@hiuminh3713:

anh hiệu
anh hiệu
Open In TikTok:
Region: VN
Tuesday 21 July 2026 01:57:37 GMT
1163
20
6
7

Music

Download

Comments

nrohuyet
occho :
bị ban vặt thì lms
2026-07-21 07:16:18
0
hieu2005_cavancan
꧁༺ÁⒸ❦ⓆⓊỷ༻꧂ :
sao chỉnh dc như v
2026-07-24 02:35:12
0
_ttn152_
ko có tên :
chô nhập key ở dâu
2026-07-22 16:47:31
0
tho.lng.nguyen.nn
Thảo lương Nguyen năng minh :
32 bit hay 64 bit v
2026-07-21 15:17:49
0
hiuminh3713
anh hiệu :
😁😁😁
2026-07-21 02:26:16
0
To see more videos from user @hiuminh3713, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Kejanggalan Penundaan. Semua bermula dari pengumuman yang mendadak. Betapa terkejutnya para peserta ketika tiba-tiba seluruh jadwal diundur begitu jauh, sampai seminggu lamanya. Alasan yang berhembus terasa begitu abu-abu dan tidak masuk akal. Apakah karena pemadaman listrik dari PLN? Rasanya mustahil akal sehat menerima bahwa pemadaman listrik bisa memakan waktu hingga seminggu penuh. Jika benar terjadi, bukankah warga sekitar sudah lama turun tangan melayangkan protes? Dan jika masalahnya ada pada server yang error, apakah sebegitu rumitnya hingga butuh waktu seminggu penuh untuk memperbaikinya? Penundaan mendadak ini bukan sekadar soal waktu, melainkan tentang kerugian moril dan materiil yang harus ditanggung oleh banyak pihak peserta, orang tua. Mengapa pengumuman sepenting ini bisa mendadak luput dari kesiapan matang institusi sekelas UPN? Misteri Angka dan Keganjalan Penilaian. Kekecewaan ini memuncak saat melihat hasil yang terpampang nyata. Bagaimana mungkin sistem penilaian bisa menghasilkan angka-angka yang begitu janggal? Kami menuntut transparansi. Bagaimana bisa begitu banyak peserta mendapatkan nilai kembar yang mencolok seperti 228 dan 251, bahkan ada yang harus mendapati angka 0? Jika dalihnya adalah sistem, bukankah sistem itu sendiri dibuat, diatur, dan dikendalikan oleh tangan-tangan manusia sebelum akhirnya dijalankan? Sangat tidak masuk akal jika ribuan mimpi digantungkan pada sistem yang seolah berjalan tanpa kendali. Kejanggalan ini bukan isapan jempol belaka. Kami memegang bukti nyata berupa kesamaan nilai dan pola yang membuat akal sehat bertanya-tanya. Sebagai kampus yang mengusung nilai-nilai bela negara, bukankah integritas, kejujuran, dan transparansi adalah fondasi utama yang seharusnya ditegakkan? Sangat disayangkan melihat realitas yang jauh dari harapan, terutama di fakultas sebesar FTME yang menjadi impian banyak anak bangsa. Suara yang Bungkam di Ruang Ujian Bogor. Luka ini semakin lengkap jika mengingat kembali pelaksanaan ujian paper-based test yang bertempat di Bogor. Di dalam ruangan ujian, hampir seluruh peserta dari berbagai kelas dihadapkan pada kenyataan pahit terdapat soal-soal yang cacat di mana pilihan jawaban tidak selaras dengan pertanyaannya. Saat itu, kepanikan melanda. Namun, dengan itikad baik mengikuti aturan, kami melaporkannya kepada pengawas ruangan. Jawaban yang kami terima saat itu adalah angin penenang pihak pengawas dari UPN berjanji akan ada evaluasi lebih lanjut dan meminta kami untuk tetap mengisi soal tersebut seadanya. Namun, apa yang kami dapatkan setelah ujian usai? Hening. Hingga detik ini, tidak ada satupun klarifikasi resmi atau bentuk pertanggungjawaban dari pihak kampus terkait soal-soal cacat tersebut. Apakah suara kami di ruang ujian itu hanya dianggap angin lalu? Kami tidak sedang menuntut lebih dari apa yang seharusnya menjadi hak kami. Kami hanya meminta keadilan, keterbukaan, dan rasa hormat atas keringat serta air mata yang telah kami curahkan. UPN adalah kawah candradimuka tempat nilai-nilai luhur ditempa maka tunjukkanlah bahwa nilai-nilai itu benar-benar hidup dalam setiap kebijakan dan tindakan kampusnya. #belanegara #upnjanggal #birokrasibobrok #upnvyk #fyp
