@malak_eloujdia: #شعب_الصيني_ماله_حل😂😂 #🥰🥰🥰🥰❤️❤️❤️ #جيش_البلدية #fyppppppppppppppppppppppp #capcut

💕MaLak_eloujdia🤍
💕MaLak_eloujdia🤍
Open In TikTok:
Region: MA
Saturday 18 July 2026 14:07:34 GMT
125775
529
19
74

Music

Download

Comments

hassanha05
Kamalkamal :
2026-07-18 14:36:58
21
user8619516179782
Joel :
mohbola🤩🤩
2026-07-18 14:43:38
1
ilyass6563
tamazirt :
2026-07-18 23:55:17
3
rainbowpf167
𝐉𝐢𝐦𝐢𝐧ᶠᴬᴺ :
2026-09-02 15:56:01
0
user8619516179782
Joel :
guapa 🤩
2026-07-20 04:47:19
4
hassan.ait.lhassan
HASSAN ait LHASSAN :
😜
2026-07-23 00:32:51
0
hassanha05
Kamalkamal :
2026-08-29 17:35:02
0
pippa.fitz.amobi3
Lauver :
wtf?
2026-08-21 17:19:23
14
nourhoudalasillal1
𝓝𝓸𝓾𝓻 𝓗𝓸𝓾𝓭𝓪 ♡ :
daba wach had tay ghadi yji m3aha mayou
2026-08-28 18:36:49
3
hwangre_jannat
🐬🐬 :
wtf
2026-08-24 18:05:17
3
evv_aya2
𝒜𝓎𝒶/ايــة🥹💋 :
2026-07-22 16:36:00
2
user933256934
MD Salman :
💕💕💕
2026-07-18 19:53:55
2
redouanegou
Redouane Gouirsou :
😋😋😋
2026-07-18 14:34:18
2
user2403813688611
user2403813688611 :
🥰🥰🥰
2026-09-03 15:06:46
0
mimiiii_043
mimiiii_0 :
🌸 أجمل النساء ليست البيضاء و لا السمراء و لا الطويلة و لا قصيرة و لا من تملك عيون زرقاء أو عسلية و لا ذات الشعر الطويل أو القصير و لا من تملك الغمازات 🌸 أجمل النساء 🌸 هي من صانت نفسها و احترمت شيب رجل تعب من أجلها 🌸 أجمل النساء 🌸 هي من خافت ربها و رفعت شأن أهلها بتربيتها و خُلقها و بنجاحها ، لا بلباسها و بجمالها جمال المرأة أخلاقها و حيائها 🌸 أجمل النساء 🌸 هي من لم تسمح لأي شخص أن يتسلى بها و بمشاعرها و أخفت زينتها بحجابها 🌸 أجمل النساء 🌸 هي من حفظت أخواتها بنقائها و بحيائها و عفويتها 🌸 أجمل النساء 🌸 هي من جعلت نفسها ملكة لا يستطيع أحد أن يصل إليها لا من تزينت و تبرجت و تعطرت و تجملت يقولو عنها جميلة ، الجمال في التربية و حسن خُلق و قلب نقي صالح و تفقهها في دين الإسلام هذه هي المرأة الجميلة الصالحةو الغالية و الجوهرة الثمينة و هي كنز 🌸 #طريقنا الي الجنة🫀🌷
2026-09-11 23:47:22
0
To see more videos from user @malak_eloujdia, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

