@secdmyself: Part 8 : Tanggung Jawab seorang Tunangan Mobil mewah Jay akhirnya berhenti di depan pagar rumah Y/N. Mesin mobil dimatikan, menyisakan keheningan yang lebih pekat dari sebelumnya. Di kursi penumpang, Y/N masih terlelap, tubuhnya lemas karena sisa pengaruh alkohol dan tangisnya tadi. Baru saja Jay ingin membangunkan gadis itu, pintu rumah terbuka lebar. Sunoo muncul dari balik pintu, wajahnya tampak sangat kacau. Jelas sekali ia tidak bisa tidur sedetik pun sejak Y/N tidak kunjung pulang. Melihat mobil mewah yang terparkir di depan rumah, Sunoo tertegun. Ia segera melangkah keluar, namun langkahnya terhenti saat melihat Jay turun dari kursi pengemudi. "P-Pak Jay?" suara Sunoo terdengar parau dan cemas. Jay tidak menjawab, pria itu hanya berjalan memutar ke sisi penumpang dan membukakan pintu untuk Y/N. Sunoo bergegas menghampiri, matanya membelalak melihat adiknya yang tertidur dengan pipi yang masih basah oleh sisa air mata. "Y/N? Dia... dia kenapa, Pak?" Sunoo bertanya dengan nada khawatir yang meluap-luap. "Dia baik-baik saja. Dia hanya lelah," jawab Jay tenang, meski matanya menatap tajam ke arah Sunoo. "Malam ini dia mengalami kejadian yang tidak menyenangkan. Seseorang yang cukup berbahaya mencoba mengganggunya." Wajah Sunoo memucat seketika, pikirannya langsung mengarah ke orang yang memanfaatkan utang mereka untuk menikahi adiknya "Seseorang? Maksud Bapak... Sunghoon? Jay mengangguk pelan. "Tenang saja. Saya sudah mengurusnya. Dia tidak akan berani mendekati adikmu lagi." Jay kemudian menggendong Y/N dalam posisi bridal style, tindakan yang membuat Sunoo tertegun diam. Ia membawa Y/N masuk ke dalam rumah dan membaringkan gadis itu di sofa ruang tamu dengan sangat hati-hati. Di bawah cahaya lampu ruang tamu yang redup, wajah Y/N tampak begitu damai namun tetap menyiratkan kesedihan yang dalam. Sunoo menatap adiknya dengan tatapan terluka, ia merasa gagal lagi. "Terima kasih, Pak. Terima kasih sudah menjaga Y/N." "Ini sudah tanggung jawab saya," potong Jay cepat, suaranya terdengar dingin dan datar. Ia berdiri, merapikan letak jasnya yang sedikit kusut. Sunoo menunduk, ia tahu ini bukan waktu yang tepat untuk basa-basi. Ia melihat rahang Jay yang menegang, menyadari bahwa meski pria itu berkata ini adalah bisnis, Jay tampak benar-benar terpengaruh oleh apa yang terjadi pada Y/N malam ini. "Istirahatkan dia," ucap Jay sambil berbalik pergi menuju pintu keluar. "Dan pastikan dia tidak meminum alkohol lagi. Saya tidak akan menoleransi kecerobohan yang membahayakan kontrak kita." Jay pun berlalu, meninggalkan Sunoo yang berdiri mematung di samping adiknya. Di luar, deru mobil Jay menjauh, menyisakan Sunoo yang hanya bisa mengusap wajah adiknya dengan penuh kasih sayang, berjanji dalam hati bahwa ia akan bekerja lebih keras lagi agar Y/N tidak perlu lagi menaruh beban hidupnya pada pundak bosnya yang dingin itu. Setelah malam itu, paginya Y/N terbangun dengan kepala berdenyut hebat. Kepingan memori semalam kembali menyerbu otaknya bagaikan pecahan kaca: Sunghoon yang mencengkeram tangannya, suara berat Jay yang dingin, hingga tangisannya yang tak terkendali di dalam mobil. Y/N mencengkeram selimutnya erat-erat. Ia gemetar. Baginya, Jay adalah sosok perfeksionis yang tidak mentoleransi kegagalan, apalagi kecerobohan yang membahayakan reputasinya. Dia pasti marah besar, batin Y/N. Dia bakal menganggap aku nggak becus dan bakal menghukumku karena sudah membuat masalah di depan publik. Saat ia masih dipenuhi dengan rasa ketakutannya sendiri, pintu kamar diketuk pelan dari luar. "Dek? Ada Pak Jay di bawah," suara Sunoo terdengar dari balik pintu. Nada suara kakaknya terdengar tegang, tidak seperti biasanya. Jantung Y/N seolah berhenti. Ia segera menyambar asal kemejanya dan turun dengan kaki yang lemas. Di ruang tamu yang sempit, Jay berdiri dengan setelan long coat hitam, menatap sekeliling rumah Y/N dengan tatapan yang sulit diartikan. lanjutan di komentar & sl ๐Ÿ’Œ #pov #au #jay #enhypen #fyp

