@chadnikhatun599: 💖💖

🌸CHADNI KHATUN🌸🥀
🌸CHADNI KHATUN🌸🥀
Open In TikTok:
Region: BD
Monday 20 July 2026 15:18:52 GMT
2549
162
17
22

Music

Download

Comments

bismillahonlineshop3
কষ্টে ভরা জীবন 🦋 :
মাশাআল্লাহ অনেক সুন্দর লাগছে
2026-07-20 17:39:30
2
mdmasudrana21981
MD Masud Rana pream+Prema :
এইযে হাই হ্যালো খালি সুন্দর না একদম বিউটিফুল সুন্দর
2026-07-21 09:02:31
0
md.biplob.hussain103
MD Biplob Hussain :
🥰🥰
2026-07-21 03:52:44
0
nuralam7524
Noor Alam 420 :
👌👌👌👌👌👌
2026-07-21 02:58:58
0
md.sobuj.islam879
MD.Sobuj Islam :
sari ta osthir
2026-07-21 03:19:26
1
isteakahmmed0
🌲★রুপ কথার রাজকুমার★🌿🌲🌿 :
অনেক সুন্দর লাগছে
2026-07-21 04:50:14
0
bismillahonlineshop3
কষ্টে ভরা জীবন 🦋 :
আপনাকে এতো কিউট লাগছে কেন গো
2026-07-21 12:04:15
0
hasib.reza21
Hasib Reza :
👌👌👌
2026-07-20 15:57:36
2
md.mehedi9679
MD mehedi :
🥰🥰🥰
2026-07-20 15:21:32
2
smsohelrana2662
sohel rana2662 :
🤗🤗🤗
2026-07-20 15:21:50
2
md.nayem.hawlader43
Mdnayem916 :
🥰🥰🥰
2026-07-20 19:45:42
1
romjan.ali9519
Romjan Ali :
🥰🥰🥰
2026-07-21 00:34:29
0
user1612823778219
Khukon Rana :
❤️❤️❤️
2026-07-21 08:16:37
0
bismillahonlineshop3
কষ্টে ভরা জীবন 🦋 :
❤️❤️❤️❤️
2026-07-20 17:39:22
2
mdosim.khan6
MDosim Khan :
❤️❤️❤️
2026-07-20 15:24:17
1
torikul.islam.rajo
Torikul islam Rajon :
🥰🥰🥰
2026-07-20 18:34:44
2
To see more videos from user @chadnikhatun599, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Suasana mendadak berubah sunyi. Semua mata tertuju pada sosok yang berdiri tenang dengan pedang di tangannya. Wajahnya. Tubuhnya. Auranya. Semuanya memang milik Rimuru. Namun cara ia berbicara... Tatapannya... Pilihan katanya... Semuanya terasa asing. Seolah ada orang lain yang sedang mengenakan tubuh Rimuru. Ramiris menelan ludah.
Suasana mendadak berubah sunyi. Semua mata tertuju pada sosok yang berdiri tenang dengan pedang di tangannya. Wajahnya. Tubuhnya. Auranya. Semuanya memang milik Rimuru. Namun cara ia berbicara... Tatapannya... Pilihan katanya... Semuanya terasa asing. Seolah ada orang lain yang sedang mengenakan tubuh Rimuru. Ramiris menelan ludah. "...Siapa... sebenarnya kau?" Untuk pertama kalinya, Ciel mengalihkan pandangan dari Dino. Ia memandang mereka satu per satu. Tatapannya tetap lembut. Namun justru kelembutan itu membuat siapa pun yang melihatnya merasa semakin tidak nyaman. Beberapa detik berlalu tanpa jawaban. Lalu, suara pelan itu kembali terdengar. "...Nama." Satu kata. Cukup pelan hingga hampir tertelan angin. Ciel menundukkan kepala sesaat, seolah sedang mengingat momen ketika seseorang memberinya sebuah identitas yang tak pernah ia miliki. "Namamu adalah... Ciel." "...Ciel." Nama itu meluncur pelan dari bibirnya. Sesaat setelah nama itu terucap, udara bergetar tipis. Guy menyipitkan mata. "Ciel...?" Milim menggeleng pelan. "Aku belum pernah mendengar nama itu." Chloe adalah satu-satunya yang tiba-tiba membeku. Mata birunya membesar, seolah baru menyadari sesuatu yang seharusnya tidak mungkin terjadi. "Tidak... tunggu..." Potongan-potongan ingatan dari ribuan garis waktu melintas di benaknya. Kesadaran yang lahir dari Ultimate Skill. Sebuah eksistensi yang seharusnya... Bibir Chloe bergerak pelan. "Itu... Ma—" Tidak ada suara. Guy menoleh. "Chloe?" Chloe kembali mencoba berbicara. "Itu adalah..." Hening. Mulutnya terus bergerak, tetapi tak satu pun kata keluar. Seolah suaranya dihapus sebelum sempat terdengar. Milim mengernyit bingung. "Hei, Chloe. Kau bicara apa?" Chloe sendiri terlihat panik. Ia tahu apa yang ingin ia ucapkan. Ia bahkan bisa mendengar kata itu dengan jelas di dalam pikirannya. Namun setiap kali kata tersebut hendak keluar dari bibirnya... Sesuatu menghentikannya. Bukan rasa takut. Bukan pula sihir penyegel. Melainkan dunia itu sendiri. Seolah ada hukum yang menolak keberadaan nama itu diketahui oleh siapa pun. Takdir membungkamnya. Chloe mencengkeram lehernya sendiri, napasnya mulai memburu. "...Kenapa...?" Guy, Milim, Veldora, Velgrynd, Dino, dan Ramiris hanya saling berpandangan. Mereka sama sekali tidak mengerti apa yang sedang terjadi. Bagi mereka, Chloe hanya terlihat seperti seseorang yang tiba-tiba kehilangan suara di tengah kalimat. "Ada apa denganmu?" tanya Guy dengan dahi berkerut. Chloe menggeleng pelan. Frustrasi memenuhi wajahnya. Ia ingin memperingatkan mereka. Ingin mengatakan siapa sosok yang sedang berdiri di dalam tubuh Rimuru. Namun setiap kali ia mencoba... Semua kata lenyap sebelum sempat menjadi suara. Di sisi lain, Ciel memandang Chloe selama beberapa detik. Tatapannya tenang. Seolah ia memahami mengapa Chloe tidak mampu mengucapkan kebenaran itu. Tidak ada penjelasan. Tidak ada sanggahan. Hanya keheningan. Lalu, perlahan... Telunjuk tangannya terangkat kedepan bibir. Shuuuttt... Sudut bibir Ciel terangkat. Sebuah senyum tipis muncul di wajah Rimuru. Bukan senyum penuh kebahagiaan. Bukan pula senyum mengejek. Melainkan senyum yang begitu tenang hingga membuat seluruh medan perang membeku. Guy langsung merasakan hawa dingin menjalar di punggungnya. Milim yang biasanya tak mengenal rasa gentar pun tanpa sadar menghentikan langkahnya. Dino menggenggam pedangnya semakin erat, tetapi jemarinya justru bergetar. Tak ada tekanan sihir yang meledak. Tak ada aura yang mengguncang langit. Namun justru itulah yang paling mengerikan. Karena untuk pertama kalinya sejak pertarungan dimulai... Mereka menyaksikan sosok itu tersenyum. Dan entah mengapa... Senyum itu terasa jauh lebih mengerikan daripada semua kekuatan yang telah diperlihatkannya. bersambung... #rimurutempest #tenseishitaraslimedattaken #fanfiction #fyp #tensura

About