@pyupyuluv: #aespa #karina

pyupyu
pyupyu
Open In TikTok:
Region: KR
Saturday 18 July 2026 11:07:10 GMT
150314
23747
68
725

Music

Download

Comments

anxiousbear1122
Bear :
best body in kpop
2026-07-18 23:13:30
501
ecopunk3
ecopunk3 :
Karina was 10/10 now shes 11/10 🤩
2026-07-19 03:12:28
45
keseleoton
museum everything i’ve loved :
paha dia tambah gede tapi pinggang masih ramping tu gimane, kaga bulking kah diaaa
2026-07-19 05:15:35
46
usera_0324
むーみーまん :
カリナ様またもやエッチ
2026-07-19 04:51:11
2
tapikotakups
Tapiko Takupe :
Sharp
2026-07-19 07:05:34
3
choi_minho129
ぱおん :
アニメすぎる
2026-07-19 09:30:50
2
arqkinn
ᴀʀᴋᴋɪɴ𓍼 :
Sooooo healthy!!! 👏🏻👏🏻👏🏻
2026-07-19 06:12:05
5
mikufan2003
mikufan2003 :
she is so perfect
2026-07-19 03:23:01
5
melisah340
Karina_gf💙 :
perfect
2026-07-19 03:24:15
3
lee_khang194
Khang_Le_🐐_♈ :
2026-07-19 02:24:12
2
radenajeng196
radenajeng :
BODY NYA TUH LITERALLY RAMPING,TAPI SEHATT
2026-07-19 10:39:25
0
humbu9g
humbugg :
es tan perfecta 😍
2026-07-19 06:21:44
1
bycrovetti
Crovetti :
Sus piernas cada vez más irreales 🥰
2026-07-18 21:29:58
5
raaapii
Raapiii :
first
2026-07-18 11:09:18
0
_pviz_
wi. :
ủa mày ơi ghép lộn nhạc
2026-07-18 11:27:53
0
hamster.rock223_
hamstersrock :
Mommmy
2026-07-19 02:14:59
2
To see more videos from user @pyupyuluv, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

