Language
English
عربي
Tiếng Việt
русский
français
español
日本語
한글
Deutsch
हिन्दी
简体中文
繁體中文
API
Home
How To Use
Language
English
عربي
Tiếng Việt
русский
français
español
日本語
한글
Deutsch
हिन्दी
简体中文
繁體中文
Home
Detail
@.ruxt:
Rori
Open In TikTok:
Region: SA
Tuesday 21 July 2026 05:51:36 GMT
533
60
0
4
Music
Download
No Watermark .mp4 (
0.9MB
)
No Watermark(HD) .mp4 (
0.9MB
)
Watermark .mp4 (
0MB
)
Music .mp3
Comments
There are no more comments for this video.
To see more videos from user @.ruxt, please go to the Tikwm homepage.
Other Videos
Here we have @Adam behind the wheel of LTZ 1309 with flashes and assault alarms #JesusisKing #assaultalarms
الرد على @bente.le.royaume #ازمة_الماء #ام_شنطة_المغربية🇲🇦 #المغرب🇲🇦تونس🇹🇳الجزائر🇩🇿 #الشعب_الصيني_ماله_حل😂😂
#OOTD#WomenFashion#spotlightfinds#SummerWins #SuperBrandDay
#pov (8) Jeongwoo kembali menantang Ryul untuk balapan ulang. Tidak ada yang menolak. Orang-orang dari kedua komunitas kembali memenuhi lintasan yang sama seperti sebelumnya. Suara mesin motor, tawa para penonton, dan sorakan yang saling bersahutan membuat suasana malam itu jauh lebih ramai. Y/N kembali berada di sana. Bukan karena ia ingin datang. Melainkan karena Jeongwoo sendiri yang mengajaknya. Meski begitu, malam ini Y/N jauh lebih banyak diam. Kepalanya hampir selalu tertunduk. Ia merasa canggung berada di tengah kerumunan itu. Beberapa hari terakhir, ia sudah terlalu sering dipermalukan oleh Jeongwoo di depan teman-temannya, bahkan di hadapan komunitas lawan. Ia tidak ingin kejadian serupa terulang. Di garis start, Jeongwoo sudah duduk di atas motor besarnya. Tangan kanannya beberapa kali memutar gas hingga suara raungan mesin memecah udara malam. Di sampingnya, Ryul melakukan hal yang sama. Keduanya saling melirik. Tatapan mereka sama-sama tajam. Tidak ada senyum. Tidak ada sapaan. Hanya persaingan yang belum juga menemukan ujungnya. Seorang gadis pembawa bendera melangkah ke tengah lintasan. Bendera terangkat. Semua orang menahan napas. Lalu… Bendera itu diayunkan turun. Brraaaam! Dua motor melesat bersamaan, meninggalkan suara yang memekakkan telinga. Dalam hitungan detik, keduanya telah melaju jauh meninggalkan garis start. Awalnya jarak mereka nyaris seimbang. Namun perlahan, Ryul mulai unggul beberapa meter di depan. Melihat itu, Jeongwoo semakin memutar gas motornya. Tatapannya terus tertuju pada motor Ryul yang berada di depan. Rasa ingin menang berubah menjadi obsesi. Di dalam kepalanya, mulai muncul satu rencana yang sama sekali tidak seharusnya dilakukan. Saat jarak mereka cukup dekat, Jeongwoo menggeser motornya sedikit ke samping. Kakinya terangkat. Ia berniat menendang bagian belakang motor Ryul agar kehilangan keseimbangan. Namun Ryul menyadarinya. Melalui kaca spion, ia melihat gerakan Jeongwoo tepat sebelum tendangan itu mengenai motornya. Ryul langsung memiringkan motornya sedikit untuk menghindar. Tatapannya beralih sekilas ke arah Jeongwoo. Dingin. Tajam. Seolah memperingatkan bahwa ia mengetahui apa yang baru saja dicoba oleh lawannya. Setelah itu, Ryul kembali memusatkan perhatian ke lintasan. Sedangkan Jeongwoo justru semakin terpancing. Fokusnya bukan lagi pada garis finis. Bukan lagi pada balapan. Melainkan pada satu tujuan. Membuat Ryul kalah. Apa pun caranya. Karena terlalu sibuk memperhatikan motor Ryul, Jeongwoo terlambat menyadari tikungan tajam yang sudah berada tepat di depan. “Sial—” Decitan ban terdengar begitu keras. Motornya kehilangan kendali. Dalam sekejap, motor itu tergelincir sebelum menghantam aspal. Tubuh Jeongwoo terpental beberapa meter, berguling di permukaan jalan yang kasar hingga akhirnya berhenti di sisi lintasan. Suasana mendadak kacau. Orang-orang yang tadi bersorak langsung berlari menuju lokasi kecelakaan. “Jeongwoo!” “Angkat motornya!” “Cepat!” Ryul yang sebenarnya tinggal melaju beberapa ratus meter lagi menuju garis finis justru menarik tuas rem. Motornya berhenti. Tanpa memikirkan kemenangan, ia segera memutar balik dan menghampiri Jeongwoo yang masih berusaha bangkit. Ryul turun dari motornya. Ia melangkah mendekat, lalu mengulurkan tangan. “Bisa berdiri?” Jeongwoo mendongak. Tatapan mereka bertemu. Tanpa berpikir panjang, Jeongwoo langsung menepis tangan Ryul dengan kasar. “Gak usah sok nolong!” Bentakannya terdengar serak karena menahan sakit. Ryul menarik kembali tangannya tanpa memaksa. Di saat yang hampir bersamaan, Y/N berlari kecil menghampiri Jeongwoo. Wajahnya dipenuhi kepanikan ketika melihat beberapa luka di tangan dan siku lelaki itu. “Jeongwoo… kamu gak apa-apa?” Ia berjongkok di sampingnya, hendak membantu Jeongwoo berdiri. Namun emosi Jeongwoo masih memuncak. Rencana liciknya gagal. Balapannya berakhir kacau. Dan harga dirinya kembali terluka. Tanpa memedulikan keadaan Y/N, ia mengibaskan bahu dan lengannya dengan kasar untuk melepaskan sentuhan gadis itu. #jeongwoo #ryul #treasure #lngshot
أنا كل ما حد يسألني🙂🖤 #أحمد_عبد_الفضيل
#پشتون_تاجیک_هزاره_ازبک_زنده_باد🇦🇫
About
Robot
API
Legal
Privacy Policy