@xavian_path_ofkindness: Beberapa alasannya: 🧠 Membuat sulit memulai. Karena merasa semuanya harus sempurna, seseorang sering menunda pekerjaan atau bahkan tidak jadi memulai. 😟 Menambah stres dan kecemasan. Kesalahan kecil terasa seperti kegagalan besar. 📉 Menghambat perkembangan. Orang yang takut salah cenderung menghindari tantangan, padahal kemampuan berkembang dari mencoba dan memperbaiki kesalahan. ⏳ Membuang banyak waktu. Terlalu lama menyempurnakan hal kecil yang sebenarnya sudah cukup baik. 💔 Mudah kecewa pada diri sendiri. Standar yang terlalu tinggi membuat seseorang merasa pencapaiannya tidak pernah cukup. Bukan berarti berusaha memberikan yang terbaik itu salah. Justru itu hal yang baik. Yang tidak disarankan adalah memaksa diri harus sempurna dalam segala hal. Misalnya: Belajar 95% paham materi dan langsung latihan soal sering lebih efektif daripada mengejar 100% paham tetapi tidak pernah mulai mengerjakan soal. Seorang pelukis yang terus memperbaiki satu lukisan mungkin tidak pernah menyelesaikannya, sedangkan pelukis yang menyelesaikan banyak karya akan terus berkembang. Jadi, prinsip yang lebih sehat adalah berusaha sebaik mungkin, menerima bahwa kesalahan adalah bagian dari proses, lalu terus memperbaiki diri. Kesempurnaan bukanlah syarat untuk menjadi hebat; kemajuan yang konsisten jauh lebih penting daripada mengejar hasil yang sempurna. 🌱