@polishballers: Co to był za dziwny mecz #piłkanożna #polishballers #śmieszne

🇵🇱Polish Ballers🇵🇱
🇵🇱Polish Ballers🇵🇱
Open In TikTok:
Region: PL
Sunday 19 July 2026 11:08:49 GMT
181485
17406
83
311

Music

Download

Comments

kacp33r_384
¸¸♬·¯·♩¸¸♪·¯·♫¸¸♫·¯·♪ :
Francuzi ewidentnie byli zniechęceni do tego meczu
2026-07-19 11:11:05
1225
wodalov4r
wodalover :
Cherki narzeka ze nie gra a za każdym razem gdy grał na tym mundialu to nie dowoził
2026-07-19 11:12:21
48
karolfrysz
Karol Frysz :
nie chciało im się
2026-07-19 11:11:54
120
kugczaty
𝕶𝖚𝖌𝖈𝖟𝖆𝖙𝖞 :
francuzi poprostu mieli w ten mecz wywalone. ten mecz powinnien sid nazywać mecz przegrywów
2026-07-19 11:40:07
23
darwizzy16
Darwizzy27 :
Ja też byłem wkurzony bo cherkiego się ogląda po prostu pięknie
2026-07-19 15:18:22
1
kacper.badurka0
Kacper Badurka :
1
2026-07-19 11:10:42
1
cosm_0s
🔥🐕Golden_Rants🐕🔥 :
PIERWSZA
2026-07-19 11:10:27
0
aromatek8
Aromatek :
perfekcyjny charakter do zespołu
2026-07-19 22:24:31
1
jonaszczek123
Robercik Drajvercik :
2026-07-19 11:15:45
3
maciek211522
†arab2115† :
paweł Nike pro
2026-07-19 14:52:45
4
milek357_
Milek357 :
2026-07-19 14:50:49
2
marcelex14
marcelex14 :
Jeszcze dajcie wszystkie akcje Olise
2026-07-19 12:41:46
1
jnic_ciekawego
jNic_ciekawego :
2026-07-19 11:22:38
0
mieczdnrplk
Przemysław Stracznikowski :
xd od kiedy Trump mówi po francusku
2026-07-19 14:30:39
0
matty.xvg1
matty.xvg1 :
Eeeee rrrraczej nie
2026-07-19 14:18:48
0
mufinafn_egg
Don Lorenzo :
3
2026-07-19 11:10:47
0
To see more videos from user @polishballers, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Sungguh ironis melihat bagaimana diskursus publik kita bisa dengan mudahnya dibajak oleh satu judul berita provokatif. Belakangan ini, ramai narasi yang menggiring opini seolah-olah Presiden menggunakan APBN untuk ibadah kurban pribadinya. Mari kita naikkan level literasi politik kita dan melihat isu ini dengan kacamata yang lebih kritis namun tetap diplomatis. Kita harus mulai membiasakan diri untuk memisahkan antara entitas personal dan institusional. Bantuan 1.098 sapi tersebut bukanlah ibadah kurban atas nama pribadi Prabowo, melainkan bagian dari Bantuan Kemasyarakatan (Banmas) Presiden. Ini adalah instrumen resmi tata negara, didanai oleh APBN, dan secara spesifik dirancang agar kehadiran negara bisa dirasakan langsung oleh masyarakat di akar rumput, pesantren, ormas, dan daerah-daerah yang jauh dari gemerlap Pulau Jawa. Dalam negara demokrasi, sikap kritis bukanlah sekadar opsi, melainkan kewajiban. Kita sangat berhak mengawasi pemerintah. Namun, kemarahan yang didasari oleh framing keliru hanya akan menghasilkan kebisingan tanpa makna. Jika kita benar-benar peduli pada rakyat, pindahkan fokus kritik tersebut pada substansi eksekusinya. Tanyakan dan kawal prosesnya: Apakah penyaluran sapi Banmas ini sudah transparan? Apakah distribusinya tepat sasaran dan benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak di daerah? Itulah bentuk pengawasan yang cerdas dan substantif. Berbeda pandangan politik adalah hal yang lumrah. Namun, jangan sampai keengganan kita pada sosok tertentu membuat kita secara tidak sadar ikut menyerang dan memelintir program negara yang manfaatnya jelas-jelas ditujukan untuk mengisi perut rakyat. Mari jadi masyarakat yang kritis secara objektif, bukan kritis karena termakan clickbait. 🇮🇩⚖️ #DemokrasiCerdas #KritikSubstantif #BanmasPresiden #FaktaBicara #EdukasiPolitik #PrabowoSubianto #AkalSehat #BantuanRakyat #LiterasiPolitik #IndonesiaMaju
Sungguh ironis melihat bagaimana diskursus publik kita bisa dengan mudahnya dibajak oleh satu judul berita provokatif. Belakangan ini, ramai narasi yang menggiring opini seolah-olah Presiden menggunakan APBN untuk ibadah kurban pribadinya. Mari kita naikkan level literasi politik kita dan melihat isu ini dengan kacamata yang lebih kritis namun tetap diplomatis. Kita harus mulai membiasakan diri untuk memisahkan antara entitas personal dan institusional. Bantuan 1.098 sapi tersebut bukanlah ibadah kurban atas nama pribadi Prabowo, melainkan bagian dari Bantuan Kemasyarakatan (Banmas) Presiden. Ini adalah instrumen resmi tata negara, didanai oleh APBN, dan secara spesifik dirancang agar kehadiran negara bisa dirasakan langsung oleh masyarakat di akar rumput, pesantren, ormas, dan daerah-daerah yang jauh dari gemerlap Pulau Jawa. Dalam negara demokrasi, sikap kritis bukanlah sekadar opsi, melainkan kewajiban. Kita sangat berhak mengawasi pemerintah. Namun, kemarahan yang didasari oleh framing keliru hanya akan menghasilkan kebisingan tanpa makna. Jika kita benar-benar peduli pada rakyat, pindahkan fokus kritik tersebut pada substansi eksekusinya. Tanyakan dan kawal prosesnya: Apakah penyaluran sapi Banmas ini sudah transparan? Apakah distribusinya tepat sasaran dan benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak di daerah? Itulah bentuk pengawasan yang cerdas dan substantif. Berbeda pandangan politik adalah hal yang lumrah. Namun, jangan sampai keengganan kita pada sosok tertentu membuat kita secara tidak sadar ikut menyerang dan memelintir program negara yang manfaatnya jelas-jelas ditujukan untuk mengisi perut rakyat. Mari jadi masyarakat yang kritis secara objektif, bukan kritis karena termakan clickbait. 🇮🇩⚖️ #DemokrasiCerdas #KritikSubstantif #BanmasPresiden #FaktaBicara #EdukasiPolitik #PrabowoSubianto #AkalSehat #BantuanRakyat #LiterasiPolitik #IndonesiaMaju

About