ALEP :
Dulu, aku juga pernah menjadi seseorang yang begitu percaya pada cinta. Aku percaya bahwa mencintai dengan sepenuh hati akan berakhir dengan kebahagiaan. Aku rela berjuang, mengalah, menunggu, dan memberikan semua yang aku punya demi seseorang yang aku anggap sebagai rumah.
Namun, semuanya berubah sejak kejadian di hari itu. Hari yang mengajarkanku bahwa tidak semua janji akan ditepati, tidak semua kata "selamanya" benar-benar bertahan, dan tidak semua ucapan "aku mencintaimu" lahir dari hati yang tulus. Sejak saat itu, ada bagian dalam diriku yang perlahan mati. Bukan karena aku tidak lagi mampu mencintai, tetapi karena aku takut mengulang rasa sakit yang sama.
Kini, setiap kali ada seseorang yang mengatakan cinta kepadaku, aku tidak lagi mudah percaya. Bukan karena mereka pasti berbohong, melainkan karena luka yang pernah ada masih meninggalkan bekas yang sulit dihapus. Kata "cinta" yang dulu terdengar begitu indah, sekarang justru terdengar seperti sesuatu yang harus aku ragukan.
Aku tidak membenci cinta. Aku hanya kehilangan keyakinan bahwa cinta akan selalu datang dengan ketulusan. Mungkin suatu hari nanti aku akan percaya lagi, tetapi hari itu belum tiba. Untuk saat ini, aku memilih menjaga hati yang pernah hancur, daripada membiarkannya terluka untuk kedua kalinya.
Karena terkadang, yang paling sulit bukanlah melupakan seseorang, melainkan mengembalikan kepercayaan setelah dikhianati. Dan sejak hari itu, aku belajar bahwa tidak semua orang yang berkata "aku mencintaimu" benar-benar akan bertahan saat keadaan tidak lagi mudah.
2026-07-21 15:54:19