@maso_abdali:

maso_abdali
maso_abdali
Open In TikTok:
Region: AF
Saturday 18 July 2026 08:20:21 GMT
868
70
8
2

Music

Download

Comments

saleembacha38
Saleem bacha :
🥰🥰🥰🥰🥰🥰
2026-07-18 08:51:33
0
manzoor.abdali8
57 78```? :
👑👑👑
2026-07-18 10:13:37
0
abidoo991
MحMد~ABID®`🫴🫀 :
🥰🥰🥰
2026-07-18 10:51:04
0
haqmalsultan
H.K_jahan :
🥰🥰🥰
2026-07-18 11:09:26
0
drhamed_zerak
Dr🩺Ahmad Zerak 🇦🇫 :
🥰🥰🥰
2026-07-18 16:02:49
0
hamidkhanachakzai
M Hamid MubariZ :
ماشاءالله د بدو او بدرنکږ سترکو په امان وسی
2026-07-18 18:26:52
0
khan790164
فضلي احمد فیضي :
💖💖
2026-07-29 03:34:42
0
user55958731365948
لوی یاوری :
💞💞💞💞💞
2026-07-30 05:18:02
0
To see more videos from user @maso_abdali, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

SINTRONG! Gulma yang Diremehkan, Ternyata Jadi Lalapan Favorit dan Kaya Nutrisi! Sintrong (Crassocephalum crepidioides) adalah tumbuhan liar dari suku Asteraceae yang sering tumbuh di pekarangan atau lahan terlantar. Sering dikonsumsi sebagai lalapan oleh masyarakat Sunda, daun ini kaya akan serat, vitamin C, serta senyawa antioksidan seperti flavonoid yang bermanfaat untuk pencernaan, meredakan peradangan, hingga mengatasi asam urat. Berikut adalah fakta menarik dan panduan lengkap mengenai tanaman sintrong: 1. Karakteristik Tanaman Sintrong adalah terna (tumbuhan berbatang lunak) yang tingginya bisa mencapai 1 meter. Tanaman ini memiliki daun berbentuk jorong memanjang dengan ujung runcing, serta bunga majemuk berwarna merah bata atau oranye. Sintrong sangat mudah tumbuh dari biji dan menyebar secara liar, terutama di daerah dengan ketinggian di atas 200 meter di atas permukaan laut (mdpl). Di Indonesia, tanaman ini dikenal dengan berbagai nama daerah seperti salentrong (Sunda), jambrong, tespong, dan puyung (Jawa). 2. Kandungan Gizi Daun sintrong dikenal padat nutrisi dan rendah kalori. Setiap 100 gram daun sintrong mengandung: Kalori: 36 kkal Protein: 2,6 gram Karbohidrat: 6,1 gram Serat: 1,7 gram Kalsium: Berlimpah, didukung pula oleh kandungan Vitamin A dan Vitamin C.3. Khasiat untuk KesehatanDalam pengobatan tradisional, tumbuhan liar ini sering dimanfaatkan karena sifat antibakteri dan antiinflamasinya.  Beberapa manfaat utamanya meliputi: Meredakan Masalah Pencernaan: Sintrong terbukti secara empiris efektif menghambat bakteri penyebab diare dan melancarkan pencernaan. Meredakan Nyeri Asam Urat: Senyawa aktif di dalamnya diketahui dapat meringankan gejala serangan asam urat. Mengatasi Gejala Flu dan Demam: Daun ini sering digunakan untuk menurunkan panas dan meredakan hidung tersumbat saat flu. Perawatan Luka dan Kulit: Mempercepat penyembuhan luka luar dan mengurangi peradangan jerawat. 4. Cara Budidaya (Persemaian) Jika Anda tertarik menanamnya di pekarangan, perbanyakan tanaman ini dapat dilakukan melalui biji.Penyemaian: Tebar benih sintrong di media semai yang subur. Pindah Tanam: Setelah bibit mencapai tinggi 8 – 10 cm, pindahkan ke pot atau lahan terbuka dengan jarak tanam ideal sekitar 30 cm × 30 cm.Perawatan: Berikan pupuk kandang atau NPK untuk hasil panen daun yang optimal. #educative #DiaryAlam #edukasianak #faktaunik #animasi3d #animation #hasilkebun #tanamanherbal #diaryalam #belajarseru #sintrong
SINTRONG! Gulma yang Diremehkan, Ternyata Jadi Lalapan Favorit dan Kaya Nutrisi! Sintrong (Crassocephalum crepidioides) adalah tumbuhan liar dari suku Asteraceae yang sering tumbuh di pekarangan atau lahan terlantar. Sering dikonsumsi sebagai lalapan oleh masyarakat Sunda, daun ini kaya akan serat, vitamin C, serta senyawa antioksidan seperti flavonoid yang bermanfaat untuk pencernaan, meredakan peradangan, hingga mengatasi asam urat. Berikut adalah fakta menarik dan panduan lengkap mengenai tanaman sintrong: 1. Karakteristik Tanaman Sintrong adalah terna (tumbuhan berbatang lunak) yang tingginya bisa mencapai 1 meter. Tanaman ini memiliki daun berbentuk jorong memanjang dengan ujung runcing, serta bunga majemuk berwarna merah bata atau oranye. Sintrong sangat mudah tumbuh dari biji dan menyebar secara liar, terutama di daerah dengan ketinggian di atas 200 meter di atas permukaan laut (mdpl). Di Indonesia, tanaman ini dikenal dengan berbagai nama daerah seperti salentrong (Sunda), jambrong, tespong, dan puyung (Jawa). 2. Kandungan Gizi Daun sintrong dikenal padat nutrisi dan rendah kalori. Setiap 100 gram daun sintrong mengandung: Kalori: 36 kkal Protein: 2,6 gram Karbohidrat: 6,1 gram Serat: 1,7 gram Kalsium: Berlimpah, didukung pula oleh kandungan Vitamin A dan Vitamin C.3. Khasiat untuk KesehatanDalam pengobatan tradisional, tumbuhan liar ini sering dimanfaatkan karena sifat antibakteri dan antiinflamasinya. Beberapa manfaat utamanya meliputi: Meredakan Masalah Pencernaan: Sintrong terbukti secara empiris efektif menghambat bakteri penyebab diare dan melancarkan pencernaan. Meredakan Nyeri Asam Urat: Senyawa aktif di dalamnya diketahui dapat meringankan gejala serangan asam urat. Mengatasi Gejala Flu dan Demam: Daun ini sering digunakan untuk menurunkan panas dan meredakan hidung tersumbat saat flu. Perawatan Luka dan Kulit: Mempercepat penyembuhan luka luar dan mengurangi peradangan jerawat. 4. Cara Budidaya (Persemaian) Jika Anda tertarik menanamnya di pekarangan, perbanyakan tanaman ini dapat dilakukan melalui biji.Penyemaian: Tebar benih sintrong di media semai yang subur. Pindah Tanam: Setelah bibit mencapai tinggi 8 – 10 cm, pindahkan ke pot atau lahan terbuka dengan jarak tanam ideal sekitar 30 cm × 30 cm.Perawatan: Berikan pupuk kandang atau NPK untuk hasil panen daun yang optimal. #educative #DiaryAlam #edukasianak #faktaunik #animasi3d #animation #hasilkebun #tanamanherbal #diaryalam #belajarseru #sintrong

About