@kabar.jawa.timur4: Jawa Timur, (Surabaya)- Uang yang seharusnya menjamin ketersediaan pakan dan operasional satwa di Kebun Binatang Surabaya (KBS) diduga justru ditilep untuk kepentingan pribadi. Temuan itu menjadi pintu masuk Kejaksaan Tinggi Jawa Timur menetapkan mantan Direktur Utama Perusahaan Daerah Taman Satwa (PDTS) KBS periode 2016–2024, berinisial CA, sebagai tersangka dalam perkara dugaan korupsi pengelolaan keuangan perusahaan. Penyidik menduga penyimpangan berlangsung selama delapan tahun. Nilai kerugian negara yang teridentifikasi sementara mencapai sekitar Rp10,2 miliar, berdasarkan hasil audit investigatif Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Jawa Timur. Asisten Tindak Pidana Khusus Kejati Jawa Timur, I Gede Punia, mengatakan penyidikan menemukan adanya penggunaan anggaran perusahaan yang tidak sesuai peruntukan, termasuk pengeluaran yang diduga hanya tercatat di atas dokumen tanpa didukung kegiatan nyata. Menurut dia, sebagian dana perusahaan diduga dicairkan melalui mekanisme yang seolah-olah digunakan untuk kebutuhan operasional KBS. Penyidik menduga pencairan tersebut dilakukan dengan melibatkan proses administrasi internal sehingga penggunaan anggaran tampak sesuai prosedur, padahal faktanya berbeda. "Dugaan sementara, dana perusahaan dikeluarkan melalui pos operasional, namun penggunaannya tidak sesuai dengan tujuan anggaran, bahkan terdapat pengeluaran yang bersifat fiktif," ujar Punia dalam konferensi pers di Kejati Jawa Timur, Selasa (21/7/2026). Penyidik mengungkap, dari total kerugian negara sekitar Rp10,2 miliar, sekitar Rp7,4 miliar diduga dimanfaatkan tersangka untuk kepentingan pribadi. Dana tersebut, menurut penyidik, sejatinya dialokasikan untuk kebutuhan penting kebun binatang, termasuk pengadaan pakan satwa. Bagi penyidik, perkara ini tidak hanya berhenti pada persoalan kerugian keuangan negara. Dampaknya disebut ikut dirasakan oleh kondisi kebun binatang. Selama kurun waktu dugaan penyimpangan berlangsung, berbagai fasilitas disebut tidak berkembang, sejumlah sarana mengalami penurunan kualitas, sementara kondisi sebagian satwa juga menjadi perhatian karena minimnya perawatan dan ketersediaan kebutuhan pendukung. "Anggaran yang seharusnya dipakai untuk menunjang kebutuhan satwa diduga tidak digunakan sebagaimana mestinya. Akibatnya, kondisi kebun binatang ikut terdampak," kata Punia. Atas hasil penyidikan tersebut, CA dijerat dengan Pasal 603 atau subsider Pasal 604 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP juncto Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001. Untuk kepentingan penyidikan, tersangka ditahan di Rumah Tahanan Kelas I Surabaya Cabang Kejati Jawa Timur selama 20 hari pertama. Kasus ini merupakan kelanjutan dari penyidikan yang telah dilakukan sejak awal 2026. Pada Februari lalu, tim penyidik menggeledah sejumlah ruangan di lingkungan Kebun Binatang Surabaya, mulai ruang direksi, administrasi dan keuangan, bagian pengadaan, hingga ruang arsip. Dalam penggeledahan tersebut, penyidik menyita empat boks dokumen yang diduga berkaitan dengan pengelolaan keuangan perusahaan, serta sejumlah barang bukti elektronik berupa telepon seluler milik jajaran direksi, laptop, dan perangkat digital lainnya yang kini menjadi bagian dari alat bukti penyidikan. #jawatimur #surabaya #kejatijatim #fyp #kebunbinatangsurabaya