๐‘ƒ๐‘Ž๐‘๐‘’๐‘Ÿ ๐ป๐‘’๐‘Ž๐‘Ÿ๐‘ก๐‘  โ‹†หšโœฟห–ยฐ
๐‘ƒ๐‘Ž๐‘๐‘’๐‘Ÿ ๐ป๐‘’๐‘Ž๐‘Ÿ๐‘ก๐‘  โ‹†หšโœฟห–ยฐ
Open In TikTok:
Region: ID
Saturday 18 July 2026 15:15:28 GMT
17745
3882
47
139

Music

Download

Comments

secdmyself
๐‘ƒ๐‘Ž๐‘๐‘’๐‘Ÿ ๐ป๐‘’๐‘Ž๐‘Ÿ๐‘ก๐‘  โ‹†หšโœฟห–ยฐ :
lanjutan ๐Ÿ‘‡ Begitu melihat Y/N turun, mata tajam pria itu langsung mengunci padangan Y/N. Jay tidak bersuara. Ia hanya membiarkan keheningan yang menyiksa menyelimuti ruangan. "P-Pak Jay..." suara Y/N nyaris tak terdengar. Ia menunduk, tidak berani menatap manik mata pria itu. "Saya minta maaf soal semalam. Saya tahu saya sudah bertindak ceroboh dan melanggar aturan kontrak. Saya siap menerima konsekuensi apa pun yang Bapak berikan." Y/N menunggu bentakan, atau setidaknya omelan dingin yang biasa ia terima. Namun, alih-alih suara tinggi, ia justru mendengar langkah kaki yang mendekat. Jay kini berdiri tepat di depannya, cukup dekat hingga aroma parfum woody yang maskulin milik pria itu memenuhi indra penciuman Y/N. "Konsekuensi?" Jay mengulang kata itu dengan nada rendah yang berbahaya. Lalu pria itu melangkah hingga berdiri tepat di depan Y/N. "Lihat saya." Y/N bisa melihat kilat kemarahan di sana, namun juga ada sesuatu yang lain, sebuah tuntutan akan kejujuran. "Kamu pikir saya datang ke sini pagi-pagi hanya untuk memarahi mu?" Jay menyodorkan kantong kertas berisi makanan hangat dan kotak vitamin ke meja kayu di samping mereka. "Kamu ceroboh. Kamu bodoh karena membiarkan dirimu dalam bahaya hanya karena masalah emosional." Jay menatap Y/N dengan tajam, membuat napas gadis itu tercekat. "Tapi kalau sampai kamu sakit karena kecerobohanmu sendiri, saya tidak akan membiarkannya. Makan itu. Saya tidak ingin tunangan saya terlihat tidak sehat di depan publik." Y/N terdiam, matanya menatap lantai, berusaha menahan gemetar. "Kenapa Bapak harus repot-repot... ini kan bukan bagian dari kontrak Bapak untuk mengurusi kesehatan saya secara personal." Jay mengabaikan kalimat itu, ia justru melangkah maju satu langkah, memperpendek jarak di antara mereka. "Kamu pikir saya peduli pada kontrak saja?" suaranya merendah, menekan setiap suku kata penuh dengan penekanan yang membuat ruangan terasa menyempit. "Saya peduli pada hasil, dan saya tidak suka melihat pekerjaan saya berantakan." Jay kemudian berbalik menatap Sunoo. "Pastikan dia memakan semuanya." Sunoo yang sedari tadi berdiri mematung, mendekat lalu membuka kantong kertas tersebut.
2026-07-18 15:17:25
17
el.azhar6
Xaviera๐Ÿฃ :
jay mau juga bubur nya aaaaakkkkhhhh๐Ÿคญ๐Ÿคญ๐Ÿคญkutunggu kak semangat๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ’ช๐Ÿ’ช๐Ÿ’ช
2026-07-18 22:59:40
4
amorvipink
ChleoAmorvi :
lanjutkan semangat
2026-07-19 01:50:27
1
aul.fva
aulอœโœฆ ๐“ˆ’ :
kakk info link sl nyaa
2026-07-19 03:07:26
1
ulan__lan24
lan :
aku juga mau bubur jayyy
2026-07-19 03:02:14
2
arniarumi03
Arniarumi :
Lanjut plisss
2026-07-19 01:11:05
1
babysitterejakeu_
jeyuneungae๐Ÿผ :
2026-07-18 16:19:32
1
nunaevergene03
โŸฆโœฐโŸง ๐Ÿ…จ๐Ÿ…”๐Ÿ…๐Ÿ…๐Ÿ…ก๐Ÿ… ๐Ÿ…›๐Ÿ…”๐Ÿ…” โŸฆโœฐโŸง :
lanjutkan lagi yaโ™ฅ๏ธ
2026-07-18 16:43:44
1
nora.oktalina
๐Ÿถ :
jay๐Ÿฅฐ
2026-07-19 00:14:52
2
lyyngjungwon
๐™šโ‹†หšwiffp3_in :
lanjut kakk
2026-07-18 15:51:09
1
_pengejar_mimpi
AullAjah๐Ÿ‘ป :
๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜
2026-07-19 01:17:22
1
To see more videos from user @secdmyself, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos


About