.00 WIB.              Suara derit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai parket bersahutan dengan bunyi pantulan bola. Niki sedang dalam elemennya. Ia melakukan crossover lincah, melewati dua lawan, lalu melompat melakukan lay-up yang sangat estetik.              Ia sengaja mendarat dengan pose sedikit menunduk, lalu menyisir rambutnya yang basah oleh keringat ke belakang menggunakan tangan.
JUNGWONARA pt.14 || Gedung Olahraga (GOR) — 15.00 WIB. Suara derit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai parket bersahutan dengan bunyi pantulan bola. Niki sedang dalam elemennya. Ia melakukan crossover lincah, melewati dua lawan, lalu melompat melakukan lay-up yang sangat estetik. Ia sengaja mendarat dengan pose sedikit menunduk, lalu menyisir rambutnya yang basah oleh keringat ke belakang menggunakan tangan. "Gila... Niki!" teriak Aira dari tribun penonton. Ia tidak sendirian, ada beberapa siswi SMA yang menjerit histeris. Aira sibuk merekam dengan ponselnya. "Ra, liat nih! Ini bukan keringat, ini embun surga!" gumam Aira pada layar ponselnya, seolah sedang bicara dengan Nara. Niki melirik ke arah tribun, memberikan senyum miring, lalu meminum air mineralnya dengan cara yang sengaja dibuat dramatis, airnya sedikit tumpah ke lehernya. "Gantengku emang di atas standar rata-rata nasional," batin Niki sambil memutar bola basket di ujung telunjuknya. Sementara itu, di ruang tamu, Nara sedang berperang. Di depannya ada laptop, kalkulator, dan tumpukan struk belanjaan reboisasi kemarin yang harus diinput ke Excel. "Debit... kredit... saldo... ini kenapa selisih lima ratus perak?! Ya Tuhan!" Nara menjambak rambutnya sendiri. Tiba-tiba... suara pecut menggelegar dari arah belakang rumah, diikuti suara musik gamelan jaranan yang volumenya maksimal. Nara tersentak sampai kursor di laptopnya menceng ke mana-mana. Ia menghela napas panjang, mencoba sabar. Tapi lima menit kemudian, suara itu semakin kencang. Pak Hendra sepertinya sedang berlatih gerakan "ndadi" atau kesurupan buatan. "PA!!! KECILIN DIKIT MUSIKNYA! NARA LAGI NUGAS!" teriak Nara dari jendela ruang tengah. Musik tidak berhenti. Pak Hendra malah muncul dari balik pintu belakang dengan kostum lengkap: celana kombor hitam, kain jarik melilit pinggang, dan sebuah pecut besar di tangan kanannya. Mukanya sudah coreng-moreng bedak putih, matanya melotot semangat. "LOH! INI SENI, RA! PEJUANG LINGKUNGAN KOK LEMBEK SAMA SUARA PECUT?!" seru Pak Hendra sambil melakukan gerakan tari memutar. "Aku pusing, Pa! Ini saldo nggak balance-balance!" Pak Hendra berhenti menari, ia menatap Nara dengan pandangan menantang. Ia mengangkat pecutnya ke udara. "Kalau kamu mau Papa diem, sini duel pecut dulu sama Papa! Kalau kamu bisa nangkep ujung pecut Papa, Papa matiin musiknya! Gimana?! Berani nggak?!" tantang Pak Hendra sambil pasang kuda-kuda jaranan. Nara menatap ayahnya datar. "Pa, yang bener aja, Pa." "Ayo! Jangan malu-maluin darah seni keluarga kita! Niki aja kemarin Papa ajarin salto jaranan langsung bisa!". Baru saja Nara mau membalas tantangan absurd bapaknya, ponselnya di atas meja bergetar. Nara menatap layar ponselnya. Sebuah pesan dari "JIN RAMBUTAN (JANGAN DI ANGKAT)" muncul di barisan paling atas. 📩 JIN RAMBUTAN (JANGAN DI ANGKAT) "Nara, aku baru dapet info. Toko Grosir di deket terminal jual beras sama minyak merk yang kamu cari. Harganya selisih 500 sampe 1.000 perak lebih murah dibanding toko yang kemarin kamu list." 📩 JIN RAMBUTAN (JANGAN DI ANGKAT) "Kalau selisihnya dikali 50 porsi donasi, saldo kamu bisa balance. Mau survei sekarang? Aku jemput 5 menit lagi. Kebetulan aku lagi di daerah rumah kamu mau ke bengkel." Jantung Nara mendadak maraton. Ia menoleh ke arah Pak Hendra yang masih asyik shadow boxing pakai pecut. "Alibi! Ini pasti alibi!" gumam Nara sambil menekan dadanya. "Mana ada orang ke bengkel tiap hari? Motor dia kan baru! Ini cuma survei sembako, Nara. Bukan ngedate. Fokus ke efisiensi anggaran!" — LANJUT DI KOMEN #jungwon #enhypen @Lili @♥︎J̌âÿ^_^ɓìĺL♥︎ @𝖔𝖓𝖑𝖞𝖘𝖊𝖑 @@￴￴￴￴￴immaisss_19 @tavv @아이니ainii🐈🥀 @bleuclair_ @jaychanyeol

About