@medaa208208: #خالد_عبدالرحمن #خالديات

ميعاد
ميعاد
Open In TikTok:
Region: SA
Tuesday 21 July 2026 01:13:23 GMT
12032
466
37
64

Music

Download

Comments

user3hbx0lnkhp
فطووم :
ميعاااااد احبك احبك احبك يختي تجنيييين انتي ومقاطعك
2026-07-22 18:47:00
2
darkman137
مسامر الليل :
الله الله
2026-07-21 05:59:45
1
.m24126
ميعاد m :
m
2026-07-22 14:48:54
1
aloooooh...44
🌹أمــيــ بخلاااقي ــر🌹 :
انتظر متى على الفرحه تجين🌹👍
2026-07-21 21:02:31
1
f_....a
ابوسلطان :
2026-07-21 05:51:50
1
naoaf95
ابو العز 🧡 :
ان لقيته خله وان مالقيته هاته 😳
2026-07-21 05:07:28
1
user6507610131938
وشلون مغليك :
خالد ونجد
2026-07-25 20:49:30
0
nayef_n2
NAYEF _N :
سمّاللقى صدفه واسمّيه(ميعاد). انا انتظرتك وانت مرّيت صدفه
2026-07-22 10:06:26
1
ali.rashid094
R a :
💖💖💖💖
2026-07-24 11:43:17
1
q8181q1
صوت الغياب :
أنا انتظرتك وأنت جئت صدفة.. فهل كانت الصدفة تعرف الطريق إلى قلبي قبلك؟
2026-07-21 02:09:16
1
faisalrajhi0
f8kh8 :
ياحلو الصُدف
2026-07-21 23:20:51
1
fahad.alosaime
Fahad Alosaime :
: اتعب اتعب من الماضي وذكرياته يارب ترحمنا برحمتك وتغفر لنا مامضى من سنين😔💔
2026-07-31 01:37:59
0
user6751263603447
user6751263603447 :
كم من المشاعر تحملين ومن الحنين، وأنتِ تعيشين في عالم أغاني مخاوي الليل خالد عبدالرحمن، حيث تلامس الكلمات أعمق أوتار الروح وتنبض الأحاسيس بكل صدق وشجون
2026-07-28 12:27:18
0
azz0z321
•𝐀zz๏z❸❷❶• :
كيف لو جيتني وش حال هالدنيا
2026-07-21 04:21:24
1
To see more videos from user @medaa208208, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

#pov :  Langit malam itu tak pernah terasa seberat ini. Sejak sore, awan kelabu sudah menumpuk pekat di atas cakrawala, menggantung rendah seolah-olah menahan tangis yang enggan jatuh. ​
#pov : Langit malam itu tak pernah terasa seberat ini. Sejak sore, awan kelabu sudah menumpuk pekat di atas cakrawala, menggantung rendah seolah-olah menahan tangis yang enggan jatuh. ​"Kamu melamun lagi?" ​Bisikan pelan itu membuyarkan ingatanmu. Sean berdiri di dekat meja belajar, menyandarkan tubuhnya pada tepian kayu sambil menatapmu dengan mata yang selalu memancarkan kehangatan. Senyum tipis terukir di bibirnya. ​"Nggak," jawabmu pelan sambil menggeleng. "Cuma ngelihatin hujan di luar. Deras banget ya?" Sean berjalan mendekat, menyingsingkan lengan kemeja lalu duduk di sampingmu di tepi ranjang. Ia meraih tanganmu, mengusap punggung jemarimu dengan ibu jarinya. Sentuhan yang selalu berhasil mengusir rasa cemas di ruang dadamu. ​"It's just rain," gumamnya lembut. "You know you're always safe here with me, right?" ​Kamu menatap matanya, mencari ketulusan yang tak pernah hilang di sana. "Aku tahu. Tapi kadang, aku cuma takut hal-hal baik kaya gini tiba-tiba hilang, Sean." ​Sean terkekeh pelan. Ia mengusap puncak kepala pelan lalu menarikmu ke dalam pelukannya. "Hey, look at me," bisiknya, menangkup kedua pipimu agar kamu menatapnya langsung. "Nothing is gonna change, aku janji. Kamu tempat aku pulang dan aku enggak akan kemana-mana. Promise me you won't overthink this, okay?" ​"Promise," jawabmu lirih, menyandarkan kepala di dadanya, mendengarkan detak jantungnya yang berirama teratur. ••• Malam itu kamu pulang lebih awal dari butikmu, membawa kue cokelat kesukaan Sean, hadiah untuk ujian akhirnya yang baru saja selesai. Namun, begitu mendekati halaman rumahnya, langkahmu terhenti mendadak. Di sana, seorang perempuan bergaun merah muda memeluk lengan Sean erat, menempelkan wajahnya di bahu yang hanya milikmu. ​"Sean, come on... just listen to your parents for once," suara perempuan itu terdengar manja. "I told you to back off, Valerie," suara Sean terdengar tertahan dan marah. "Aku nggak peduli sama maunya mereka tentang kita." Namun, sebelum Sean sempat menjauh, perempuan bernama Valerie itu mendongak secara tiba-tiba dan mencium pipi Sean dengan sengaja. ​PRANG! Kotak kue di tanganmu terlepas, jatuh menghantam tanah. Sama seperti hatimu yang hancur berkeping-keping di detik yang sama. Sean menoleh kaget ke arah suara, matanya melebar saat melihatmu berdiri di sana. Sebenarnya detik itu juga ia baru saja menolak mentah-mentah rencana orang tuanya yang ingin menjodohkannya dengan Valerie malam itu juga. Tapi kamu tak mendengarnya. Yang kamu lihat hanyalah pengkhianatan. "Sayang! Wait! It's not what you think!" teriak Sean panik, berusaha melepaskan diri dari pelukan Valerie secepat mungkin. Kamu tak sanggup melihatnya lebih lama lagi. Rasa sakit itu menyayat dadamu tanpa ampun, seolah ada ribuan jarum yang menusuk. Kamu tak mau mendengar penjelasan apa pun. Kamu berbalik badan dan berlari sekuat tenaga, meninggalkan mereka seolah ada api besar yang membakar setiap jengkal langkahmu, meninggalkan Sean yang berteriak memanggil namamu di belakang sana. ••• Hujan turun deras saat malam menyergap. Suara air menghantam atap rumah begitu berisik, menirukan kekacauan yang berkecamuk di dalam kepalamu. ​"Please, just listen to me for one second!" bentak Sean pasrah, suaranya parau dan bergetar parah. "Bukan seperti yang kamu lihat sayang! Orang tua aku maksa perjodohan itu malam ini, tapi aku nolak, Demi Tuhan aku nolak! Percaya sama aku sekali lagi, please..." ​"DIAM SEAN!" teriakmu histeris, menepis tangannya kasar. "Kamu pikir aku buta?! Aku ngeliat dengan mata kepala aku sendiri, Sean! Dia meluk kamu, dia nyium kamu, dan kamu cuma diem aja!" "Dia maksa aku, y/n!" Sean maju satu langkah lagi, matanya memohon penuh rasa sakit. "I swear to God, i only love you. Nggak ada perempuan lain. Just hear me out..." ​"Stop lying to me!" tangismu pecah, rasa sakit itu begitu besar hingga membakar seluruh logikamu. "Kamu penipu! Selama ini kamu cuma jadiin aku pelarian dari rumah kamu yang kacau itu, kan?!" (comsec+++) #SEONGHYEON #fyp #alternativeuniverse #xcyzba

About