@witchi_moth: #блейн #блейнтемноерождество #тр #темноерождество #рекомендаци

Ⲉⲭ Ⲃⲉⲇьⲙⲟⳡⲕⲁ Ⲙⲟⲗь |Mon Général
Ⲉⲭ Ⲃⲉⲇьⲙⲟⳡⲕⲁ Ⲙⲟⲗь |Mon Général
Open In TikTok:
Region: UA
Friday 17 July 2026 17:45:30 GMT
612
92
2
11

Music

Download

Comments

gaidrolol
энди || blaine girl.⁹⁰💢 :
I CAN BE YOUR SUPERMAN😭😭
2026-07-17 17:50:45
0
To see more videos from user @witchi_moth, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

APALAGI ASTROFISIKA  BTW SUMBER VIDIO DARI IG : sebastian  jadii Astronomi sering dianggap hanya soal mengamati bintang dan planet lewat teleskop. Padahal astronomi modern sebenarnya adalah fisika terapan yang sangat matematis. Untuk menjelaskan mengapa galaksi berputar, bagaimana bintang lahir dan mati, atau bagaimana alam semesta mengembang, astronom harus memakai kalkulus, aljabar linear, statistik, dan komputasi. Tanpa itu, data dari teleskop hanya jadi gambar tanpa penjelasan. Salah satu rumus yang sulit adalah persamaan medan Einstein dari relativitas umum. Dalam bentuk paling sederhana ditulis sebagai Ruv - 1/2 R guv + Λ guv = 8π G / c^4 Tuv. Di sini G adalah konstanta gravitasi 6,674 kali 10 pangkat -11, c adalah kecepatan cahaya 299792458 meter per detik, dan Λ adalah konstanta kosmologi. Persamaan ini terlihat pendek tetapi untuk kasus lubang hitam atau tabrakan bintang neutron harus diselesaikan dengan superkomputer karena ada 10 persamaan diferensial non linear yang saling terkait. Astrofisika bintang memakai rumus transfer radiatif yang rumit. Bentuk dasarnya adalah 1/c dikali perubahan intensitas terhadap waktu ditambah arah berkas dikali gradien intensitas sama dengan emisivitas dikurangi koefisien serapan dikali intensitas. Koefisien serapan bergantung pada suhu, tekanan, dan komposisi kimia. Untuk memodelkan Matahari, ilmuwan harus menyelesaikan persamaan ini di jutaan titik kedalaman, bersamaan dengan persamaan tekanan dan reaksi nuklir di inti yang lajunya sebanding dengan T pangkat 4 sampai T pangkat 18 tergantung reaksi. Di kosmologi, persamaan Friedmann mengatur pengembangan alam semesta. Bentuknya adalah (v/a) kuadrat = 8π G / 3 dikali kerapatan rho dikurangi k c kuadrat / a kuadrat ditambah Λ c kuadrat / 3. Dari data Planck, nilai konstanta Hubble saat ini sekitar 67,4 kilometer per detik per megaparsec, kerapatan materi sekitar 0,31, dan energi gelap 0,69. Untuk mendapatkan angka itu, astronom mencocokkan model dengan data radiasi latar kosmik lewat metode rantai Markov yang menjalankan puluhan juta simulasi. Mekanika orbit juga tidak mudah kalau bendanya lebih dari dua. Masalah tiga benda tidak punya solusi pasti dalam bentuk rumus sederhana. Perhitungan posisi asteroid dilakukan dengan integrasi numerik langkah demi langkah. Contohnya metode Runge Kutta orde 4 menghitung posisi baru dari posisi dan kecepatan sekarang dengan 4 kali evaluasi percepatan tiap langkah waktu. Kesalahan 0,001 persen di kecepatan awal bisa membuat prediksi posisi meleset 10000 kilometer setelah 50 tahun. Jadi astronomi jauh dari sekadar menghafal nama rasi. Setelah teleskop mengambil data, pekerjaan beratnya baru mulai. Astronom harus membersihkan gangguan atmosfer, kalibrasi sensor, lalu mencocokkan data dengan model fisika yang penuh persamaan diferensial dan statistik. Semuanya butuh pemrograman, matematika tingkat tinggi, dan komputasi besar. Karena itu mengira astronomi mudah berarti melewatkan inti sebenarnya dari ilmu ini.#astronomi #edukasi #space #putraastronomi #fyp