Kejanggalan Penundaan. Semua bermula dari pengumuman yang mendadak. Betapa terkejutnya para peserta ketika tiba-tiba seluruh jadwal diundur begitu jauh, sampai seminggu lamanya. Alasan yang berhembus terasa begitu abu-abu dan tidak masuk akal. Apakah karena pemadaman listrik dari PLN? Rasanya mustahil akal sehat menerima bahwa pemadaman listrik bisa memakan waktu hingga seminggu penuh. Jika benar terjadi, bukankah warga sekitar sudah lama turun tangan melayangkan protes? Dan jika masalahnya ada pada server yang error, apakah sebegitu rumitnya hingga butuh waktu seminggu penuh untuk memperbaikinya? Penundaan mendadak ini bukan sekadar soal waktu, melainkan tentang kerugian moril dan materiil yang harus ditanggung oleh banyak pihak peserta, orang tua. Mengapa pengumuman sepenting ini bisa mendadak luput dari kesiapan matang institusi sekelas UPN? Misteri Angka dan Keganjalan Penilaian. Kekecewaan ini memuncak saat melihat hasil yang terpampang nyata. Bagaimana mungkin sistem penilaian bisa menghasilkan angka-angka yang begitu janggal? Kami menuntut transparansi. Bagaimana bisa begitu banyak peserta mendapatkan nilai kembar yang mencolok seperti 228 dan 251, bahkan ada yang harus mendapati angka 0? Jika dalihnya adalah sistem, bukankah sistem itu sendiri dibuat, diatur, dan dikendalikan oleh tangan-tangan manusia sebelum akhirnya dijalankan? Sangat tidak masuk akal jika ribuan mimpi digantungkan pada sistem yang seolah berjalan tanpa kendali. Kejanggalan ini bukan isapan jempol belaka. Kami memegang bukti nyata berupa kesamaan nilai dan pola yang membuat akal sehat bertanya-tanya. Sebagai kampus yang mengusung nilai-nilai bela negara, bukankah integritas, kejujuran, dan transparansi adalah fondasi utama yang seharusnya ditegakkan? Sangat disayangkan melihat realitas yang jauh dari harapan, terutama di fakultas sebesar FTME yang menjadi impian banyak anak bangsa. Suara yang Bungkam di Ruang Ujian Bogor. Luka ini semakin lengkap jika mengingat kembali pelaksanaan ujian paper-based test yang bertempat di Bogor. Di dalam ruangan ujian, hampir seluruh peserta dari berbagai kelas dihadapkan pada kenyataan pahit terdapat soal-soal yang cacat di mana pilihan jawaban tidak selaras dengan pertanyaannya. Saat itu, kepanikan melanda. Namun, dengan itikad baik mengikuti aturan, kami melaporkannya kepada pengawas ruangan. Jawaban yang kami terima saat itu adalah angin penenang pihak pengawas dari UPN berjanji akan ada evaluasi lebih lanjut dan meminta kami untuk tetap mengisi soal tersebut seadanya. Namun, apa yang kami dapatkan setelah ujian usai? Hening. Hingga detik ini, tidak ada satupun klarifikasi resmi atau bentuk pertanggungjawaban dari pihak kampus terkait soal-soal cacat tersebut. Apakah suara kami di ruang ujian itu hanya dianggap angin lalu? Kami tidak sedang menuntut lebih dari apa yang seharusnya menjadi hak kami. Kami hanya meminta keadilan, keterbukaan, dan rasa hormat atas keringat serta air mata yang telah kami curahkan. UPN adalah kawah candradimuka tempat nilai-nilai luhur ditempa maka tunjukkanlah bahwa nilai-nilai itu benar-benar hidup dalam setiap kebijakan dan tindakan kampusnya. #belanegara #upnjanggal #birokrasibobrok #upnvyk #fyp

About