@drbeckyatgoodinside: I recently shared a video about my "Side-Door Strategies" - and so many of you asked for more. So here's a deeper explanation. If this resonates, feel free to share it or save it for later.   If this resonates, feel free to share it or save it for later.   Front-Door Strategies are direct, intentional, and straightforward. You walk right up to the problem and name it head-on. You might say: "I know you're upset that you didn't make the team" or "Hey, let's talk about what happened with your sister."   But for Deeply Feeling Kid front-door strategies often backfire. Why? Because there's a level of shame and fear that makes direct approaches feel too intense, too exposing. When you walk through that front door, your DFK slams it in your face: "Stop talking!" "Get away from me!" "Leave me alone!"   Side-Door Strategies are indirect, creative, and sneaky-in-the-best-way. Instead of walking straight at the problem, you meander around it. You might say: "You know, if *I* didn't make the team, I'd probably feel really upset" or you talk to your kid while driving in the car where eye contact isn't required, or you let them hide under a pillow while you share something vulnerable.   If this sounds like your child, if you’re looking for more support, I’ve got you covered with my Deeply Feeling Kids Program. Link in bio for more.

Dr. Becky | Psychologist
Dr. Becky | Psychologist
Open In TikTok:
Region: US
Tuesday 21 July 2026 01:25:03 GMT
4269
154
0
54

Music

Download

Comments

There are no more comments for this video.
To see more videos from user @drbeckyatgoodinside, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Kediaman Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah, di Jalan Radio, Kramat Pela, Jakarta Selatan, mendapat pengamanan ketat pada Rabu (8/7) malam. Puluhan aparat mirip prajurit TNI terlihat berjaga di sekitar rumahnya dengan senjata. Berdasarkan informasi yang beredar, sejumlah personel tampak disiagakan di gerbang utama dan area sekitar rumah. Selain aparat berseragam, beberapa pria berpakaian sipil juga terlihat melakukan pengamanan. Di dalam kompleks kediaman, sejumlah jaksa dari lingkungan Jampidsus tampak keluar masuk. Penjagaan yang ketat ini akhirnya menjadi sorotan publik sebab terjadi usai tim gabungan Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Polri dan Polda Metro Jaya melakukan penggeledahan di kafe yang diduda milik Febrie Adriansyah. Dari penggeledahan di kafe itu, polisi menyita SGD 3.130.000 pecahan SGD 100, lalu USD 889.965, dan uang tunai rupiah sebesar Rp259.159.000. Jika dikonversi ke rupiah, totalnya hampir mencapai Rp60 miliar. Kepala Kortastipidkor Polri, Totok Suharyanto, menerangkan bahwa penggeledahan tersebut merupakan bagian dari pengembangan penyidikan dugaan korupsi, tindak pidana pencucian uang (TPPU), dan suap yang berkaitan dengan sejumlah perkara besar, termasuk kasus yang menyangkut PT Asabri dan PT Krakatau Steel. Menurut Totok, penyidik telah menggeledah delapan lokasi berbeda untuk mencari bukti tambahan terkait aliran dana dan pihak-pihak yang diduga terlibat dalam perkara tersebut. Sementara itu, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Budi Hermanto, mengingatkan seluruh pihak agar tidak menghalangi proses penyidikan yang sedang berlangsung. Pasal tersebut mengatur tentang perbuatan merintangi penyidikan, penuntutan, maupun persidangan perkara korupsi yang dapat berujung pada sanksi pidana. Sumber: terkini.id #majangmejeng #febrieadriansyah #jampidsus
Kediaman Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah, di Jalan Radio, Kramat Pela, Jakarta Selatan, mendapat pengamanan ketat pada Rabu (8/7) malam. Puluhan aparat mirip prajurit TNI terlihat berjaga di sekitar rumahnya dengan senjata. Berdasarkan informasi yang beredar, sejumlah personel tampak disiagakan di gerbang utama dan area sekitar rumah. Selain aparat berseragam, beberapa pria berpakaian sipil juga terlihat melakukan pengamanan. Di dalam kompleks kediaman, sejumlah jaksa dari lingkungan Jampidsus tampak keluar masuk. Penjagaan yang ketat ini akhirnya menjadi sorotan publik sebab terjadi usai tim gabungan Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Polri dan Polda Metro Jaya melakukan penggeledahan di kafe yang diduda milik Febrie Adriansyah. Dari penggeledahan di kafe itu, polisi menyita SGD 3.130.000 pecahan SGD 100, lalu USD 889.965, dan uang tunai rupiah sebesar Rp259.159.000. Jika dikonversi ke rupiah, totalnya hampir mencapai Rp60 miliar. Kepala Kortastipidkor Polri, Totok Suharyanto, menerangkan bahwa penggeledahan tersebut merupakan bagian dari pengembangan penyidikan dugaan korupsi, tindak pidana pencucian uang (TPPU), dan suap yang berkaitan dengan sejumlah perkara besar, termasuk kasus yang menyangkut PT Asabri dan PT Krakatau Steel. Menurut Totok, penyidik telah menggeledah delapan lokasi berbeda untuk mencari bukti tambahan terkait aliran dana dan pihak-pihak yang diduga terlibat dalam perkara tersebut. Sementara itu, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Budi Hermanto, mengingatkan seluruh pihak agar tidak menghalangi proses penyidikan yang sedang berlangsung. Pasal tersebut mengatur tentang perbuatan merintangi penyidikan, penuntutan, maupun persidangan perkara korupsi yang dapat berujung pada sanksi pidana. Sumber: terkini.id #majangmejeng #febrieadriansyah #jampidsus

About