@gaspiwaragang:

Gaspi
Gaspi
Open In TikTok:
Region: ML
Friday 17 July 2026 05:24:10 GMT
117131
27658
783
412

Music

Download

Comments

mawsh91
Mawsh 91 Warranø :
the strong Man king of All Time rap djigui Gaspi forever 🦁
2026-07-17 14:20:10
0
bizzobbmilliardaire
БІZZФↁЄЅІБИ :
Notre prophète Muhammad sws a dit : ❤️🤲🌙
2026-07-17 08:51:49
189
gambi1393
Amad 🇸🇳🇲🇱 :
Gaspi est le seul Malien à comprendre le Mali
2026-07-17 11:06:27
106
pakatapapsonne
Pakata-P :
the Dragon 🐉 Tiger 🔥
2026-07-17 15:44:36
0
noss2237
noss2325 :
batiare dron ✌️
2026-07-17 08:53:37
50
dembeleseydou409
William nho :
warra est très intelligent longue vie mon idole 👆❤️
2026-07-17 06:41:46
178
koppgang2
Hamid Diallo :
Ahh lion
2026-07-17 13:04:09
0
blg_treizyy
13_Stvr_BLG :
Kèwale Mamadou
2026-07-17 08:48:30
45
dgmadouba1
DG MADOUBA :
WARA gang from LIVE 🥰
2026-07-17 08:51:43
17
mctaboubacar
serpent 🐍🐍💪 :
Batiare a vie
2026-07-17 08:51:36
27
kantedaouda846
p.boy :
gaspi à une bonne cœur
2026-07-17 10:14:47
16
drissadiane7
DJONNE. DIANE. Wassolo :
merci Gaspi
2026-07-17 08:51:40
16
leweeskysbeat
Leweeskys😎Wesh :
bai ka Mali 🇲🇱 yé i ka so yé
2026-07-17 09:12:10
15
kaou956
KaOO👑🧸❤️ :
Conseils à retenir 💪
2026-07-17 11:53:06
6
tfkalapigang
Gang :
Mon idole
2026-07-17 07:41:16
14
paulche48
PAUL CHE🇬🇧 :
Nee sona wly longue vie à toi Wara 😎
2026-07-17 11:04:16
13
mahamadoukeita030
clozbi :
the lion 🦁
2026-07-17 10:49:02
1
niarga94
Niarga M Dembélé :
Wara Gang
2026-07-17 05:32:17
14
sekou1008
SEKEN 💙 SD :
lafia Mamadou ❤️
2026-07-17 07:53:33
9
daouda.tangara649
Daouda Tangara :
la music c'est la parole
2026-07-17 08:50:57
15
mister.sylla8
mister sylla sékou Sylla :
pmg Mahamadou
2026-07-17 08:21:07
6
makannkt7
Dabi27✔️ :
cest lui lil zed
2026-07-17 14:40:53
0
idy62
Idy62 :
mahamadou.the Lyon
2026-07-17 14:15:57
2
dougamassapr0
Douga Massa Prod :
À méditer 🧘
2026-07-17 11:18:19
2
To see more videos from user @gaspiwaragang, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Akhir dari Rimuru. ---  Rimuru terbaring sendirian. Darah mengalir pelan dari tubuhnya. Napasnya tinggal satu. Ia menatap langit yang mulai tertutup awan.
Akhir dari Rimuru. --- Rimuru terbaring sendirian. Darah mengalir pelan dari tubuhnya. Napasnya tinggal satu. Ia menatap langit yang mulai tertutup awan. "...Jadi..." "Ini akhirnya." Tak ada rasa takut di wajahnya. Hanya kesepian. Senyum tipis terlukis di bibirnya. "Aku benar-benar..." "...ingin pulang." Air mata mengalir dari sudut matanya. "Shuna..." "Pasti akan memarahiku karena pulang dalam keadaan berantakan." "Shion..." "Pasti menangis lagi." "Diablo..." "Kau pasti akan menyalahkan dirimu sendiri." Rimuru tertawa lirih. "Padahal..." "Bukan salah kalian." Suara detak jantungnya semakin pelan. Ia memejamkan mata. "Veldora..." "Aku minta maaf." "Kita bahkan belum sempat bertanding lagi." "Aku masih ingin mendengar ocehanmu..." "Masih ingin tertawa bersamamu." "Tapi..." "...kurasa sampai di sini saja." Satu air mata terakhir jatuh. "...Terima kasih." "...karena sudah menjadi sahabatku." Senyumnya tetap ada... Saat napas terakhirnya menghilang. --- Beberapa saat kemudian... Langit