@totalis88:

AURAE 💎
AURAE 💎
Open In TikTok:
Region: SA
Saturday 18 July 2026 03:20:18 GMT
150370
8364
99
1629

Music

Download

Comments

ambizioso_
ambzioso :
I’ll take it as sign 🙂
2026-07-18 22:05:22
1
ghadeerr39
ghadeerr39 :
لان اللي وده الكون كله ما يرده
2026-07-18 17:37:14
110
m.vvv8
🍷 :
صارت معاي ذا الفتره اعرفه من سنه وتملكت عليه من شهرين كان طول الوقت يلحقني ويتصل ويرسل لو مااتصل يتطمن برسالة ولا عمري اجبرته يكلمني غاب قبل فتره وتركته تكررت ذا الحركه مرتين جيت عاتبته عاتب عادي جوالك معك ولا تطمن برساله لكن براحتك وطنشته ثلاث ايام يرسل ارد متاخر لان مااجبر احد يهتم فيني ولا اشحذه ابشركم حذفني من السناب وطلقني وحنا تونا باول المشوار عموماً الي يبيك بيكلمك لانه كان يرد علي والشامبو جوا عيونه
2026-07-18 19:31:39
45
mdonat9
MS- :
فعلا اسالوني اللي يبيك بيجيك والله مايبيك لو انك قدام عينه ماشافك
2026-07-18 21:58:33
13
h_y200k
سبحان الله 🪸🍄 :
بنات ترا الكلام ذا ماينطبق على الكل لاتخربون بيوتكم
2026-07-18 19:25:57
22
nonalisa010
Noonee :
على اني انا اللي بلكته وحذفته بس كل ما تذكرت اني كنت اطلع له اعذار وهو يعاملني كذا قلبي يوجعني كيف كنت عمياء وغبيه
2026-07-18 19:49:56
8
sam_199901
Dr.Sam🪽 :
لو الوقت اللي نقصيه في دراسه شخصياتهم وتعاملهم معنا ونقضيه في التعرف على انفسنا وحب انفسنا وتطوير انفسنا بتختلف اشياء كثير وبنلقى الراحة باذن الله
2026-07-18 21:34:41
12
776ill
🌴 :
حتى لو كان تونا تملكنا وتواصل مره وبعدها انقطع لتره طويله ينطبق عليه؟
2026-07-18 14:15:15
5
esra._.23al
ESRA :
مش معيار بيقدر يكلمك 24 ساعة ويهتم ويسأل ووقت الجد ووقت ايلي لازم فعلا يكون فيه رجل ناضج ومسؤول ينسحب مدة التواصل بالعلاقات مش مقياس مهم يكون رجل مسؤول وقد وعده وفعلا وقولا واحد اهم من انه يتواصل معك التواصل مسكن لثغرات العلاقة ايلي ماتشوفيها بينما لازم تركزي عشغلات اهم بكثير من التواصل
2026-07-18 16:59:33
18
ashai77
Ashle🌸 :
الفلم هذا رووعه وقبل اسبوعين رجعت وشفته للمره المليون
2026-07-18 17:44:33
1
sousouhass8
sama :
هذا الفيلم لخص كلش!!!!!!! رائع فوق الخيال
2026-07-18 18:34:20
1
user54499849
user12345 :
بس طلع مو صحيح مرات يكابرون و يعاندون الشباب اني انفصلت ٨ اشهر و هو جان يتعذب و مهتم بس ما يراسل لحد ما وصل حد ما اتحمل بعد و راسلني ورا ٨ اشهر
2026-07-18 21:58:41
0
fatee12366
fatee12366 :
منو يوفر الكتاب ماكدر اشتريه
2026-07-18 10:05:13
1
what.iam.love
with LOVE :
ابي اسم الفلم
2026-07-18 22:04:18
0
shruoqlogo0
ShruooqLO-Abayah :
وش اسم الفلم
2026-07-18 22:39:03
0
user95247658322
user95247658322 :
2026-07-18 20:56:39
0
mmr3351
المَرام . :
ماحصلت الفيلم 😔
2026-07-18 21:36:25
0
jozelle90
jozelle90 :
حتى لو بيننا خلاف ومشاكل
2026-07-18 17:52:07
0
bebe9925
ماستر كواليتي Dh :
طيب اذا كل يوم اتصال ملل معاد فيه سوالف 😅
2026-07-18 18:15:30
0
m6373879
M :
صح صح صح افهمييي
2026-07-18 18:00:33
0
usersad246910
user24681012 :
روعه الفيلم
2026-07-18 18:14:05
0
sm555_3
S3oodah✨ :
شو اسلم الفلم
2026-07-18 18:37:24
0
angeltotu
Tot𝜗𝜚˚ :
تعالوا ببث فورت🤙🏻❤️.
