@pxige.174: CRANKED IT in the chapel 🎓#crankit #slayyyter @slayyyter #keeleuniversity #grad

Paige
Paige
Open In TikTok:
Region: GB
Tuesday 21 July 2026 02:10:27 GMT
2095456
310589
382
5200

Music

Download

Comments

angelicl0verss
༺ཐི❤︎ཋྀ༻ :
the creek must be nearby
2026-07-29 22:14:46
9738
tillypalmerx
tills🎀 :
Nonchalant crank it
2026-07-21 17:08:53
62449
paintpapi
Paintpapi :
ᶜʳᵃⁿᵏ ᶦᵗ
2026-07-24 02:53:42
43519
hayleyrushton4
hayls :
me trying to keep a straight face in the back
2026-07-21 17:37:07
1678
_millielaura_
🌷𝐌𝐈𝐋𝐋𝐒🌷 :
why r u so non chalant im dead
2026-07-22 02:17:20
7040
expectations2006
so :
cranked the gradu ate
2026-07-23 11:13:07
502
anasanisin
NotEvenKurt :
allegedly crank it
2026-07-28 08:40:59
135
xtiajuliettax
𝒯𝒾𝒶 🪸 :
This is what I mean when I say my humour is broken
2026-07-24 07:33:08
691
myenthusiastt
isabella ౨ৎ :
a very polite crank it
2026-08-08 16:49:56
115
ktnurky
ktnurky :
BYE I thought this was about the girl fanning behind you
2026-08-15 16:34:21
2
thenamesjayvo
《☆𝘑𝘈𝘠𝘝𝘖☆》 :
so polite with it
2026-08-01 07:11:42
46
lowkey.sonja
aurora sonja :
polite with it i see
2026-08-16 05:47:13
0
_heartz4nini
_heartz4nini :
Crank it
2026-08-15 12:44:15
1
oliviaoilburger
liv .。𝚘♡ :
why did you look like you regretted it afterwards ?
2026-07-22 19:49:22
192
quavers_greenop
Quade 🐝 :
you look like the most put together human i’ve ever seen
2026-07-24 07:23:58
135
vivaciousbih
chill :
Are you ai’d in or something?
2026-08-12 01:20:02
9
not_carleigh666
CARLEIGH🦈 :
Adam Sandlar in the back
2026-07-31 04:05:18
156
To see more videos from user @pxige.174, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Ada kisah musibah yang seharusnya tidak hanya membuat kita menangis, melainkan membuat kita berhenti sejenak… lalu bertanya kepada diri sendiri: Sudahkah kita cukup memeluk ibu kita hari ini? Di antara reruntuhan gempa NTT, seorang ibu ditemukan masih mendekap anaknya yang masih kecil. Rumahnya runtuh. Dunianya runtuh. Nyawanya pun pergi. Tetapi pelukannya tidak pernah lepas. Bayangkan... Ketika tanah berguncang dan maut datang tanpa mengetuk pintu, sang ibu tidak sempat memikirkan barang berharga. Tidak sempat menyelamatkan pakaian. Tidak sempat mengambil apa pun. Ia hanya punya satu tujuan: anaknya harus tetap berada dalam pelukannya. Tubuh kecil itu disembunyikan di dalam dekapan seorang ibu. Seolah tubuh sang ibu berkata kepada reruntuhan:
Ada kisah musibah yang seharusnya tidak hanya membuat kita menangis, melainkan membuat kita berhenti sejenak… lalu bertanya kepada diri sendiri: Sudahkah kita cukup memeluk ibu kita hari ini? Di antara reruntuhan gempa NTT, seorang ibu ditemukan masih mendekap anaknya yang masih kecil. Rumahnya runtuh. Dunianya runtuh. Nyawanya pun pergi. Tetapi pelukannya tidak pernah lepas. Bayangkan... Ketika tanah berguncang dan maut datang tanpa mengetuk pintu, sang ibu tidak sempat memikirkan barang berharga. Tidak sempat menyelamatkan pakaian. Tidak sempat mengambil apa pun. Ia hanya punya satu tujuan: anaknya harus tetap berada dalam pelukannya. Tubuh kecil itu disembunyikan di dalam dekapan seorang ibu. Seolah tubuh sang ibu berkata kepada reruntuhan: "Hancurkan aku, tapi jangan anakku." Dan akhirnya, itulah yang tersisa. Seorang ibu. Seorang anak. Dan sebuah pelukan yang menjadi saksi bahwa cinta seorang ibu tidak mengenal kata menyerah. Tangan mungil sang anak masih menggenggam pakaian ibunya. Pemandangan itu mungkin sederhana. Tetapi bukankah justru di situlah hati kita dihantam? Karena kita sering mengira masih punya banyak waktu. Kita menunda pulang. Menunda menelepon. Menunda mencium tangan. Menunda mengatakan, "Ibu, aku sayang Ibu." Kita sibuk mengejar dunia yang sebenarnya tidak pernah menjanjikan kita hari esok. Sementara ibu... Tidak pernah meminta kita membalas seluruh pengorbanannya. Ia hanya ingin melihat kita baik-baik saja. Sampai suatu hari, bisa jadi kita datang terlambat. Bukan karena ibu pergi jauh. Tetapi karena kematian tidak pernah mengirimkan pemberitahuan. Kisah ini bukan hanya tentang gempa. Ini tentang kehilangan. Tentang waktu.Tentang seorang ibu yang bahkan di detik terakhir hidupnya masih memikirkan anaknya. Dan tentang kita yang masih diberi kesempatan untuk memeluk ibu masing-masing. Jangan tunggu reruntuhan untuk menyadari betapa berharganya sebuah pelukan. Jangan tunggu kursi ibu kosong untuk merindukan suaranya. Jangan tunggu nama ibu hanya bisa disebut dalam doa untuk akhirnya menyadari: Dulu kita masih punya kesempatan untuk memeluknya. Kalau hari ini ibu masih ada... Pulanglah. Teleponlah. Peluklah. Cium tangannya. Katakan bahwa kita mencintainya. Karena mungkin bagi kita, itu hanya pelukan biasa. Tetapi bagi seorang ibu, bisa jadi itulah kebahagiaan terbesar dalam hidupnya. Dan kelak, ketika ibu sudah tidak ada... pelukan yang pernah kita abaikan itulah yang mungkin paling kita rindukan. Turut Berdukacita. Semoga ibu dan anak yang menjadi korban gempa NTT mendapat tempat terbaik. Dan semoga kisah ini menjadi pengingat bagi kita semua: Jangan terlalu sibuk mencari dunia sampai lupa memeluk orang yang menjadi alasan kita mengenal dunia. #RIP #GempaNTT #Flores #Manggarai #ManggaraiTimur

About