POV | Malam itu, salah satu base anak Teknik di kampusmu mendadak heboh. Bukan karena info tugas, jadwal praktikum, atau pengumuman himpunan. Kali ini, nama salah satu mahasiswa yang sudah terlalu sering wara-wiri di base kembali menjadi bahan cuitan. Dan seperti biasa, cukup untuk membuat para penggemar setianya ikut nimbrung. Park Sunghoon. Mahasiswa Teknik Mesin yang namanya nyaris tak pernah absen dari timeline. Kadang karena prestasinya, tapi lebih sering karena kelakuannya. Apalagi kalau bukan soal perempuan. Namanya hampir selalu punya cerita baru. Entah soal tongkrongan famous yang selalu berakhir menjelang pagi, jaket himpunan yang masih melekat saat ia datang ke kampus, atau perempuan lain yang belakangan terlihat bersamanya. Sunghoon memang terkenal. Terlalu terkenal, bahkan. Tengil, suka cari masalah, dan seolah tak pernah kehabisan perempuan. Si teknik redflag berjalan, kalau kata sebagian orang waras. Tapi anehnya, fansnya selalu ada saja yang rela pura-pura buta. Dahimu mengernyit saat matamu berhenti pada sebuah foto yang sejak tadi memenuhi timeline. Sunghoon masih dengan jaket hitam dan helm half-face yang menutupi sebagian wajahnya, duduk di atas motor sambil memboncengi seorang mahasiswi Psikologi yang sama sekali tak kamu kenal. Kedua tangan perempuan itu melingkar santai di pinggangnya, sementara Sunghoon menoleh sedikit ke belakang dengan senyum yang masih bisa terlihat jelas di balik helm. Senyum yang beberapa minggu lalu, masih kamu kira hanya milikmu. [ BASE TEKNIK ] “Guys ini Sunghoon anak mesin bukan sih?😭😭😭 kok kayaknya udah punya gandengan baru aja. Literally baru putus sama si y/n, loh. Eh sekarang udah boncengin anak psikologi wkwkwk. Cocok sih mereka, sama-sama cakep 😭. Btw ada yang tau kabar y/n? takutnya masih galau... atau jangan-jangan malah belum move on? WKWKWK.” Kamu spontan berdecak jijik. “Najis banget??? Ogah banget gue galauin cowok gila itu.” Ponselmu kamu letakkan sedikit kasar di atas meja cafe, sebelum tanganmu meraih gelas minuman yang nyaris habis dan menyesapnya dengan wajah kesal. Teman-temanmu sontak mengangkat kepala dari ponsel masing-masing. Senyum dan kekehan kecil langsung terdengar dari sekitar meja. Reaksimu tentu saja sudah bisa mereka tebak setelah kalian melihat unggahan X itu bersamaan. “Gue bilang juga apa. Sebaik-baiknya anak Teknik, lebih baik jangan,” celetuk Giselle sambil terkekeh puas. “Lu nggak percaya sama gue, sih.” Jessie hanya tersenyum simpul sembari menyesap es kopinya. “Sia-sia air mata lu seminggu kemarin, nangisin anak Teknik jahat.” Kamu memutar bola mata. “Ya udah, sih. Anggap aja kemarin gue dipelet sama dia.” “Dipelet sampe ciuman tiap ketemu?” sahut Giselle dengan wajah penuh seringai jahil. Kamu sontak melotot. Hampir saja minuman yang baru kamu teguk menyembur karena tersedak. Sementara ketiga temanmu justru pecah tertawa melihat reaksimu. Kamu kembali berdecak sebal. “Giselle, shut up. It's so disgusting to remember.” ••• Malam itu, bukannya tidur lebih awal, kamu malah masih duduk dengan laptop di pangkuanmu. Sejak pulang dari cafe tadi, entah kenapa kepalamu masih penuh oleh unggahan base Teknik yang menyebalkan itu. Berkali-kali kamu mencoba mengabaikannya, tetapi kalimat terakhir dalam menfess tersebut terus terngiang-ngiang. “Najis,” gumammu sebal. Kamu menggeleng, lalu kembali memusatkan perhatian pada layar laptop di hadapanmu. Beberapa halaman jurnal hukum terbuka, lengkap dengan catatan dan buku yang berserakan di atas karpet. Jam digital di sudut ruangan sudah menunjukkan 02.11 dini hari.  Kamu sebenarnya sudah mengantuk, tapi rasa kesal membuatmu enggan tidur. Daripada terus memikirkan Sunghoon, lebih baik tugas kuliahmu selesai malam ini. Setidaknya, begitu yang kamu pikirkan. Sampai sebuah getaran dari sisi laptop membuat jemarimu berhenti mengetik. Ponselmu menyala, satu nama muncul di layar. Sunghoon.  +💬 #pov #sunghoon #sunghoonedit #sunghoonenhypen #fypage