2026-07-19 00:32:06
0
yaraalamri650
Yj88975 :
جعله ما كلم لين يوم الدين .. اللي يبي يحسن علاقته مع زوجته يعرف شلون .. اي علاقة ثانية عاد كلها خساير وضياع عمر ووقت
2026-07-18 17:48:24
8
nina.mina731
Nina Mina :
انا بعثتلو مسج يوضح فيه ليش عم يعمل هيك بعدها خمس ساعات طلع ستوري يعني ماكان بدو يرد فأنا مسحت مسجي وماعدت بعثتلو اصلا وهلق مشغولة بنفسي بعث او مابعث مايهمني وحتى لو بعث ماراح يتغير شي بس صار ساكن بستورياتي مفكرني راح ابكي واتحسر والمح بستوريات بس ماشاف شي ماراح اعطيه لي بدو ياه انا ممكن سامح مرة وعشر لكن لما اوصل لنقطة انه الإنسان مايستاهل خلص بصير جثة
2026-07-18 18:39:49
4
To see more videos from user @totalis88, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Makin ke sini makin jago aja ya orang-orang bikin framing pembodohan massal. Sekarang, niat baik negara buat bagi-bagi bantuan ke masyarakat malah dipelintir seolah-olah jadi tindak pidana. Judulnya dibikin provokatif:
Makin ke sini makin jago aja ya orang-orang bikin framing pembodohan massal. Sekarang, niat baik negara buat bagi-bagi bantuan ke masyarakat malah dipelintir seolah-olah jadi tindak pidana. Judulnya dibikin provokatif: "Prabowo sumbang 1.098 sapi kurban pakai APBN." Buat kalian yang malas baca dan cuma modal scroll judul, pasti langsung nyinyir, "Loh, kok ibadah kurban pribadi pakai uang negara?!" Nah, di situlah kalian telan mentah-mentah framing licik itu! Pakai logika sedikit, mari kita bedah faktanya. Tolong bedakan antara Prabowo sebagai pribadi, dan Prabowo sebagai Presiden (Kepala Negara). Dua hal ini nggak bisa dicampuradukkan sesuka jidat. 1.098 sapi itu BUKAN kurban pribadi. Itu adalah program Bantuan Kemasyarakatan (Banmas) Presiden. Artinya, ini adalah program resmi negara yang dananya dari negara, dan manfaatnya 100% dikembalikan untuk perut rakyat! Ke mana sapi-sapi itu pergi? Ke daerah-daerah pelosok, pesantren, ormas Islam, tokoh agama, dan masyarakat luas yang membutuhkan. Manfaatnya bukan buat orang Istana, bukan buat pejabat. Dan ingat, negara ini bukan cuma Pulau Jawa, daerah-daerah lain juga sangat berhak merasakan kehadiran negara. Mau mengkritik? Silakan! Kita sebagai masyarakat memang punya hak dan kewajiban ikut mengawasi. Tapi kritiklah pakai otak dan data yang adil. Jangan sampai program bantuan yang jelas-jelas buat rakyat malah kalian fitnah seolah Presiden pakai APBN buat kurban pribadi. Kalau dompet kalian belum mampu buat ikut berbagi, minimal jari kalian jangan dipakai buat nyebar hoax dan informasi menyesatkan! 🇮🇩🐄🔥 #FaktaBicara #StopHoax #BanmasPresiden #SapiKurban #PrabowoSubianto #BantuanRakyat #AkalSehat #LawanFraming #IndonesiaMaju #SikatMafia
Sungguh ironis melihat bagaimana diskursus publik kita bisa dengan mudahnya dibajak oleh satu judul berita provokatif. Belakangan ini, ramai narasi yang menggiring opini seolah-olah Presiden menggunakan APBN untuk ibadah kurban pribadinya. Mari kita naikkan level literasi politik kita dan melihat isu ini dengan kacamata yang lebih kritis namun tetap diplomatis. Kita harus mulai membiasakan diri untuk memisahkan antara entitas personal dan institusional. Bantuan 1.098 sapi tersebut bukanlah ibadah kurban atas nama pribadi Prabowo, melainkan bagian dari Bantuan Kemasyarakatan (Banmas) Presiden. Ini adalah instrumen resmi tata negara, didanai oleh APBN, dan secara spesifik dirancang agar kehadiran negara bisa dirasakan langsung oleh masyarakat di akar rumput, pesantren, ormas, dan daerah-daerah