@glowedits44: #fyb #funny

༆𝗚𝗟𝗼𝗪 𝗘𝗱𝗶𝘁𝘀🦊༆
༆𝗚𝗟𝗼𝗪 𝗘𝗱𝗶𝘁𝘀🦊༆
Open In TikTok:
Region: SO
Tuesday 21 July 2026 09:53:33 GMT
181552
9784
997
11036

Music

Download

Comments

boqorada3600
Quruxleyyyy❤️🫶 :
Intan hurdada duhurki ka kaftamin😂😂
2026-07-21 19:15:49
379
sheinborama2
Zanupa :
Duhurki kama kaftmo habaryar😂😂😂
2026-07-22 04:54:16
60
rumaan018
Rumann🎀 :
why problem hurdada mala isku hystaa😭💔
2026-07-22 07:44:31
0
saamiyadhaldariish
ZH :
am ready 🥺😁
2026-07-22 07:33:26
0
enaahmett26
♾️ :
kuwii I dhahy hurdad duhurki lagu naxa wa ino qiyamaha😭😭
2026-07-21 18:51:09
107
cabkagurey
Filzan :
Yaaa iwacy 😅
2026-07-22 04:15:32
0
crazyyy599
🇺🇲 :
Mom ilahey dulmiga wo neceb yhy 😭
2026-07-22 07:39:57
0
lovesssss64
Nashad💃🏻❤️ :
Hurdo duhur kama kaftamo
2026-07-21 20:11:34
7
nasabeyyy7
Nasabeyyyy :
Hurdo duhur Kama kaftamo😂😂
2026-07-21 18:53:23
34
ramlaqurux19
ralma qurux♥️ :
yaa iwcay😁😳
2026-07-22 04:56:56
0
indhadeeq484
INDHA DEEQ 🌸 :
Haa wanjoga waikan 😂😂
2026-07-22 07:36:32
0
xamda.cumar781
Xamda Cumar :
wanakan wajoognaa😂😂😂
2026-07-22 07:20:37
0
unavailable0331
Elena :
Ani bay iga hdli wlhy😂😭😭😭😭😭😂😂
2026-07-22 06:51:09
2
ayaanooozz
ayaanooozz :
hbo duhurkii kama kaftamo wllhi😭😂
2026-07-22 06:55:24
3
To see more videos from user @glowedits44, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Keterlibatan ratusan lembaga serta komunitas seni dalam penyelenggaraan Segoro Topeng Kaliwungu 2026 menjadi bukti kuatnya modal sosial yang dimiliki masyarakat Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.  Kolaborasi tersebut tidak hanya mendukung pelestarian budaya, namun juga fondasi pembangunan daerah berbasis partisipasi masyarakat. Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Kabupaten Lumajang, Joko Setyo mengatakan, penyelenggaraan Segoro Topeng Kaliwungu tahun ini, melibatkan 116 lembaga dan 48 sanggar seni dari berbagai wilayah di Kabupaten Lumajang. Pernyataan tersebut disampaikan saat Talkshow JELITA di Studio 1 LPPL Radio Suara Lumajang, Jawa Timur pada Selasa (23/6). Menurutnya, partispasi dalam event kali ini sangat tinggi dari kalangan elemen masyarakat menunjukkan bahwa budaya masih menjadi ruang bersama yang mampu menyatukan berbagai kelompok untuk mencapai tujuan yang sama, yakni melestarikan sekaligus mengembangkan warisan budaya daerah. Keterlibatan berbagai elemen masyarakat menunjukkan bahwa budaya mampu menjadi perekat sosial yang memperkuat kebersamaan dan partisipasi masyarakat dalam pembangunan,” ujarnya.  Ia menyatakan, partisipasi lembaga pendidikan, komunitas seni, sanggar budaya, hingga masyarakat umum mencerminkan semangat gotong royong yang selama ini menjadi karakter kuat masyarakat Lumajang.  Kolaborasi tersebut tidak hanya berkontribusi terhadap suksesnya pelaksanaan kegiatan budaya, tetapi juga memperkuat jejaring sosial yang memiliki manfaat jangka panjang bagi pembangunan daerah.  Menurutnya, dalam perspektif pembangunan, modal sosial merupakan aset penting yang dapat mendorong keterlibatan masyarakat dalam berbagai program pemerintah. Kepercayaan, kerja sama, dan hubungan yang kuat antarwarga menjadi faktor penentu keberhasilan pembangunan yang berkelanjutan.  Segoro Topeng Kaliwungu dinilai menjadi contoh nyata bagaimana budaya dapat menghadirkan ruang kolaborasi yang produktif.   Di dalamnya terdapat proses belajar bersama, berbagi pengalaman, serta membangun komitmen kolektif untuk menjaga identitas budaya daerah.  Sumber: wisata.viva.co.id #majangmejeng #segorotopengkaliwungu2026
Keterlibatan ratusan lembaga serta komunitas seni dalam penyelenggaraan Segoro Topeng Kaliwungu 2026 menjadi bukti kuatnya modal sosial yang dimiliki masyarakat Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Kolaborasi tersebut tidak hanya mendukung pelestarian budaya, namun juga fondasi pembangunan daerah berbasis partisipasi masyarakat. Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Kabupaten Lumajang, Joko Setyo mengatakan, penyelenggaraan Segoro Topeng Kaliwungu tahun ini, melibatkan 116 lembaga dan 48 sanggar seni dari berbagai wilayah di Kabupaten Lumajang. Pernyataan tersebut disampaikan saat Talkshow JELITA di Studio 1 LPPL Radio Suara Lumajang, Jawa Timur pada Selasa (23/6). Menurutnya, partispasi dalam event kali ini sangat tinggi dari kalangan elemen masyarakat menunjukkan bahwa budaya masih menjadi ruang bersama yang mampu menyatukan berbagai kelompok untuk mencapai tujuan yang sama, yakni melestarikan sekaligus mengembangkan warisan budaya daerah. Keterlibatan berbagai elemen masyarakat menunjukkan bahwa budaya mampu menjadi perekat sosial yang memperkuat kebersamaan dan partisipasi masyarakat dalam pembangunan,” ujarnya. Ia menyatakan, partisipasi lembaga pendidikan, komunitas seni, sanggar budaya, hingga masyarakat umum mencerminkan semangat gotong royong yang selama ini menjadi karakter kuat masyarakat Lumajang. Kolaborasi tersebut tidak hanya berkontribusi terhadap suksesnya pelaksanaan kegiatan budaya, tetapi juga memperkuat jejaring sosial yang memiliki manfaat jangka panjang bagi pembangunan daerah. Menurutnya, dalam perspektif pembangunan, modal sosial merupakan aset penting yang dapat mendorong keterlibatan masyarakat dalam berbagai program pemerintah. Kepercayaan, kerja sama, dan hubungan yang kuat antarwarga menjadi faktor penentu keberhasilan pembangunan yang berkelanjutan. Segoro Topeng Kaliwungu dinilai menjadi contoh nyata bagaimana budaya dapat menghadirkan ruang kolaborasi yang produktif. Di dalamnya terdapat proses belajar bersama, berbagi pengalaman, serta membangun komitmen kolektif untuk menjaga identitas budaya daerah. Sumber: wisata.viva.co.id #majangmejeng #segorotopengkaliwungu2026

About