@urgente.bonoticias: #Urgentebo | Una protesta de deportistas en puertas del Palacio Quemado terminó en gasificación policial este viernes. Los manifestantes se habían concentrado para exigir el desembolso de tres meses de becas adeudadas desde 2025. El hecho causó indignación. #policia #LaPaz #gasificacion #Bolivia

Urgente.bo
Urgente.bo
Open In TikTok:
Region: BO
Friday 17 July 2026 17:47:37 GMT
34917
1173
127
34

Music

Download

Comments

yuli4234
Yuli :
pero a Camacho hasta le ofrecen ser embajador, premio a corruptos y vagos, pero los deportistas ahí está
2026-07-17 18:08:55
193
aliss_bel13
🍓Frutillita🍓 :
Una vergüenza este gobierno 🤣🤣
2026-07-17 18:22:00
87
luisachoque2
Luisa Choque :
Lamentablemente por estas situaciones es que jóvenes brillantes se van del pais 😔 por eso estamos como estamos
2026-07-17 19:06:40
44
diegodimitrisz
DiegosZ :
creo q estamos en estado de excepcion
2026-07-17 18:31:44
32
muebleria_ruelas
Mueblería Ruelas :
no es por defender al gobierno, pero estamos en estado de sitio en este momento esta prohibido marchar o bloquear debieron informarse un poco más
2026-07-17 18:05:18
6
nilda.choque.lima
Nilda Choque Lima :
el deporte ⚽🏀🏈⚾debería ser primero
2026-07-17 23:24:43
11
f1desdebolivia
Mario Antonio Espinoza :
A pero a los mineros y los ponchos… les dan ajo de fideo y trato preferencial
2026-07-17 18:40:40
19
lj.johan
𝗝𝗼𝗵𝗮𝗻 :
a pero para farrear con sus chichas la anterior no hay estado de excepción
2026-07-18 01:22:01
1
pepe43838
Victor :
Estamos en estado de excepcion
2026-07-17 19:45:41
7
colibri_13
colibri_13 :
que maltrato😡
2026-07-17 17:58:24
13
its.diego.ingala73
diegx73 :
Por eso yo compito para Argentina aquí no valoran nada.
2026-07-17 21:35:01
4
diegoaguilar_l
diegoaguilar_L :
Estado de excepción.
2026-07-18 01:57:39
0
dani_22dlz
𝓓𝓪𝓷𝓲 🥏 :
la policía una pena en bolivia
2026-07-18 01:14:57
3
nico99181
NICO :
estado de sitio es saben que no tienen que bloquear
2026-07-17 23:39:05
1
coricesar1
CesarCori :
estos policías dan vergüenza
2026-07-18 03:18:52
3
rridoog3
rridoog :
COMO HICIERON ESO A NUESTROS DEPORTISTAS , MALDITO GOBIERNO .
2026-07-17 18:52:28
6
mauriciogonzalesfernand1
Mau Gonzales :
Estamos en estado de excepción 😒 deberían aprehenderlos
2026-07-17 23:32:37
0
luidiablin
DIABLITO :
se les olvidó que no pueden protestar en estado de excepción???
2026-07-17 22:39:02
0
alfredo.darkoman
Alfredo Darkoman :
Tanto lo odian a evo ese les quería dr todo a los deportistas una Pena
2026-07-17 23:24:43
0
nilmar_mendoza_stark
Stark...M :
estamos en estado de exepcion
2026-07-18 01:12:03
0
deservicios1
D. Servicios Aluminio vidrio :
cuando salen campeones el gobierno primero para sacarse fotos que pena por la policía como si los deportistas fueran un peligro
2026-07-18 01:31:20
2
pedro3244299684676
pedriño homerin🕺 :
una gran vergüenza tratando a unos grades acletas que representan a nuestro país
2026-07-17 18:05:35
2
haroldillanesballesteros
Harold Illanes :
ah pero si el deportista gana alguna medalla internacional por su propio mérito recién el corrupto del pollo del presidente lo lleva a condecorar para quedarse con el mérito, y si exigen algo justo los mandan a gasificar.
2026-07-18 04:45:47
0
estrafalario20
estrafalario :
Que barbaridad
2026-07-18 04:31:37
0
sxasxasilvia
sxa :
como pueden tratar así a nuestros deportistas ellos son jóvenes que dan la cara por nuestro país
2026-07-17 18:24:07
0
To see more videos from user @urgente.bonoticias, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