KH. Zubair Muntashor adalah seorang ulama sepuh, kiai khos kharismatik asal Bangkalan, Madura, sekaligus cicit dari ulama legendaris Syaichona Cholil Bangkalan. Semasa hidupnya, beliau mengemban amanah sebagai Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Cholil Bangkalan dan aktif sebagai Musytasar (Penasihat) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Beliau wafat pada tanggal 28 April 2024.  Berikut adalah profil dan biografi singkat perjalanan hidup KH. Zubair Muntashor: Silsilah dan Kelahiran Garis Keturunan Mulia:  KH. Zubair merupakan putra tunggal dari pasangan KH. Muntashor (pendiri Ponpes Nurul Cholil) dan Nyai Nazhifah. Cicit Syaichona Cholil:  Ibunya, Nyai Nazhifah, merupakan putri dari KH. Imron bin KH. Muhammad Cholil Bangkalan. Hal ini menjadikan beliau sebagai generasi cicit langsung dari Syaichona Cholil. Anak Semata Wayang:  Sebagai anak tunggal, beliau memikul tanggung jawab besar untuk melanjutkan tongkat estafet dakwah keluarganya.  Riwayat Pendidikan Didikan Sang Ayah:  Sejak kecil, KH. Zubair diasuh dan dididik langsung dalam lingkungan keagamaan yang ketat oleh ayahnya, KH. Muntashor.  Nyantri di Sidogiri:  Saat menginjak usia belasan tahun, beliau dikirim untuk menuntut ilmu di Pondok Pesantren Sidogiri, Pasuruan. Di pesantren tua tersebut, beliau menghabiskan waktu selama tujuh tahun untuk mendalami kitab-kitab kuning dan ilmu agama.  Kiprah dan Kepemimpinan Pengasuh Pesantren:  Setelah sang ayah wafat, KH. Zubair menjadi penerus tunggal yang melanjutkan kepengasuhan di Pondok Pesantren Nurul Cholil Bangkalan demi membimbing ratusan santri.  Keteladanan dan Karakter Sangat Istiqomah:  Beliau dikenal sangat disiplin, terutama dalam menjaga shalat berjamaah lima waktu tepat waktu bersama para santrinya. Disiplin Mengawasi Santri:  Setiap pagi dan malam, beliau terbiasa duduk di depan halaman madrasah untuk mengawasi langsung kegiatan belajar kedisiplinan para santri. Beliau bahkan kerap turun langsung ke kamar-kamar untuk membangunkan santri shalat subuh. Kiprah di NU:  Beliau dihormati secara nasional dan dipercaya menduduki posisi strategis sebagai Musytasar (Penasihat) PBNU. Pemikiran yang Fleksibel:  Dalam menyikapi persoalan keagamaan seperti isu bidah, beliau dikenal memiliki pandangan yang adaptif, luwes, serta mengutamakan harmoni antara teks syariat dengan budaya lokal masyarakat setempat.  Karakter dan Keteladanan Adab yang Tinggi:  Kiai Zubair sangat menjunjung tinggi etika dan disiplin akhlak. Beliau dikenal sangat menghormati gurunya. Salah satu kisah masyhur menceritakan beliau tidak segan mencium tangan seorang kakek tua berpakaian biasa di masjid, yang ternyata merupakan mantan guru Sekolah Dasar (SD) beliau dulu.  Tegas namun Rendah Hati:  Kepemimpinannya diakui bersahaja, zuhud, tegas dalam prinsip keagamaan, namun tetap hangat dan ramah kepada siapa pun yang datang bertamu. Kasih Sayang pada Sesama:  Di akhir hayatnya, beliau gemar blusukan ke desa-desa untuk berbaur dengan warga. Beliau juga memiliki kebiasaan unik melepas puluhan hingga ratusan ekor burung ke alam bebas bersama masyarakat sebagai bentuk kasih sayang makhluk hidup. #khzubairmuntashor  #khmuntashor  #syaikhonakholilbangkalan  #pondokpesantrennurulcholil  #pondokpesantrennurulcholilbangkalan
KH. Zubair Muntashor adalah seorang ulama sepuh, kiai khos kharismatik asal Bangkalan, Madura, sekaligus cicit dari ulama legendaris Syaichona Cholil Bangkalan. Semasa hidupnya, beliau mengemban amanah sebagai Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Cholil Bangkalan dan aktif sebagai Musytasar (Penasihat) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Beliau wafat pada tanggal 28 April 2024. Berikut adalah profil dan biografi singkat perjalanan hidup KH. Zubair Muntashor: Silsilah dan Kelahiran Garis Keturunan Mulia: KH. Zubair merupakan putra tunggal dari pasangan KH. Muntashor (pendiri Ponpes Nurul Cholil) dan Nyai Nazhifah. Cicit Syaichona Cholil: Ibunya, Nyai Nazhifah, merupakan putri dari KH. Imron bin KH. Muhammad Cholil Bangkalan. Hal ini menjadikan beliau sebagai generasi cicit langsung dari Syaichona Cholil. Anak Semata Wayang: Sebagai anak tunggal, beliau memikul tanggung jawab besar untuk melanjutkan tongkat estafet dakwah keluarganya. Riwayat Pendidikan Didikan Sang Ayah: Sejak kecil, KH. Zubair diasuh dan dididik langsung dalam lingkungan keagamaan yang ketat oleh ayahnya, KH. Muntashor. Nyantri di Sidogiri: Saat menginjak usia belasan tahun, beliau dikirim untuk menuntut ilmu di Pondok Pesantren Sidogiri, Pasuruan. Di pesantren tua tersebut, beliau menghabiskan waktu selama tujuh tahun untuk mendalami kitab-kitab kuning dan ilmu agama. Kiprah dan Kepemimpinan Pengasuh Pesantren: Setelah sang ayah wafat, KH. Zubair menjadi penerus tunggal yang melanjutkan kepengasuhan di Pondok Pesantren Nurul Cholil Bangkalan demi membimbing ratusan santri. Keteladanan dan Karakter Sangat Istiqomah: Beliau dikenal sangat disiplin, terutama dalam menjaga shalat berjamaah lima waktu tepat waktu bersama para santrinya. Disiplin Mengawasi Santri: Setiap pagi dan malam, beliau terbiasa duduk di depan halaman madrasah untuk mengawasi langsung kegiatan belajar kedisiplinan para santri. Beliau bahkan kerap turun langsung ke kamar-kamar untuk membangunkan santri shalat subuh. Kiprah di NU: Beliau dihormati secara nasional dan dipercaya menduduki posisi strategis sebagai Musytasar (Penasihat) PBNU. Pemikiran yang Fleksibel: Dalam menyikapi persoalan keagamaan seperti isu bidah, beliau dikenal memiliki pandangan yang adaptif, luwes, serta mengutamakan harmoni antara teks syariat dengan budaya lokal masyarakat setempat. Karakter dan Keteladanan Adab yang Tinggi: Kiai Zubair sangat menjunjung tinggi etika dan disiplin akhlak. Beliau dikenal sangat menghormati gurunya. Salah satu kisah masyhur menceritakan beliau tidak segan mencium tangan seorang kakek tua berpakaian biasa di masjid, yang ternyata merupakan mantan guru Sekolah Dasar (SD) beliau dulu. Tegas namun Rendah Hati: Kepemimpinannya diakui bersahaja, zuhud, tegas dalam prinsip keagamaan, namun tetap hangat dan ramah kepada siapa pun yang datang bertamu. Kasih Sayang pada Sesama: Di akhir hayatnya, beliau gemar blusukan ke desa-desa untuk berbaur dengan warga. Beliau juga memiliki kebiasaan unik melepas puluhan hingga ratusan ekor burung ke alam bebas bersama masyarakat sebagai bentuk kasih sayang makhluk hidup. #khzubairmuntashor #khmuntashor #syaikhonakholilbangkalan #pondokpesantrennurulcholil #pondokpesantrennurulcholilbangkalan

About