Kabar Jawa Timur
Region: ID
Wednesday 22 July 2026 05:27:14 GMT
Music
Download
Comments
@sagitarius :
langsung aja jadikan satwa baru di KBS
kalau di KBS ada kangguru ini ada yang baru nama hewanya kangrupsi
2026-07-22 11:46:04
73
Yosashop26 :
🦁: iki sak jane seng binatang aku opo awkmu toh jane
2026-07-22 12:24:14
53
AYUDIYA03 :
pantes hewannya pada mati semua
2026-07-22 05:55:25
20
ucieni97 :
hish pantes ngasih makan hewan masa 25rb dpt segelas doang sayurnya 😂
2026-07-22 13:07:19
9
Nabila Nayla :
makannya hewannya kurus2
2026-07-22 07:38:43
25
Monmon :
tapi bener loohhh, barusan aja kemaren aku ke KBS, buaya yg di sana itu ada yang jidatnya berdarah, kayak benjol gede bangeetttt trus berdarah gitu, dan buaya nya itu dikasih makan kayak gk bisa gerak gitu. sama ada orang utan/monyet ya itu pantatnya kek ambeyennn gedee bangeettt. jadi kasian weyy
gak keurus sama sekali
2026-07-22 16:30:49
3
bakoel_es :
jatah hewan pun di makan😭
2026-07-22 07:25:55
20
Ncey :
Pantesan naik gajah 100rb sendiri, makanin jerapah jg gt mahal
2026-07-22 12:32:32
3
Yul yul :
lailllah makan hewan pun dikorupsi🥺
2026-07-22 06:42:30
11
Hrmbee.store :
Baru aja kesana. Mangkanya hewan pada lemes kayak lagi puasa
2026-07-22 12:15:16
10
Sa.Ri ୨ৎ :
tahun ini banyak banget gebrakan
2026-07-22 08:13:01
5
Toko.Qaisar :
harusnya sudah curiga dr dulu kn wkt hewannya kurus2.. dulu kala kn sudah prnah viral.. tp diem2 aj dlu pejabatnya.. ga bertindak apa2
2026-07-22 13:34:37
1
raraslyy :
🦁: lk aku keluen trs mangan uwong aku sg mbok pateni
2026-07-22 13:39:49
2
Bunda.Amira👶💕 :
mangkne hewan2 di KBS bnyak yg kurus😓 ternyata rumputnya sudah dimakan dluan sama tikus GOT!!
2026-07-22 23:33:56
0
serastyle :
mentang" gaada yg demo di kbs
2026-07-22 12:36:12
2
Cindyputri.A 🎀 :
Apaaan 20harii 😳😳
2026-07-22 11:47:43
1
Ratna mutu manikam :
Gemesss😡
2026-07-22 07:53:56
1
Mengpanda, :
makannya banyak yg g keurus waktu iku KBSnyaaa
2026-07-22 08:30:47
0
bhi.nadha🌻 :
yaampun mereka ini punya kunci surga apa gimana kok berani bgt korupsi dimana mana
2026-07-22 23:23:49
0
ALex :
Biasane lek wes ketangkep ngene iku tandane 1 kewareken, 2 kok bisa ketahuan, iyaa rival pengen menggantikan posisi jabatannya, 3 lingkaran setan mereka di dalam sana kurang pembagiannya... Uupss keceplosan...
2026-07-22 23:01:36
1
kenn :
pantes hewan e GK onok seng lemu kurus Kabeh koyok GK keramut GK di demo ae kbs iku
2026-07-23 01:21:16
0
Cacak Dani :
pantesan aku suka liat hewan qurban dari pada KBS
2026-07-23 00:12:56
0
DJARUM SUPER :
jahat e manusia.. makanan hewan ae di embat opo maneh makanan manusia🫠
2026-07-23 01:34:22
0
virgo :
Setres
2026-07-23 01:10:38
0
mamanya juna AP :
semua" kok dikorupsi
2026-07-22 08:30:48
0
To see more videos from user @kabar.jawa.timur4, please go to the Tikwm
homepage.