@user5688618188176: my fence finally gets a break since we added this brush #ScratchingBrush #LivestockScratching #HorseOwner #HorseScratching #FarmLife

PastureMood
PastureMood
Open In TikTok:
Region: US
Sunday 19 July 2026 14:03:11 GMT
50897
921
21
230

Music

Download

Comments

helenwit
helenwit :
So how do you get them to use it. I’ve bought 2 and they have not used it yet
2026-08-07 11:03:52
0
mikaylaquin216
Mikayla Quin :
advertise it with real horses and not AI and I might be interested
2026-08-03 16:19:18
21
k.louise.g
Murph :
Crazy to think people are afraid of these...😂
2026-08-03 14:30:22
0
terrijskitchen
TerriJsKitchen.com :
Haha until the first time he hit the hot wire
2026-08-06 06:12:04
0
memelin2020
Girl mema and simple life. :
i think ours might like that
2026-08-03 00:32:15
2
teresa32191
Teresa :
soooo cute!!
2026-08-06 01:01:26
1
kristinunlocked
Kristinunlocked :
Oh my gosh how cute are they ! My geldings would love this too I’m pretty sure
2026-08-01 13:54:20
1
thegnextdoor
Audrey Green :
So
2026-08-02 06:55:48
1
coffee__905
Christine :
I’ve always been told their manes/tails could get tangled in those?
2026-07-24 11:40:37
1
heidi.bradford8
heidibradford2 :
absolutely love
2026-08-04 18:52:02
1
twistedwifey1
twistedbwitch :
🤣🤣🤣
2026-07-23 14:15:22
1
casadelmartinn
casadelmartin :
😁😁😁
2026-07-24 05:37:55
1
To see more videos from user @user5688618188176, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

#pov : Panas matahari sore masih menggantung rendah ketika deretan motor berkapasitas besar memenuhi parkiran minimarket di pinggir jalan. Suara knalpot yang saling bersahutan bercampur dengan tawa para anak tongkrongan yang hampir setiap hari menjadikan tempat itu markas tidak resmi mereka.  Sean Alaric duduk santai di atas motornya, satu kaki menapak tanah, siku bersandar di tangki bensin sambil memutar-mutar korek api di antara jari-jemarinya. Jaket kulit hitam menggantung longgar di bahu, rokok baru saja dijepit di bibirnya, belum sempat dinyalakan karena ujungnya sudah lebih dulu direbut James dengan gerakan cepat.
#pov : Panas matahari sore masih menggantung rendah ketika deretan motor berkapasitas besar memenuhi parkiran minimarket di pinggir jalan. Suara knalpot yang saling bersahutan bercampur dengan tawa para anak tongkrongan yang hampir setiap hari menjadikan tempat itu markas tidak resmi mereka. Sean Alaric duduk santai di atas motornya, satu kaki menapak tanah, siku bersandar di tangki bensin sambil memutar-mutar korek api di antara jari-jemarinya. Jaket kulit hitam menggantung longgar di bahu, rokok baru saja dijepit di bibirnya, belum sempat dinyalakan karena ujungnya sudah lebih dulu direbut James dengan gerakan cepat. "Lo kebanyakan ngerokok, anjir." James menyelipkan rokok itu ke saku jaketnya sendiri sambil terkekeh, mundur selangkah seolah takut disambar. Sean mendengus pelan, menurunkan kakinya dan menatap tajam. "Balikin nggak." "Ogah." James menggeleng-gelengkan kepala, tersenyum miring penuh kemenangan. "Nanti paru-paru lu item, gue yang susah ngubur." Martin yang sedang bersandar di motor sambil melipat kedua tangan di dada hanya menggeleng geleng kepala. "Dua orang ini kalau ketemu serius, bikin sakit kepala." Logan tertawa paling keras sampai badannya berguncang, menepuk-nepuk jok motor pelan. Sementara Keonho berdiri agak terpisah, bersandar santai pada tiang lampu, sibuk memutar-mutar korek api di sela jemari tanpa suara, matanya menatap lurus ke arah jalan raya seolah tak tertarik percakapan itu. Tongkrongan mereka sudah terkenal di kota itu. Anak geng motor. Suka balapan tengah malam sampai lampu jalan hanya menjadi bayangan di belakang mereka. Berisik, sulit diatur. Dan yang paling sering jadi bahan omongan adalah, Sean Alaric. Cowok yang entah sudah berapa kali berganti pacar, hitungannya mungkin sudah tak terhitung jari. Wajahnya terlalu tampan untuk dibiarkan sendiri. Rahang tegas, mata tajam yang seolah bisa menembus apa saja, senyum yang cukup untuk membuat siapapun lupa cara bernapas. Tapi lucunya, hampir tidak ada satu pun hubungan yang bertahan lebih dari sebulan. Bukan karena Sean terlalu bucin. Justru sebaliknya. Sean hampir tidak pernah mengejar siapa pun. Cewek-cewek selalu datang lebih dulu pada Sean, berkerumun di gerbang sekolah, mengirim pesan bertubi-tubi, memberi hadiah mahal, menunggu berjam-jam di depan kampus hanya untuk melihatnya lewat sekilas. Bahkan ada yang rela ikut nongkrong berjam-jam hanya supaya dilirik sekali. Sean tinggal memilih. Dan kalau ia bosan, semuanya selesai. "Sean." Martin menepuk bahu Sean pelan, menunjuk ke arah halte di seberang jalan dengan dagunya. "Itu." Sean mengangkat kepala malas, matanya menyipit menatap siluet di kejauhan. "Apaan?" "Tantangan baru." Senyum jahil mulai terukir di bibir Martin. "Tantangan apa?" Sean mendengus malas, melipat kedua tangan di dada. James menyeringai lebar, melangkah maju sedikit. "Lo kan katanya jago. Nggak ada cewek yang bisa nolak lo, kan?" Sean menyeringai, memiringkan kepala dengan tatapan meremehkan. "Terus?" "Nih ya." Logan ikut menunjuk, jari telunjuknya menunjuk seseorang yang baru saja keluar dari toko buku kecil di samping halte. Seorang gadis, itu kamu. Kemeja putih yang kebesaran di bagian bahu, lengan digulung rapi sampai siku. Rok hitam selutut yang sederhana. Sepatu kanvas yang sudah sedikit usang, talinya terikat rapi. Kacamata bulat dengan lensa tebal yang membuat matamu terlihat lebih besar dari aslinya. Di rambutmu terpasang jepit kecil berbentuk bunga berwarna krem, hampir tak terlihat dari kejauhan. Tanganmu memeluk beberapa buku erat-erat ke dada sambil berjalan hati-hati, sesekali mendongak membetulkan kacamata yang melorot ke pangkal hidung karena angin sore. Sederhana. Terlalu sederhana. Bahkan mungkin nyaris tidak akan dilirik  Sean jika dalam keadaan biasa. James langsung tertawa terbahak-bahak sampai perutnya berguncang, menunjuk-nunjuk ke arahmu. "Itu bukan tipe lo banget. Serius, beda anjir." (comsec💬+++) #SEONGHYEON #xcyzba #fyp #alternativeuniverse

About