yang jauh dari gemerlap Pulau Jawa. Dalam negara demokrasi, sikap kritis bukanlah sekadar opsi, melainkan kewajiban. Kita sangat berhak mengawasi pemerintah. Namun, kemarahan yang didasari oleh framing keliru hanya akan menghasilkan kebisingan tanpa makna. Jika kita benar-benar peduli pada rakyat, pindahkan fokus kritik tersebut pada substansi eksekusinya. Tanyakan dan kawal prosesnya: Apakah penyaluran sapi Banmas ini sudah transparan? Apakah distribusinya tepat sasaran dan benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak di daerah? Itulah bentuk pengawasan yang cerdas dan substantif. Berbeda pandangan politik adalah hal yang lumrah. Namun, jangan sampai keengganan kita pada sosok tertentu membuat kita secara tidak sadar ikut menyerang dan memelintir program negara yang manfaatnya jelas-jelas ditujukan untuk mengisi perut rakyat. Mari jadi masyarakat yang kritis secara objektif, bukan kritis karena termakan clickbait. 🇮🇩⚖️ #DemokrasiCerdas #KritikSubstantif #BanmasPresiden #FaktaBicara #EdukasiPolitik #PrabowoSubianto #AkalSehat #BantuanRakyat #LiterasiPolitik #IndonesiaMaju
Sungguh ironis melihat bagaimana diskursus publik kita bisa dengan mudahnya dibajak oleh satu judul berita provokatif. Belakangan ini, ramai narasi yang menggiring opini seolah-olah Presiden menggunakan APBN untuk ibadah kurban pribadinya. Mari kita naikkan level literasi politik kita dan melihat isu ini dengan kacamata yang lebih kritis namun tetap diplomatis. Kita harus mulai membiasakan diri untuk memisahkan antara entitas personal dan institusional. Bantuan 1.098 sapi tersebut bukanlah ibadah kurban atas nama pribadi Prabowo, melainkan bagian dari Bantuan Kemasyarakatan (Banmas) Presiden. Ini adalah instrumen resmi tata negara, didanai oleh APBN, dan secara spesifik dirancang agar kehadiran negara bisa dirasakan langsung oleh masyarakat di akar rumput, pesantren, ormas, dan daerah-daerah yang jauh dari gemerlap Pulau Jawa. Dalam negara demokrasi, sikap kritis bukanlah sekadar opsi, melainkan kewajiban. Kita sangat berhak mengawasi pemerintah. Namun, kemarahan yang didasari oleh framing keliru hanya akan menghasilkan kebisingan tanpa makna. Jika kita benar-benar peduli pada rakyat, pindahkan fokus kritik tersebut pada substansi eksekusinya. Tanyakan dan kawal prosesnya: Apakah penyaluran sapi Banmas ini sudah transparan? Apakah distribusinya tepat sasaran dan benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak di daerah? Itulah bentuk pengawasan yang cerdas dan substantif. Berbeda pandangan politik adalah hal yang lumrah. Namun, jangan sampai keengganan kita pada sosok tertentu membuat kita secara tidak sadar ikut menyerang dan memelintir program negara yang manfaatnya jelas-jelas ditujukan untuk mengisi perut rakyat. Mari jadi masyarakat yang kritis secara objektif, bukan kritis karena termakan clickbait. 🇮🇩⚖️ #DemokrasiCerdas #KritikSubstantif #BanmasPresiden #FaktaBicara #EdukasiPolitik #PrabowoSubianto #AkalSehat #BantuanRakyat #LiterasiPolitik #IndonesiaMaju
