@evadieng07:

Eva Dieng💍😻
Eva Dieng💍😻
Open In TikTok:
Region: SN
Friday 17 July 2026 23:03:52 GMT
586
205
12
1

Music

Download

Comments

diengsalla244
Azo bu Yegul bûur 💜 🔴🫶🐎 :
🥰🥰🥰
2026-07-17 23:15:12
0
ahmadaprince15
Ahmada prinCe 💫 :
Réabonne toi 🥰
2026-07-17 23:37:26
0
modou.seck8433
Modou Seck :
Deloma sama abonné
2026-07-17 23:24:36
0
papa.thiam60
Papa Thiam :
🥰🥰🥰
2026-07-18 00:18:03
0
aliousawe
Aliou sawe :
🥰🥰🥰
2026-07-17 23:55:31
0
amebouboromdarou
amebouboromdarou :
♥️♥️♥️♥️♥️
2026-07-18 00:05:07
0
ocncledi
OCNCLE DI . :
🥰🥰🥰
2026-07-18 02:43:33
0
talla.diop374
Talla diop 🤟 :
❤️❤️❤️
2026-07-17 23:09:49
0
azizniang12
ZIZA 💯⚖️⚽️ :
🥰
2026-07-17 23:06:16
0
user5859056119312
Mané jr 10 :
🥰🥰🥰
2026-07-17 23:05:43
0
amdy.moustapha69
amdy moustapha :
❤️❤️
2026-07-18 03:02:32
0
To see more videos from user @evadieng07, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Keterlibatan ratusan lembaga serta komunitas seni dalam penyelenggaraan Segoro Topeng Kaliwungu 2026 menjadi bukti kuatnya modal sosial yang dimiliki masyarakat Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.  Kolaborasi tersebut tidak hanya mendukung pelestarian budaya, namun juga fondasi pembangunan daerah berbasis partisipasi masyarakat. Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Kabupaten Lumajang, Joko Setyo mengatakan, penyelenggaraan Segoro Topeng Kaliwungu tahun ini, melibatkan 116 lembaga dan 48 sanggar seni dari berbagai wilayah di Kabupaten Lumajang. Pernyataan tersebut disampaikan saat Talkshow JELITA di Studio 1 LPPL Radio Suara Lumajang, Jawa Timur pada Selasa (23/6). Menurutnya, partispasi dalam event kali ini sangat tinggi dari kalangan elemen masyarakat menunjukkan bahwa budaya masih menjadi ruang bersama yang mampu menyatukan berbagai kelompok untuk mencapai tujuan yang sama, yakni melestarikan sekaligus mengembangkan warisan budaya daerah. Keterlibatan berbagai elemen masyarakat menunjukkan bahwa budaya mampu menjadi perekat sosial yang memperkuat kebersamaan dan partisipasi masyarakat dalam pembangunan,” ujarnya.  Ia menyatakan, partisipasi lembaga pendidikan, komunitas seni, sanggar budaya, hingga masyarakat umum mencerminkan semangat gotong royong yang selama ini menjadi karakter kuat masyarakat Lumajang.  Kolaborasi tersebut tidak hanya berkontribusi terhadap suksesnya pelaksanaan kegiatan budaya, tetapi juga memperkuat jejaring sosial yang memiliki manfaat jangka panjang bagi pembangunan daerah.  Menurutnya, dalam perspektif pembangunan, modal sosial merupakan aset penting yang dapat mendorong keterlibatan masyarakat dalam berbagai program pemerintah. Kepercayaan, kerja sama, dan hubungan yang kuat antarwarga menjadi faktor penentu keberhasilan pembangunan yang berkelanjutan.  Segoro Topeng Kaliwungu dinilai menjadi contoh nyata bagaimana budaya dapat menghadirkan ruang kolaborasi yang produktif.   Di dalamnya terdapat proses belajar bersama, berbagi pengalaman, serta membangun komitmen kolektif untuk menjaga identitas budaya daerah.  Sumber: wisata.viva.co.id #majangmejeng #segorotopengkaliwungu2026
Keterlibatan ratusan lembaga serta komunitas seni dalam penyelenggaraan Segoro Topeng Kaliwungu 2026 menjadi bukti kuatnya modal sosial yang dimiliki masyarakat Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Kolaborasi tersebut tidak hanya mendukung pelestarian budaya, namun juga fondasi pembangunan daerah berbasis partisipasi masyarakat. Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Kabupaten Lumajang, Joko Setyo mengatakan, penyelenggaraan Segoro Topeng Kaliwungu tahun ini, melibatkan 116 lembaga dan 48 sanggar seni dari berbagai wilayah di Kabupaten Lumajang. Pernyataan tersebut disampaikan saat Talkshow JELITA di Studio 1 LPPL Radio Suara Lumajang, Jawa Timur pada Selasa (23/6). Menurutnya, partispasi dalam event kali ini sangat tinggi dari kalangan elemen masyarakat menunjukkan bahwa budaya masih menjadi ruang bersama yang mampu menyatukan berbagai kelompok untuk mencapai tujuan yang sama, yakni melestarikan sekaligus mengembangkan warisan budaya daerah. Keterlibatan berbagai elemen masyarakat menunjukkan bahwa budaya mampu menjadi perekat sosial yang memperkuat kebersamaan dan partisipasi masyarakat dalam pembangunan,” ujarnya. Ia menyatakan, partisipasi lembaga pendidikan, komunitas seni, sanggar budaya, hingga masyarakat umum mencerminkan semangat gotong royong yang selama ini menjadi karakter kuat masyarakat Lumajang. Kolaborasi tersebut tidak hanya berkontribusi terhadap suksesnya pelaksanaan kegiatan budaya, tetapi juga memperkuat jejaring sosial yang memiliki manfaat jangka panjang bagi pembangunan daerah. Menurutnya, dalam perspektif pembangunan, modal sosial merupakan aset penting yang dapat mendorong keterlibatan masyarakat dalam berbagai program pemerintah. Kepercayaan, kerja sama, dan hubungan yang kuat antarwarga menjadi faktor penentu keberhasilan pembangunan yang berkelanjutan. Segoro Topeng Kaliwungu dinilai menjadi contoh nyata bagaimana budaya dapat menghadirkan ruang kolaborasi yang produktif. Di dalamnya terdapat proses belajar bersama, berbagi pengalaman, serta membangun komitmen kolektif untuk menjaga identitas budaya daerah. Sumber: wisata.viva.co.id #majangmejeng #segorotopengkaliwungu2026

About