@tutorinnn: Kenapa R square Terlalu Tinggi Justru Jadi "Red Flag"? 1. Indikasi Tautologi (Variabel Mengukur Hal yang Sama) Sering kali R square melonjak tinggi karena variabel independen dan dependennya sebenarnya kembar identik atau cuma ganti istilah. Contoh: Menguji pengaruh "Kepuasan Pelanggan" terhadap "Kebahagiaan Pelanggan". Ya jelas R square ya mepet 1, tapi penelitiannya jadi tidak ada nilai ilmiahnya (tautological). 2. Gejala Multikolinearitas Parah Antar variabel independen dalam model saling berkorelasi sangat kuat. Akibatnya, estimasi koefisien regresi jadi tidak stabil, walau R square nya kelihatan tinggi secara keseluruhan. 3. Masking/Fabrication Data ("Data Masak") Perilaku manusia itu penuh dengan noise dan variansi. Kalau analisis sampel manusia menghasilkan R square lebih dari 0.95, dosen otomatis bakal curiga data tersebut di-FUD (fudged), direkayasa, atau diisi sendiri agar hasilnya "sempurna". 4. Overfitting Model terlalu menghafal data sampel alih-alih menangkap pola populasi yang sebenarnya. Model seperti ini bakal gagal total begitu diuji dengan data baru. Terus Berapa R square yang Normal/Wajar? Nilai R square yang "bagus" itu sangat tergantung pada konteks bidang ilmunya. Ilmu Eksak / Sains Laboratorium (Fisika, Kimia): R square lebih dari 0.90 itu wajar karena variabelnya bisa dikontrol secara ketat di lab. Ilmu Sosial, Bisnis, Psikologi, Manajemen: Nilai R square sebesar 0.25 - 0.70 justru jauh lebih realistis dan dapat diterima. Nilai R square 0.35 (35%) pun sudah sangat bagus kalau bisa menjelaskan fenomena perilaku manusia yang kompleks. #jokiskripsi #mahasiswaakhir #olahdata #dosentiktok #seminarproposal
spesialis MANIPULASI DATA 💻📊
Region: ID
Tuesday 21 July 2026 01:03:13 GMT
Music
Download
Comments
rrrrrrr :
aku 0,325 aman
2026-07-21 07:19:04
0
tidak diketahui :
😳😳😳
2026-07-22 13:09:15
0
To see more videos from user @tutorinnn, please go to the Tikwm
homepage.