@bbqsothat: #ក្បាលកង្កែប🐸មកទៀតហើយ😂 មេៗ#សុំ❤️ម្នាក់មួយមកok🙏

T_💞
T_💞
Open In TikTok:
Region: KH
Saturday 18 July 2026 02:12:51 GMT
394
76
3
3

Music

Download

Comments

ah.sey195
ah sey👤 :
2026-07-18 05:54:37
0
ya.sad621
🥦សា🥦 :
🥰🥰🥰
2026-07-18 06:26:28
0
To see more videos from user @bbqsothat, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

POV 3 | Pelukan hangat Keonho semalam masih terasa begitu jelas dalam ingatanmu. Sehangat itu, senyata itu. Senyumannya, juga lambaian tangannya di bawah guyuran hujan. Hingga telapak tangannya yang dingin saat mengusap air mata di pipimu, semuanya masih melekat begitu utuh. Namun setelah suara bundamu memanggil, semua itu seolah terputus begitu saja. Meninggalkan satu pertanyaan yang terus berputar di kepalamu. Benarkah semalam Keonho datang? Atau... selama ini, hanya kamu yang terus berharap ia datang? ••• Hari ini, hari yang paling kamu benci akhirnya kembali tiba. Hari Valentine. Koridor sekolah kembali dipenuhi tawa para murid. Buket-buket bunga berpindah dari satu tangan ke tangan lain, cokelat memenuhi meja kelas, sementara ucapan “Happy Valentine's Day.” terdengar bersahutan di setiap sudut sekolah. Semua orang terlihat begitu bahagia, kecuali kamu. Pandanganmu tanpa sadar menyapu sepanjang koridor. Mencari satu sosok yang seharusnya paling dulu datang hari ini. Keonho. Seharusnya, hari valentine selalu jadi milik kalian. Dulu, ia selalu berdiri di depan kelas sambil menyembunyikan mawar putih di belakang punggungnya. Lalu dengan senyum kikuk yang selalu membuatmu ingin selalu mengulas senyum malu, ia akan berkata— “Happy Valentine's Day, sayang.” Tanpa sadar, sudut bibirmu ikut terangkat mengingatnya. Namun senyum itu tak bertahan lama. Karena hari ini tak ada lagi bunga, tak ada pesan manis, tak ada Keonho. Setelah pelukan hangat di bawah hujan semalam, ia kembali menghilang. Seolah pertemuan itu tak pernah benar-benar terjadi. Dadamu kembali dipenuhi sesak yang sama. “Kamu… sebenarnya kemana, Keonho…?” batinmu. Tiba-tiba lamunanmu buyar ketika sebuah suara memanggil. “Y/n.” Pelan kamu mengangkat kepala, James berdiri beberapa langkah di hadapanmu. Hari ini ia tampil jauh lebih rapi dari biasanya. Di tangannya tergenggam sebuket mawar merah yang dibalut kertas berwarna krem, sementara tangan satunya membawa sekotak cokelat kecil. Begitu mata kalian bertemu, senyum hangat langsung mengembang di wajahnya. “Happy Valentine's Day.” Perlahan ia menyodorkan bunga dan cokelat itu ke hadapanmu. “Aku tahu...” ucapnya lembut. “Mungkin hari ini bukan hari yang kamu suka.” “Tapi...” Ia mengusap pelan puncak kepalamu. “Aku tetep pengen jadi orang pertama yang ngucapin itu ke kamu.” Senyum tipis mulai terlukis di wajahmu. Namun belum sempat benar-benar mengembang, pandanganmu tiba-tiba terhenti pada ujung lorong di belakang James. Tubuhmu membeku, jantungmu mendadak berdegup begitu keras hingga memenuhi rongga dadamu. Di sana… Keonho berdiri mematung. Masih dengan hoodie hitam yang begitu kamu kenal. Tatapannya lurus mengarah padamu, tanpa senyum, tanpa sepatah kata. Matamu membelalak. “Keonho...?” Bisikan itu nyaris tak terdengar. “K-Keonho!” Tanpa berpikir panjang, kamu langsung melangkah cepat hendak menghampirinya. “Y/n?” James spontan meraih pergelangan tanganmu. “Hei, kamu mau ke mana?” “I-itu Keonho, Kak!” Suaramu bergetar, dipenuhi kepanikan. Jemarimu menunjuk ke ujung lorong. Refleks, James ikut menoleh mengikuti arah telunjukmu. Namun saat pandangan kalian beralih ke ujung lorong, tak ada siapa pun. Lorong itu kosong. Hanya beberapa murid yang berlalu-lalang, seolah tak pernah ada sosok lain yang berdiri di sana beberapa detik sebelumnya. Tubuhmu mendadak melemas. “Nggak mungkin...” gumammu lirih, suaramu bergetar. “Tadi tadi dia ada, Kak.” Matamu bergerak gelisah, menyapu setiap sudut koridor. Berharap sosok berhoodie hitam itu kembali muncul dari mana saja. Namun tetap tak ada. James mengembuskan napas panjang. Perlahan, ia menggenggam lenganmu, menatapmu dengan sorot mata yang dipenuhi kekhawatiran. “You okay...?” tanyanya lirih. Untuk beberapa saat, kamu hanya terdiam. Pandanganmu perlahan berpindah menatap James. Air mata mulai memenuhi kedua matamu, sementara napasmu terasa semakin berat. Bibirmu bergetar. “Aku sebenernya kenapa, Kak…?” Kalimat itu lolos begitu saja. +🗨️ #pov #keonho #keonhocortis #keonhoedit #fyp