terkoyak. "RIMURUUUUUUU!!!" Veldora turun menghantam bumi. Aura naganya menyapu seluruh medan perang. Matanya langsung mencari satu sosok. Lalu... Ia melihat tubuh itu. Tubuh yang begitu dikenalnya. Terbaring sendirian. Veldora berlari secepat yang belum pernah ia lakukan sepanjang hidupnya. "Rimuru!" Ia berlutut. Mengangkat tubuh sahabatnya. Masih hangat. "Syukurlah..." "Kau masih hangat..." Tangannya buru-buru menyalurkan sihir. Mana memenuhi tubuh Rimuru. Luka-luka tertutup. Namun... Jantung itu... Tidak pernah berdetak lagi. Veldora terus menuangkan mana. Lebih banyak. Lebih banyak lagi. "Hidup..." "Tolong..." "Hidup..." Mana seorang True Dragon mampu mengguncang dunia. Namun... Tak mampu mengembalikan satu nyawa. Tangannya mulai gemetar. "Tidak..." "Bangun..." "Kau selalu bangun." "Setelah semua yang kita lewati..." "Kau selalu bangun." Suaranya mulai pecah. "Jangan kali ini..." "Jangan tinggalkan aku..." Ia mengguncang tubuh Rimuru perlahan. "Kalau kau marah..." "Aku minta maaf." "Kalau aku membuatmu kesal..." "Aku minta maaf." "Asal kau buka matamu lagi..." "Tolong..." "Aku akan melakukan apa saja." Keheningan. Tak ada jawaban. Hanya tubuh dingin yang perlahan kehilangan kehangatan. Saat itu juga... Sesuatu di dalam diri Veldora hancur. Ia memeluk Rimuru erat. Sangat erat. Seolah takut jika ia melepaskan pelukannya... Rimuru akan benar-benar pergi. Air matanya jatuh tanpa henti. "Aku terlambat..." "Hanya..." "Hanya beberapa menit..." "Kenapa aku tidak lebih cepat..." "Kenapa bukan aku yang mati..." Raungannya mengguncang langit. Namun dunia tetap diam. Ia bangkit. Menggendong tubuh Rimuru. Bukan seperti True dragon. Melainkan seperti seorang kakak... Yang sedang membawa adiknya pulang untuk terakhir kali. Sepanjang perjalanan menuju Tempest... Veldora terus berbicara. Seolah Rimuru masih bisa mendengarnya. "Rimuru..." "Ingat waktu pertama kali kita bertemu?" "Kau bilang kita akan menjadi sahabat." "Aku tidak pernah punya sahabat." "Kau yang pertama." "Dan sekarang..." "Kau juga yang pertama meninggalkanku." Air matanya menetes membasahi rambut biru Rimuru. "Aku tidak tahu..." "...bagaimana caranya hidup di dunia yang tidak memilikimu." Saat gerbang Tempest terlihat... Seluruh penduduk keluar menyambut. Mereka tersenyum. Mereka mengira rajanya telah kembali. Namun senyum itu perlahan hilang. Karena yang mereka lihat... Bukan Rimuru yang berjalan di depan. Melainkan Veldora... Dengan kepala tertunduk... Menggendong tubuh Rimuru yang tak lagi bernapas. Tak ada seorang pun yang berani bersuara. Tangisan pecah di seluruh Tempest. Veldora memandang wajah sahabatnya untuk terakhir kali. Lalu dengan suara yang begitu lirih hingga hampir tak terdengar, ia berkata, "Kau pernah menyelamatkanku dari kesepian selama ratusan tahun..." "Tapi saat kau membutuhkan seseorang..." "...aku bahkan tidak berhasil menyelamatkanmu." Ia mengecup lembut dahi Rimuru. Lalu memeluknya sekali lagi. Sangat erat. Seolah berharap... Jika ia memeluknya cukup lama... Sahabatnya akan membuka mata dan berkata seperti biasa, namun kenyataan membuat harapan itu lenyap. #rimurutempest #tenseishitaraslimedattaken #tensura

About