@am.event: Ada satu nikmat besar yang sering luput dari rasa syukur kita: nikmat ditutupinya dosa dan keburukan kita oleh Allah. Reputasi baik yang kita miliki hari ini bukanlah karena kita suci tanpa salah, melainkan karena Allah adalah sebaik-baik Dzat Penutup Aib. Sayangnya, rasa aman karena “tidak ketahuan” sering kali menjebak kita untuk menunda taubat, seolah-olah besok pagi kita masih pasti bisa bernapas. Kutipan ini menyadarkan kita bahwa waktu adalah misteri terbesar dan tidak bisa diajak berkompromi. Jangan mempertaruhkan keselamatan akhirat demi menuruti hawa nafsu sesaat. Membasahi lisan dengan istighfar dan segera berbenah adalah bentuk rasa syukur terbaik atas aib yang masih Allah rahasiakan hingga detik ini.