@1qwwz_: #реки #брат #длярепоста

ҡыз📿
ҡыз📿
Open In TikTok:
Region: NL
Friday 17 July 2026 19:38:55 GMT
31953
3750
1
613

Music

Download

Comments

1qwwz_
ҡыз📿 :
@003 идея
2026-07-17 19:39:56
2
To see more videos from user @1qwwz_, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Buka Acara Musrenbang, Gubernur Sumbar Targetkan Pertumbuhan 6,9 Persen Tahun 2027 PADANG -- Indeks Pembangunan Manusia (IPM) pada tahun 2025 telah mencapai 77,27, secara konsisten berada di atas rata-rata nasional. Tingkat kemiskinan juga berhasil ditekan hingga 5,31%. Pernyataan ini disampaikan Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Mahyeldi Ansharullah saat membuka acara Musrenbang RKPD Provinsi Sumbar tahun 2027, di Auditorium Gubernuran, Rabu (8/4/2026). Gubernur Mahyeldi mengatakan, Sumbar saat ini menghadapi tantangan pada sisi pertumbuhan ekonomi yang berada pada angka 3,37%.
Buka Acara Musrenbang, Gubernur Sumbar Targetkan Pertumbuhan 6,9 Persen Tahun 2027 PADANG -- Indeks Pembangunan Manusia (IPM) pada tahun 2025 telah mencapai 77,27, secara konsisten berada di atas rata-rata nasional. Tingkat kemiskinan juga berhasil ditekan hingga 5,31%. Pernyataan ini disampaikan Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Mahyeldi Ansharullah saat membuka acara Musrenbang RKPD Provinsi Sumbar tahun 2027, di Auditorium Gubernuran, Rabu (8/4/2026). Gubernur Mahyeldi mengatakan, Sumbar saat ini menghadapi tantangan pada sisi pertumbuhan ekonomi yang berada pada angka 3,37%. "Untuk itu, kita telah menetapkan target yang lebih progresif pada tahun 2026-2027, yaitu mencapai 6,90%," ungkap Mahyeldi. Target ini bukan sekadar ambisi, melainkan komitmen kuat bahwa di tengah kondisi pascabencana, Sumatera Barat tetap berkontribusi dalam mendukung target nasional pertumbuhan ekonomi sebesar 8%, dengan mengoptimalkan seluruh potensi yang dimiliki. "Saat ini, kita sedang diuji oleh tantangan alam yang luar biasa. Akibat bencana hidrometeorologi pada akhir tahun 2025, total kerusakan dan kerugian akibat , mencapai angka yang sangat masif, yakni Rp33,55 triliun, dengan kebutuhan pemulihan mendesak sebesar Rp21,44 triliun," sebutnya. Bencana ini bukan sekadar angka statistik, tapi krisis kemanusiaan yang berdampak pada 264 jiwa dan memaksa lebih dari 10 ribu orang mengungsi, serta melumpuhkan urat nadi infrastruktur mulai dari 440 unit jembatan yang rusak hingga lebih dari 9.000 hektar sawah yang terdampak. "Ini semua berdampak pada perekonomian Sumbar, yang menyumbang lebih dari 40% terhadap PDRB, yaitu Kota Padang, Kabupaten Agam, dan Kabupaten Padang Pariaman," katanya. Oleh karena itu, upaya pemulihan di wilayah ini bukan sekadar rehabilitasi fisik, tetapi merupakan langkah strategis dalam menjaga stabilitas ekonomi makro seluruh provinsi. Namun di balik tekanan tersebut, Sumatera Barat menunjukkan tingkat resiliensi yang sangat kuat. Di sisi lain, terdapat tantangan dalam sektor pendidikan. Saat ini masih terdapat kesenjangan antara harapan lama sekolah yang mencapai 14,31 tahun dengan rata-rata lama sekolah yang baru berada di angka 9,77 tahun. Hal ini menunjukkan bahwa semangat masyarakat untuk menempuh pendidikan tinggi sudah sangat baik, namun belum sepenuhnya diikuti oleh kondisi riil di lapangan. "Inilah yang kami maknai sebagai upaya membaca masa lalu untuk lompatan masa depan, di mana penguatan fundamental sosial menjadi kunci dalam mencapai target pertumbuhan yang lebih agresif," jelasnya. Pada kesempatan itu, Gubernur Mahyeldi juga menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Deputi Bidang Pembangunan Kewilayahan Kementerian PPN/ Kepala Bappenas (Medrilzam), Kepala Pusat Fasilitasi Infrastruktur Daerah Kementerian PU Republik Indonesia yang telah hadir untuk memberikan informasi, arahan serta masukan kepada Pemerintah Daerah dalam penyusunan rencana pembangunan daerah tahun 2027. Selanjutnya Wakil Gubernur Vasko Ruseymi menyampaikan, saat ini Sumbar telah memasuki bagian yang sangat krusial, yaitu Proyek Strategis dengan Investasi Padat Karya untuk Pemulihan dan Pertumbuhan. Strategi ini dirancang untuk memastikan bahwa setiap rupiah investasi yang masuk tidak hanya membangun fisik, tetapi juga menjadi instrumen pemulihan ekonomi masyarakat. "Sesuai dengan Peta Strategis Portofolio Investasi Sumbar, memiliki empat pilar utama, yaitu penguatan infrastruktur, pengembangan sektor maritim, penguatan energi terbarukan, dan penguatan ketangguhan dan pariwisata," terang Vasko. Dari empat proyek strategis tersebut, terdapat dua proyek prioritas yang menjadi fokus utama, yaitu pengusahaan geothermal dan mega proyek Jalan Tol Padang-Pekanbaru. #mahyeldi #vaskoruseimy #sumaterabarat #pemprovsumbar @Mahyeldi Ansharullah @Vasko Ruseimy @humas.sumbar @infopadang_

About