@kimthach.xh: Sáp thơm phòng đuổi muỗi 200g #xuhuong #kimthach

Kim Thạch
Kim Thạch
Open In TikTok:
Region: VN
Sunday 19 July 2026 08:17:29 GMT
20
1
0
1

Music

Download

Comments

There are no more comments for this video.
To see more videos from user @kimthach.xh, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

#dinda #katon #katonbagaskara #80s #90s  Lagu
#dinda #katon #katonbagaskara #80s #90s Lagu "Dinda Dimana" yang dirilis pada tahun 1994 merupakan salah satu mahakarya paling ikonik dari Katon Bagaskara. 1. Ditolak oleh KLa Project Meskipun Katon Bagaskara adalah vokalis utama band legendaris KLa Project, lagu ini awalnya tidak mendapatkan tempat di album KLa Project. Rekan-rekan satu bandnya merasa gaya musik lagu ini kurang cocok dengan warna dan konsep musik KLa Project saat itu. Akhirnya, Katon menyimpan lagu tersebut selama kurang lebih lima tahun hingga ia memutuskan untuk merilisnya di album solo perdana dirinya yang bertajuk Katon Bagaskara pada tahun 1994. 2. Meledak di Pasaran dan Terjual Jutaan Kopi Siapa sangka, lagu yang sempat terpinggirkan ini justru menjadi berkah luar biasa bagi karier solo Katon. Saat album solonya rilis, "Dinda Dimana" langsung meledak menjadi hit besar di seluruh Indonesia. Album tersebut bahkan sukses mencatatkan angka penjualan yang fantastis hingga lebih dari dua juta keping. 3. Lahirnya Istilah "Sobat Kangen"Berbeda dengan lagu-lagu patah hati yang membuat pendengarnya bersedih (atau yang sekarang sering disebut kaum ambyar), Katon menegaskan bahwa esensi dari lagu ini adalah tentang kerinduan yang murni. Karena itu, komunitas pendengar setianya untuk lagu ini sering diasosiasikan sebagai "Sobat Kangen", mengekspresikan rasa rindu yang mendalam namun tetap membawa energi positif. 4. Lahirnya Versi Campursari dan Dedikasi untuk Kota Solo. Sebagai bentuk keadilan karena KLa Project sudah sangat identik dengan Kota Yogyakarta (lewat lagu legendaris "Yogyakarta"), Katon mendedikasikan versi baru "Dinda Dimana" untuk Kota Solo. Terinspirasi dari maestro legendaris Didi Kempot, Katon merilis ulang lagu ini ke dalam versi Bahasa Jawa dengan aransemen musik campursari dan dangdut koplo pada tahun 2020. Proses pembuatan video klipnya pun sepenuhnya mengeksplorasi ikon budaya Kota Surakarta, seperti Pasar Gede, Loji Gandrung, hingga Tugu Keris.

About