pt 4: Seonghyeon benar-benar berusaha. Kamu melihatnya dan merasakannya setiap hari. Dia tidak lagi langsung marah saat kamu bicara dengan cowok lain. Dia tidak lagi langsung curiga saat kamu pulang terlambat. Dia tidak lagi memaksamu untuk selalu lapor setiap detik. Dia berubah. Dan kamu juga berusaha. Berusaha lebih terbuka. Berusaha tidak bohong lagi. Berusaha untuk lebih komunikatif. Kalian berdua belajar. Belajar untuk saling percaya lagi. Belajar untuk saling mengerti lagi. Dan itu tidak mudah. Tapi kalian bertahan. Karena cinta kalian lebih besar dari ego masing-masing. ——— Seonghyeon duduk di meja sudut kantin bersama anggota band-nya, Martin, James, Keonho, dan Juhoon. Mereka sedang makan siang sambil ngobrol santai tentang lagu baru yang akan mereka mainkan di festival sekolah bulan depan. Tapi Seonghyeon tidak fokus. Matanya terus melirik ke arah mejamu, meja di seberang kantin, tempat kamu sedang duduk bersama Ryul dan beberapa anggota OSIS lainnya. Seonghyeon mengunyah nasinya dengan pelan, mekanis, sambil terus menatapmu. Wajahnya datar, tapi matanya tajam. Kamu sedang tertawa. Tertawa karena Ryul baru saja menceritakan sesuatu yang lucu. Tanganmu menutup mulut, mata menyipit karena terlalu banyak tertawa. Seonghyeon mengepalkan sumpit di tangannya lebih erat. 'Tenang. Dia cuma ketawa. Itu wajar. Ryul temennya. Cuma temen.' Dia terus mengulang itu di kepalanya seperti mantra, mencoba menenangkan dirinya sendiri. Mencoba mengingat janji yang dia buat padamu malam itu. Martin yang duduk di sampingnya melirik, lalu sedikit khawatir.
pt 4: Seonghyeon benar-benar berusaha. Kamu melihatnya dan merasakannya setiap hari. Dia tidak lagi langsung marah saat kamu bicara dengan cowok lain. Dia tidak lagi langsung curiga saat kamu pulang terlambat. Dia tidak lagi memaksamu untuk selalu lapor setiap detik. Dia berubah. Dan kamu juga berusaha. Berusaha lebih terbuka. Berusaha tidak bohong lagi. Berusaha untuk lebih komunikatif. Kalian berdua belajar. Belajar untuk saling percaya lagi. Belajar untuk saling mengerti lagi. Dan itu tidak mudah. Tapi kalian bertahan. Karena cinta kalian lebih besar dari ego masing-masing. ——— Seonghyeon duduk di meja sudut kantin bersama anggota band-nya, Martin, James, Keonho, dan Juhoon. Mereka sedang makan siang sambil ngobrol santai tentang lagu baru yang akan mereka mainkan di festival sekolah bulan depan. Tapi Seonghyeon tidak fokus. Matanya terus melirik ke arah mejamu, meja di seberang kantin, tempat kamu sedang duduk bersama Ryul dan beberapa anggota OSIS lainnya. Seonghyeon mengunyah nasinya dengan pelan, mekanis, sambil terus menatapmu. Wajahnya datar, tapi matanya tajam. Kamu sedang tertawa. Tertawa karena Ryul baru saja menceritakan sesuatu yang lucu. Tanganmu menutup mulut, mata menyipit karena terlalu banyak tertawa. Seonghyeon mengepalkan sumpit di tangannya lebih erat. 'Tenang. Dia cuma ketawa. Itu wajar. Ryul temennya. Cuma temen.' Dia terus mengulang itu di kepalanya seperti mantra, mencoba menenangkan dirinya sendiri. Mencoba mengingat janji yang dia buat padamu malam itu. Martin yang duduk di sampingnya melirik, lalu sedikit khawatir. "Lo gak papa, Hyeon?" "Gue gak papa," jawab Seonghyeon datar tanpa mengalihkan pandangan. "Lo udah natap Y/n dari tadi," kata Keonho sambil mengunyah. "Lo yakin gak papa?" "Gue bilang gak papa," ulang Seonghyeon, kali ini nada bicaranya sedikit lebih keras. James dan Juhoon saling pandang dengan raut khawatir. Mereka semua tau betapa sulitnya perjuangan Seonghyeon selama dua minggu ini. Dan kemudian Ryul tertawa sambil tangannya, entah tidak sengaja atau sengaja, menyentuh lenganmu. Memegang lenganmu sebentar saat dia sedang bicara. KLEK Suara sumpit Seonghyeon terjatuh ke meja membuat semua orang di meja itu tersentak. Wajah Seonghyeon berubah. Rahangnya mengeras. Matanya menyipit. Tangannya mengepal erat di atas meja, buku-buku jarinya memutih. Napasnya mulai berat, dadanya naik turun cepat. "Hyeon..." Martin mencoba. Tapi Seonghyeon sudah berdiri. Kursinya bergeser mundur dengan suara keras yang membuat beberapa siswa di meja sebelah menoleh. "Seonghyeon, duduk!" James langsung berdiri juga, lalu berdiri tepat di hadapan Seonghyeon, menutupi pandangannya ke arah mejamu. "Minggir," desis Seonghyeon dengan suara rendah, berbahaya, seperti binatang buas yang sedang menahan diri untuk tidak menyerang. "Enggak," jawab James tegas sambil menatap mata Seonghyeon. "Lo janji sama Y/n lo bakal berubah. Lo janji gak akan possesif lagi. Inget?" Seonghyeon diam. Napasnya berat, dadanya naik turun cepat. Tangannya gemetar karena menahan amarah yang sudah hampir meledak. "Tarik napas," perintah James dengan nada lebih lembut. "Tarik napas, Hyeon. Tenang." Seonghyeon menutup matanya, menarik napas dalam mencoba mengendalikan amarah dan kecemburuan yang meledak di dadanya. 'Dia cuma temen. Cuma temen. Y/n sayang sama gue. Bukan sama dia. Dia gak bakal ninggalin gue. Dia janji. Dia janji.' Dia terus mengulang itu, seperti doa, seperti mantra untuk bertahan. Kamu yang dari tadi bisa merasakan tatapan Seonghyeon langsung sadar ada yang tidak beres saat melihat James tiba-tiba berdiri. Kamu melirik ke arah lenganmu dan baru sadar Ryul masih menyentuhnya. Kamu langsung melepaskan tangan Ryul dengan gerakan halus tapi cepat. "Ryul, maaf, gue harus ke sana dulu. Ada yang harus gue urus." "Oh, oke. Nanti kita lanjut bahas acaranya ya..." [lanjut💬] #POV #seonghyeon #cortis #seonghyeoncortis

About