POV 3 | Pelukan hangat Keonho semalam masih terasa begitu jelas dalam ingatanmu. Sehangat itu, senyata itu. Senyumannya, juga lambaian tangannya di bawah guyuran hujan. Hingga telapak tangannya yang dingin saat mengusap air mata di pipimu, semuanya masih melekat begitu utuh. Namun setelah suara bundamu memanggil, semua itu seolah terputus begitu saja. Meninggalkan satu pertanyaan yang terus berputar di kepalamu. Benarkah semalam Keonho datang? Atau... selama ini, hanya kamu yang terus berharap ia datang? ••• Hari ini, hari yang paling kamu benci akhirnya kembali tiba. Hari Valentine. Koridor sekolah kembali dipenuhi tawa para murid. Buket-buket bunga berpindah dari satu tangan ke tangan lain, cokelat memenuhi meja kelas, sementara ucapan “Happy Valentine's Day.” terdengar bersahutan di setiap sudut sekolah. Semua orang terlihat begitu bahagia, kecuali kamu. Pandanganmu tanpa sadar menyapu sepanjang koridor. Mencari satu sosok yang seharusnya paling dulu datang hari ini. Keonho. Seharusnya, hari valentine selalu jadi milik kalian. Dulu, ia selalu berdiri di depan kelas sambil menyembunyikan mawar putih di belakang punggungnya. Lalu dengan senyum kikuk yang selalu membuatmu ingin selalu mengulas senyum malu, ia akan berkata— “Happy Valentine's Day, sayang.” Tanpa sadar, sudut bibirmu ikut terangkat mengingatnya. Namun senyum itu tak bertahan lama. Karena hari ini tak ada lagi bunga, tak ada pesan manis, tak ada Keonho. Setelah pelukan hangat di bawah hujan semalam, ia kembali menghilang. Seolah pertemuan itu tak pernah benar-benar terjadi. Dadamu kembali dipenuhi sesak yang sama. “Kamu… sebenarnya kemana, Keonho…?” batinmu. Tiba-tiba lamunanmu buyar ketika sebuah suara memanggil. “Y/n.” Pelan kamu mengangkat kepala, James berdiri beberapa langkah di hadapanmu. Hari ini ia tampil jauh lebih rapi dari biasanya. Di tangannya tergenggam sebuket mawar merah yang dibalut kertas berwarna krem, sementara tangan satunya membawa sekotak cokelat kecil. Begitu mata kalian bertemu, senyum hangat langsung mengembang di wajahnya. “Happy Valentine's Day.” Perlahan ia menyodorkan bunga dan cokelat itu ke hadapanmu. “Aku tahu...” ucapnya lembut. “Mungkin hari ini bukan hari yang kamu suka.” “Tapi...” Ia mengusap pelan puncak kepalamu. “Aku tetep pengen jadi orang pertama yang ngucapin itu ke kamu.” Senyum tipis mulai terlukis di wajahmu. Namun belum sempat benar-benar mengembang, pandanganmu tiba-tiba terhenti pada ujung lorong di belakang James. Tubuhmu membeku, jantungmu mendadak berdegup begitu keras hingga memenuhi rongga dadamu. Di sana… Keonho berdiri mematung. Masih dengan hoodie hitam yang begitu kamu kenal. Tatapannya lurus mengarah padamu, tanpa senyum, tanpa sepatah kata. Matamu membelalak. “Keonho...?” Bisikan itu nyaris tak terdengar. “K-Keonho!” Tanpa berpikir panjang, kamu langsung melangkah cepat hendak menghampirinya. “Y/n?” James spontan meraih pergelangan tanganmu. “Hei, kamu mau ke mana?” “I-itu Keonho, Kak!” Suaramu bergetar, dipenuhi kepanikan. Jemarimu menunjuk ke ujung lorong. Refleks, James ikut menoleh mengikuti arah telunjukmu. Namun saat pandangan kalian beralih ke ujung lorong, tak ada siapa pun. Lorong itu kosong. Hanya beberapa murid yang berlalu-lalang, seolah tak pernah ada sosok lain yang berdiri di sana beberapa detik sebelumnya. Tubuhmu mendadak melemas. “Nggak mungkin...” gumammu lirih, suaramu bergetar. “Tadi tadi dia ada, Kak.” Matamu bergerak gelisah, menyapu setiap sudut koridor. Berharap sosok berhoodie hitam itu kembali muncul dari mana saja. Namun tetap tak ada. James mengembuskan napas panjang. Perlahan, ia menggenggam lenganmu, menatapmu dengan sorot mata yang dipenuhi kekhawatiran. “You okay...?” tanyanya lirih. Untuk beberapa saat, kamu hanya terdiam. Pandanganmu perlahan berpindah menatap James. Air mata mulai memenuhi kedua matamu, sementara napasmu terasa semakin berat. Bibirmu bergetar. “Aku sebenernya kenapa, Kak…?” Kalimat itu lolos begitu saja. +🗨️ #pov #keonho #keonhocortis #keonhoedit #fyp

About