Sungguh ironis melihat bagaimana diskursus publik kita bisa dengan mudahnya dibajak oleh satu judul berita provokatif. Belakangan ini, ramai narasi yang menggiring opini seolah-olah Presiden menggunakan APBN untuk ibadah kurban pribadinya. Mari kita naikkan level literasi politik kita dan melihat isu ini dengan kacamata yang lebih kritis namun tetap diplomatis. Kita harus mulai membiasakan diri untuk memisahkan antara entitas personal dan institusional. Bantuan 1.098 sapi tersebut bukanlah ibadah kurban atas nama pribadi Prabowo, melainkan bagian dari Bantuan Kemasyarakatan (Banmas) Presiden. Ini adalah instrumen resmi tata negara, didanai oleh APBN, dan secara spesifik dirancang agar kehadiran negara bisa dirasakan langsung oleh masyarakat di akar rumput, pesantren, ormas, dan daerah-daerah yang jauh dari gemerlap Pulau Jawa. Dalam negara demokrasi, sikap kritis bukanlah sekadar opsi, melainkan kewajiban. Kita sangat berhak mengawasi pemerintah. Namun, kemarahan yang didasari oleh framing keliru hanya akan menghasilkan kebisingan tanpa makna. Jika kita benar-benar peduli pada rakyat, pindahkan fokus kritik tersebut pada substansi eksekusinya. Tanyakan dan kawal prosesnya: Apakah penyaluran sapi Banmas ini sudah transparan? Apakah distribusinya tepat sasaran dan benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak di daerah? Itulah bentuk pengawasan yang cerdas dan substantif. Berbeda pandangan politik adalah hal yang lumrah. Namun, jangan sampai keengganan kita pada sosok tertentu membuat kita secara tidak sadar ikut menyerang dan memelintir program negara yang manfaatnya jelas-jelas ditujukan untuk mengisi perut rakyat. Mari jadi masyarakat yang kritis secara objektif, bukan kritis karena termakan clickbait. 🇮🇩⚖️ #DemokrasiCerdas #KritikSubstantif #BanmasPresiden #FaktaBicara #EdukasiPolitik #PrabowoSubianto #AkalSehat #BantuanRakyat #LiterasiPolitik #IndonesiaMaju
Sungguh ironis melihat bagaimana diskursus publik kita bisa dengan mudahnya dibajak oleh satu judul berita provokatif. Belakangan ini, ramai narasi yang menggiring opini seolah-olah Presiden menggunakan APBN untuk ibadah kurban pribadinya. Mari kita naikkan level literasi politik kita dan melihat isu ini dengan kacamata yang lebih kritis namun tetap diplomatis. Kita harus mulai membiasakan diri untuk memisahkan antara entitas personal dan institusional. Bantuan 1.098 sapi tersebut bukanlah ibadah kurban atas nama pribadi Prabowo, melainkan bagian dari Bantuan Kemasyarakatan (Banmas) Presiden. Ini adalah instrumen resmi tata negara, didanai oleh APBN, dan secara spesifik dirancang agar kehadiran negara bisa dirasakan langsung oleh masyarakat di akar rumput, pesantren, ormas, dan daerah-daerah yang jauh dari gemerlap Pulau Jawa. Dalam negara demokrasi, sikap kritis bukanlah sekadar opsi, melainkan kewajiban. Kita sangat berhak mengawasi pemerintah. Namun, kemarahan yang didasari oleh framing keliru hanya akan menghasilkan kebisingan tanpa makna. Jika kita benar-benar peduli pada rakyat, pindahkan fokus kritik tersebut pada substansi eksekusinya. Tanyakan dan kawal prosesnya: Apakah penyaluran sapi Banmas ini sudah transparan? Apakah distribusinya tepat sasaran dan benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak di daerah? Itulah bentuk pengawasan yang cerdas dan substantif. Berbeda pandangan politik adalah hal yang lumrah. Namun, jangan sampai keengganan kita pada sosok tertentu membuat kita secara tidak sadar ikut menyerang dan memelintir program negara yang manfaatnya jelas-jelas ditujukan untuk mengisi perut rakyat. Mari jadi masyarakat yang kritis secara objektif, bukan kritis karena termakan clickbait. 🇮🇩⚖️ #DemokrasiCerdas #KritikSubstantif #BanmasPresiden #FaktaBicara #EdukasiPolitik #PrabowoSubianto #AkalSehat #BantuanRakyat #LiterasiPolitik #IndonesiaMaju

About