APALAGI ASTROFISIKA BTW SUMBER VIDIO DARI IG : sebastian jadii Astronomi sering dianggap hanya soal mengamati bintang dan planet lewat teleskop. Padahal astronomi modern sebenarnya adalah fisika terapan yang sangat matematis. Untuk menjelaskan mengapa galaksi berputar, bagaimana bintang lahir dan mati, atau bagaimana alam semesta mengembang, astronom harus memakai kalkulus, aljabar linear, statistik, dan komputasi. Tanpa itu, data dari teleskop hanya jadi gambar tanpa penjelasan. Salah satu rumus yang sulit adalah persamaan medan Einstein dari relativitas umum. Dalam bentuk paling sederhana ditulis sebagai Ruv - 1/2 R guv + Λ guv = 8π G / c^4 Tuv. Di sini G adalah konstanta gravitasi 6,674 kali 10 pangkat -11, c adalah kecepatan cahaya 299792458 meter per detik, dan Λ adalah konstanta kosmologi. Persamaan ini terlihat pendek tetapi untuk kasus lubang hitam atau tabrakan bintang neutron harus diselesaikan dengan superkomputer karena ada 10 persamaan diferensial non linear yang saling terkait. Astrofisika bintang memakai rumus transfer radiatif yang rumit. Bentuk dasarnya adalah 1/c dikali perubahan intensitas terhadap waktu ditambah arah berkas dikali gradien intensitas sama dengan emisivitas dikurangi koefisien serapan dikali intensitas. Koefisien serapan bergantung pada suhu, tekanan, dan komposisi kimia. Untuk memodelkan Matahari, ilmuwan harus menyelesaikan persamaan ini di jutaan titik kedalaman, bersamaan dengan persamaan tekanan dan reaksi nuklir di inti yang lajunya sebanding dengan T pangkat 4 sampai T pangkat 18 tergantung reaksi. Di kosmologi, persamaan Friedmann mengatur pengembangan alam semesta. Bentuknya adalah (v/a) kuadrat = 8π G / 3 dikali kerapatan rho dikurangi k c kuadrat / a kuadrat ditambah Λ c kuadrat / 3. Dari data Planck, nilai konstanta Hubble saat ini sekitar 67,4 kilometer per detik per megaparsec, kerapatan materi sekitar 0,31, dan energi gelap 0,69. Untuk mendapatkan angka itu, astronom mencocokkan model dengan data radiasi latar kosmik lewat metode rantai Markov yang menjalankan puluhan juta simulasi. Mekanika orbit juga tidak mudah kalau bendanya lebih dari dua. Masalah tiga benda tidak punya solusi pasti dalam bentuk rumus sederhana. Perhitungan posisi asteroid dilakukan dengan integrasi numerik langkah demi langkah. Contohnya metode Runge Kutta orde 4 menghitung posisi baru dari posisi dan kecepatan sekarang dengan 4 kali evaluasi percepatan tiap langkah waktu. Kesalahan 0,001 persen di kecepatan awal bisa membuat prediksi posisi meleset 10000 kilometer setelah 50 tahun. Jadi astronomi jauh dari sekadar menghafal nama rasi. Setelah teleskop mengambil data, pekerjaan beratnya baru mulai. Astronom harus membersihkan gangguan atmosfer, kalibrasi sensor, lalu mencocokkan data dengan model fisika yang penuh persamaan diferensial dan statistik. Semuanya butuh pemrograman, matematika tingkat tinggi, dan komputasi besar. Karena itu mengira astronomi mudah berarti melewatkan inti sebenarnya dari ilmu ini.#astronomi #edukasi #space #putraastronomi #fyp

About