POV | Malam itu, salah satu base anak Teknik di kampusmu mendadak heboh. Bukan karena info tugas, jadwal praktikum, atau pengumuman himpunan. Kali ini, nama salah satu mahasiswa yang sudah terlalu sering wara-wiri di base kembali menjadi bahan cuitan. Dan seperti biasa, cukup untuk membuat para penggemar setianya ikut nimbrung. Park Sunghoon. Mahasiswa Teknik Mesin yang namanya nyaris tak pernah absen dari timeline. Kadang karena prestasinya, tapi lebih sering karena kelakuannya. Apalagi kalau bukan soal perempuan. Namanya hampir selalu punya cerita baru. Entah soal tongkrongan famous yang selalu berakhir menjelang pagi, jaket himpunan yang masih melekat saat ia datang ke kampus, atau perempuan lain yang belakangan terlihat bersamanya. Sunghoon memang terkenal. Terlalu terkenal, bahkan. Tengil, suka cari masalah, dan seolah tak pernah kehabisan perempuan. Si teknik redflag berjalan, kalau kata sebagian orang waras. Tapi anehnya, fansnya selalu ada saja yang rela pura-pura buta. Dahimu mengernyit saat matamu berhenti pada sebuah foto yang sejak tadi memenuhi timeline. Sunghoon masih dengan jaket hitam dan helm half-face yang menutupi sebagian wajahnya, duduk di atas motor sambil memboncengi seorang mahasiswi Psikologi yang sama sekali tak kamu kenal. Kedua tangan perempuan itu melingkar santai di pinggangnya, sementara Sunghoon menoleh sedikit ke belakang dengan senyum yang masih bisa terlihat jelas di balik helm. Senyum yang beberapa minggu lalu, masih kamu kira hanya milikmu. [ BASE TEKNIK ] “Guys ini Sunghoon anak mesin bukan sih?😭😭😭 kok kayaknya udah punya gandengan baru aja. Literally baru putus sama si y/n, loh. Eh sekarang udah boncengin anak psikologi wkwkwk. Cocok sih mereka, sama-sama cakep 😭. Btw ada yang tau kabar y/n? takutnya masih galau... atau jangan-jangan malah belum move on? WKWKWK.” Kamu spontan berdecak jijik. “Najis banget??? Ogah banget gue galauin cowok gila itu.” Ponselmu kamu letakkan sedikit kasar di atas meja cafe, sebelum tanganmu meraih gelas minuman yang nyaris habis dan menyesapnya dengan wajah kesal. Teman-temanmu sontak mengangkat kepala dari ponsel masing-masing. Senyum dan kekehan kecil langsung terdengar dari sekitar meja. Reaksimu tentu saja sudah bisa mereka tebak setelah kalian melihat unggahan X itu bersamaan. “Gue bilang juga apa. Sebaik-baiknya anak Teknik, lebih baik jangan,” celetuk Giselle sambil terkekeh puas. “Lu nggak percaya sama gue, sih.” Jessie hanya tersenyum simpul sembari menyesap es kopinya. “Sia-sia air mata lu seminggu kemarin, nangisin anak Teknik jahat.” Kamu memutar bola mata. “Ya udah, sih. Anggap aja kemarin gue dipelet sama dia.” “Dipelet sampe ciuman tiap ketemu?” sahut Giselle dengan wajah penuh seringai jahil. Kamu sontak melotot. Hampir saja minuman yang baru kamu teguk menyembur karena tersedak. Sementara ketiga temanmu justru pecah tertawa melihat reaksimu. Kamu kembali berdecak sebal. “Giselle, shut up. It's so disgusting to remember.” ••• Malam itu, bukannya tidur lebih awal, kamu malah masih duduk dengan laptop di pangkuanmu. Sejak pulang dari cafe tadi, entah kenapa kepalamu masih penuh oleh unggahan base Teknik yang menyebalkan itu. Berkali-kali kamu mencoba mengabaikannya, tetapi kalimat terakhir dalam menfess tersebut terus terngiang-ngiang. “Najis,” gumammu sebal. Kamu menggeleng, lalu kembali memusatkan perhatian pada layar laptop di hadapanmu. Beberapa halaman jurnal hukum terbuka, lengkap dengan catatan dan buku yang berserakan di atas karpet. Jam digital di sudut ruangan sudah menunjukkan 02.11 dini hari. Kamu sebenarnya sudah mengantuk, tapi rasa kesal membuatmu enggan tidur. Daripada terus memikirkan Sunghoon, lebih baik tugas kuliahmu selesai malam ini. Setidaknya, begitu yang kamu pikirkan. Sampai sebuah getaran dari sisi laptop membuat jemarimu berhenti mengetik. Ponselmu menyala, satu nama muncul di layar. Sunghoon. +💬 #pov #sunghoon #sunghoonedit #sunghoonenhypen #fypage

About