@vall_film21: Ia tidak pernah lulus sekolah dasar. Puluhan tahun kemudian, dua universitas memberinya gelar doktor kehormatan. 7 Maret 1908. Wayne County, Mississippi. Tak lama kemudian, keluarganya menetap di Hattiesburg. Oseola McCarty dibesarkan oleh ibunya, neneknya, dan bibinya. Mereka mencari nafkah dengan mencuci pakaian milik keluarga lain. Di rumah sederhana itu, setiap sen punya arti. Saat anak-anak lain menghabiskan uang receh, Oseola justru menyimpannya. Uang pertamanya, sepuluh sen, ia masukkan ke dalam kereta dorong boneka yang tidak pernah berisi boneka. Itulah celengan pertamanya. Di sekolah, ia bercita-cita menjadi perawat. Namun saat masih duduk di kelas enam, bibinya jatuh sakit. Ibunya tetap harus bekerja. Neneknya tetap harus bekerja. Tidak ada yang merawat bibinya. Oseola berhenti sekolah. Setiap pagi, seragam sekolahnya masih tergantung. Tetapi ia tidak lagi berjalan ke kelas. Ia mengganti kain kompres. Menyiapkan makanan. Menemani bibinya. Ketika bibinya akhirnya pulih, Oseola tidak pernah kembali ke sekolah. Ia mengambil alih pekerjaan keluarganya. Mencuci pakaian. Air dipanaskan dalam panci besi. Pakaian digosok di atas papan cuci. Tangannya berulang kali masuk ke air panas. Lalu pakaian dijemur di bawah matahari. Hari demi hari. Tahun demi tahun. Lebih dari tujuh puluh tahun. Saat mesin cuci mulai digunakan, ia sempat membelinya. Mesin itu hanya dipakai sekali. Menurutnya, hasilnya tidak sebersih cuci tangannya. Mesin itu diberikan kepada orang lain. Ia kembali ke papan cuci. Ia tidak pernah menikah. Tidak memiliki anak. Setelah ibu, nenek, dan bibinya meninggal, Oseola tinggal sendiri di rumah kecil peninggalan keluarganya. Setiap minggu, sekitar setengah penghasilannya ditabung. Ia tidak memasang pendingin ruangan. Lebih sering berjalan kaki. Barang-barangnya dipakai hingga benar-benar tidak layak. Puluhan tahun berlalu. Tahun 1994, radang sendi membuatnya berhenti bekerja. Usianya 86 tahun. Saat petugas bank Paul Laughlin dan pengacara Jimmy Patterson membantu mengurus keuangannya, mereka menemukan sesuatu yang tidak pernah diduga. Tabungannya sekitar 280.000 dolar. Saat ditanya akan digunakan untuk apa, ia membaginya. Sebagian untuk keluarga. Sebagian untuk gereja. Sisanya, sekitar 150.000 dolar, ia sumbangkan kepada University of Southern Mississippi. Kampus itu pernah menolak mahasiswa kulit hitam. Oseola tidak menyimpan dendam. Ia hanya mengajukan satu syarat. Beasiswa itu harus diberikan kepada mahasiswa yang tidak mampu. Tidak boleh ada anak lain kehilangan kesempatan bersekolah seperti dirinya. Tahun 1995, Amerika terkejut. Donatur itu bukan pengusaha. Bukan miliarder. Melainkan seorang buruh cuci yang bahkan tidak pernah menyelesaikan sekolah dasar. Ia menerima Presidential Citizens Medal. Menjadi pembawa obor Olimpiade Atlanta. Menerima gelar doktor kehormatan dari University of Southern Mississippi dan Harvard. Ketika ditanya mengapa ia menyumbangkan hampir seluruh hartanya, ia hanya berkata, "Saya hanya melakukan apa yang menurut saya benar." Oseola McCarty meninggal dunia 26 September 1999. Dana beasiswanya terus bertambah. Membantu ratusan mahasiswa. Sekolah sempat berhenti untuk dirinya. Kesempatan sekolah untuk orang lain tidak. #dosen #universitas #cerdas #sejarah
vll
Region: ID
Monday 20 July 2026 01:38:22 GMT
Music
Download
Comments
dewasenja32 :
masak wowo gak bisa gratiskan sekolah hingga kuliah buat anak bangsa nya ya
2026-07-20 09:24:54
14
Ogik Marwan :
orang orang sepeti dia , cocok di nobatkan sebgai pahlawan kemerdekaan..sangat menginspirasi.tks
2026-07-20 09:36:21
5
epott :
aku berhenti sekolah kelas 5 mau naik kelas 6 .trs akhir ny aku di putus kan berhenti karna di hina dibilang orang susah setiap apel pakai sendal trs di ejek .
2026-07-20 11:19:13
2
abangku :
"berbuat baik" milik siapa saja
2026-07-20 10:08:00
1
user4127399060037 :
orang yg selalu berbuat baik akan mendapatkan hasil yg baik pula.
2026-07-20 08:30:53
3
Ama Nasa :
Kerendahan hati d ketulusan dari keterbatasan ( kemiskinan) tetapi mempunyai dlm kelimpahan. Hati yg kaya. God bless you. 🙏🙏
2026-07-23 00:00:08
0
Amira :
kalau di Indonesia biasiswa itu untuk orang yang pintar dan kaya raya, berarti benarlah sebutir pasir dan kerikil tidak ada nilai nya kalau bukan dari sebuah TUGU.
2026-07-20 16:16:07
1
H.Asdi.B :
👍👍👍👍👍
2026-07-29 05:12:42
0
Ubay :
Nilai $280.000 di tahun 1908 setara dengan sekitar $10.163.752,69 di tahun 2026
ya kira-kira kalau dikurs 17.000 Rupiah, = 172,7 M.
2026-07-31 16:23:07
0
ASTONO MUNAJAB :
istimewa
2026-07-23 04:12:39
0
FATIH21 :
ketika kebenaran .ketulusan .kehormatan.ada pada jiwa manusia lihatlah apa yang beliau lakukan
2026-07-20 11:41:44
2
Ismawan 26 :
Yaaa ALLAH tolonglah berikan kelembutan pd hati kami shg bisa meneladani apapun dn dr siapapun yg akan mendekatkan kami kehadiratmu YaaRob
2026-07-20 08:05:09
2
rendiansyah515 :
kata Wowo catat aj yg dia bilang gratis itu
2026-07-22 01:49:16
0
Azwar :
sangat inspiratif
2026-07-25 05:41:14
0
Ubay :
Nilai $280.000 di tahun 1908 setara dengan sekitar $10.163.752,69 di tahun 2026.
2026-07-31 16:19:53
0
ruri_go :
maha suci hatimu ya Robb 🤲🤲🤲
2026-07-20 04:55:18
5
Muhammad Joni :
sebaiknya duit itu buat MBG
2026-07-24 10:43:45
0
paduka raja :
pernah ada yg di sekolahkan sampai di luar negri dibiayai negara eh sampai di luar dia malah menghina negara hahahaha
2026-07-31 08:30:13
0
star! :
mestinya hasil koruptor disita buat sekolah gratis,,ealahhh malah dikorupsi lagi sesama koruptor,negara koruptor!
2026-07-25 09:56:39
0
Junaidi Abdullah492 :
🙏🙏🙏
2026-07-20 14:11:30
1
Iskandar Almi :
🥰🥰
2026-07-20 10:50:39
1
jun :
😢😢😢
2026-07-25 08:55:44
0
bujak42 :
🥰🥰🥰
2026-07-28 04:55:29
0
To see more videos from user @vall_film21, please go to the Tikwm
homepage.