@lilimay.fiorini: Réponse à @Nikki

Lilimay.fiorini
Lilimay.fiorini
Open In TikTok:
Region: FR
Friday 17 July 2026 08:10:05 GMT
4219
318
15
4

Music

Download

Comments

adelix09
🦖Axel🦖 :
Mais pour le coup je suis bi et complètement d’accord ??? La capitalisation attentionnelle de ces influenceurs sous couvert de « wlw » c’est clairement pas ok et dangereux 😭 T’as bien raison d’aborder le sujet
2026-07-17 09:49:01
51
lil.oon0
꒰ა.♱ 𝐢𝐥’𝐧𝐚🪽🗡️🐇♱.໒꒱ :
Mais je comprends pas pourquoi, tu te prends de la haine c’est littéralement factuel ce que tu dis… et c’est fou dans les commentaires débattre à partir du moment où la personne est attirée par les deux genre qu’elle est sortie avec quelqu’un pendant 40 ans qu’elle a une sexualité où elle a été consentante à chaque rapport qu’elle n’avait aucun problème à sortir avec un homme qu’elle était heureuse etc. , elle s’est juste dit que c’était cool d’être lesbienne que ça foutrait la rage à son ex, ou tout simplement besoin de changement, ou juste sexuelle bi mais pk appeler ça wlw genre ?? j’ai l’impression que le lesbianisme est plus accepté que l’homosexualité, on est tout le temps sexualité en tant que femmes…
2026-07-17 09:26:57
12
chirou0718
Chirou :
Moi j’suis bi ( et oui j’suis jamais sortie avec des mecs ou des meufs) et j’suis complètement d’accord avec ce que tu dis il y’a des meufs complètement hétéro qui aime trop faire genre elle sont WLW et pas que sur les réseaux, comme si c’était pas ok d’être hétéro au faite,
2026-07-17 13:48:34
4
diana.jrd0
Jojo.jrd🇲🇦🇵🇸 :
tkt pas ma belle en tant que lesbienne je suis completement daccord!! 👏👏👏👏 elle s est juste sentie visée de oufff...et oui vous etes pas bi si vous sortez qu avec des mecs les heteros curieuses ou cherchant le buzz 😡 les vrai bi on est ensemble 🏳️‍🌈🏳️‍🌈🏳️‍🌈🏳️‍🌈🏳️‍🌈👏👏👏
2026-07-17 18:40:36
0
To see more videos from user @lilimay.fiorini, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Sungguh ironis melihat bagaimana diskursus publik kita bisa dengan mudahnya dibajak oleh satu judul berita provokatif. Belakangan ini, ramai narasi yang menggiring opini seolah-olah Presiden menggunakan APBN untuk ibadah kurban pribadinya. Mari kita naikkan level literasi politik kita dan melihat isu ini dengan kacamata yang lebih kritis namun tetap diplomatis. Kita harus mulai membiasakan diri untuk memisahkan antara entitas personal dan institusional. Bantuan 1.098 sapi tersebut bukanlah ibadah kurban atas nama pribadi Prabowo, melainkan bagian dari Bantuan Kemasyarakatan (Banmas) Presiden. Ini adalah instrumen resmi tata negara, didanai oleh APBN, dan secara spesifik dirancang agar kehadiran negara bisa dirasakan langsung oleh masyarakat di akar rumput, pesantren, ormas, dan daerah-daerah yang jauh dari gemerlap Pulau Jawa. Dalam negara demokrasi, sikap kritis bukanlah sekadar opsi, melainkan kewajiban. Kita sangat berhak mengawasi pemerintah. Namun, kemarahan yang didasari oleh framing keliru hanya akan menghasilkan kebisingan tanpa makna. Jika kita benar-benar peduli pada rakyat, pindahkan fokus kritik tersebut pada substansi eksekusinya. Tanyakan dan kawal prosesnya: Apakah penyaluran sapi Banmas ini sudah transparan? Apakah distribusinya tepat sasaran dan benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak di daerah? Itulah bentuk pengawasan yang cerdas dan substantif. Berbeda pandangan politik adalah hal yang lumrah. Namun, jangan sampai keengganan kita pada sosok tertentu membuat kita secara tidak sadar ikut menyerang dan memelintir program negara yang manfaatnya jelas-jelas ditujukan untuk mengisi perut rakyat. Mari jadi masyarakat yang kritis secara objektif, bukan kritis karena termakan clickbait. 🇮🇩⚖️ #DemokrasiCerdas #KritikSubstantif #BanmasPresiden #FaktaBicara #EdukasiPolitik #PrabowoSubianto #AkalSehat #BantuanRakyat #LiterasiPolitik #IndonesiaMaju
Sungguh ironis melihat bagaimana diskursus publik kita bisa dengan mudahnya dibajak oleh satu judul berita provokatif. Belakangan ini, ramai narasi yang menggiring opini seolah-olah Presiden menggunakan APBN untuk ibadah kurban pribadinya. Mari kita naikkan level literasi politik kita dan melihat isu ini dengan kacamata yang lebih kritis namun tetap diplomatis. Kita harus mulai membiasakan diri untuk memisahkan antara entitas personal dan institusional. Bantuan 1.098 sapi tersebut bukanlah ibadah kurban atas nama pribadi Prabowo, melainkan bagian dari Bantuan Kemasyarakatan (Banmas) Presiden. Ini adalah instrumen resmi tata negara, didanai oleh APBN, dan secara spesifik dirancang agar kehadiran negara bisa dirasakan langsung oleh masyarakat di akar rumput, pesantren, ormas, dan daerah-daerah yang jauh dari gemerlap Pulau Jawa. Dalam negara demokrasi, sikap kritis bukanlah sekadar opsi, melainkan kewajiban. Kita sangat berhak mengawasi pemerintah. Namun, kemarahan yang didasari oleh framing keliru hanya akan menghasilkan kebisingan tanpa makna. Jika kita benar-benar peduli pada rakyat, pindahkan fokus kritik tersebut pada substansi eksekusinya. Tanyakan dan kawal prosesnya: Apakah penyaluran sapi Banmas ini sudah transparan? Apakah distribusinya tepat sasaran dan benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak di daerah? Itulah bentuk pengawasan yang cerdas dan substantif. Berbeda pandangan politik adalah hal yang lumrah. Namun, jangan sampai keengganan kita pada sosok tertentu membuat kita secara tidak sadar ikut menyerang dan memelintir program negara yang manfaatnya jelas-jelas ditujukan untuk mengisi perut rakyat. Mari jadi masyarakat yang kritis secara objektif, bukan kritis karena termakan clickbait. 🇮🇩⚖️ #DemokrasiCerdas #KritikSubstantif #BanmasPresiden #FaktaBicara #EdukasiPolitik #PrabowoSubianto #AkalSehat #BantuanRakyat #LiterasiPolitik #IndonesiaMaju

About