OS :
Judulnya adalah: 'Spanduk itu membuat kami kehilangan Piala.'
Dalam peraturan FIFA, mencampurkan urusan perang atau politik benar-benar dilarang. Seharusnya sanksi disiplin di babak sebelumnya adalah diskualifikasi. Namun karena ini sudah final, mereka tidak bisa membatalkan pertandingan. Terlalu banyak tiket yang terjual, sponsor, dan uang yang dipertaruhkan sehingga akan menjadi skandal besar.
Karena itu, dibuatlah kesepakatan untuk 'memberikan' kemenangan pertandingan agar tidak mencoreng Piala Dunia 2026 dan 2030, apalagi Spanyol juga akan menjadi tuan rumah. Jadi pertandingan dianggap 'diberikan' begitu saja. Itulah sebabnya Spanyol sudah tahu mereka akan menang dan terlihat tidak terlalu emosional.
Hal lain yang menurut teori ini mendukung adalah adanya keributan di ruang ganti terkait siapa yang membuka dan memegang spanduk tersebut. Kalau tidak percaya, cari fotonya. Kebetulan dua pemain yang memegang spanduk itu juga mengalami 'cedera'. Karena itulah para pemain marah terhadap keputusan yang diambil FIFA, agar turnamen tetap selesai, FIFA tetap mendapatkan uangnya, dan Argentina tidak mendapat masalah untuk Piala Dunia berikutnya.
Dengan cara ini kita memahami ungkapan 'lupakan apa yang terjadi' serta ketidakhadiran Cuti Romero dan Lisandro Martínez dalam pertandingan yang katanya sudah diatur. Percaya atau tidak, nanti akan muncul di berita. Kita tidak kalah di final, tetapi piala itu dirampas dari kita."*
Note: Cuti dan Licha meminta ditarik keluar, tanpa cedera yang jelas. Mereka, adalah 2 pemain yang memegang spanduk ketika melawan Inggris.
2026-07-22 15:19:37